GMKtec Evo-X3 langsung mencuri perhatian karena membawa spesifikasi yang biasanya lebih dekat ke workstation daripada mini PC. Perangkat ini hadir dengan AMD Ryzen AI Max+ 395, RAM LPDDR5X 128GB, dan dukungan komputasi AI lokal yang sejak awal memang menjadi fokus utamanya.
Setelah debut di Tiongkok, GMKtec juga sudah mengonfirmasi ketersediaan global mulai 6 Juli 2026. Jadwal itu mundur dari rencana awal pada 29 Juni, tetapi perangkat ini tetap menjadi salah satu mini PC AI paling ambisius di kelasnya.
Performa AI jadi daya tarik utama
Di dalam Evo-X3, GMKtec menempatkan AMD Ryzen AI Max+ 395 yang dibuat dengan proses 4 nanometer. Chip ini membawa 16 core dan 32 thread untuk menangani beban kerja berat seperti produktivitas profesional, komputasi ilmiah, dan pemrosesan AI.
Prosesor tersebut juga dilengkapi grafis terintegrasi AMD Radeon 8060S. Selain itu, ada NPU berbasis AMD XDNA 2 dengan performa AI hingga 50 TOPS, sementara kemampuan komputasi AI total sistem ini diklaim mencapai 126 TOPS.
RAM 128GB untuk model AI besar
Salah satu pembeda terbesar Evo-X3 ada pada memori LPDDR5X 128GB dengan kecepatan hingga 8000MT/s. Kapasitas sebesar ini membuka ruang untuk menjalankan model AI lokal berukuran besar tanpa bergantung pada layanan cloud.
GMKtec bahkan memungkinkan hingga 96GB RAM dialokasikan sebagai VRAM untuk inferensi AI dan pemrosesan grafis. Perusahaan mengklaim konfigurasi ini mampu menjalankan model bahasa besar seperti Qwen3 235B secara lokal, dan dalam beberapa skenario di LM Studio disebut bisa melampaui sistem desktop berbasis Nvidia GeForce RTX 4090.
Claw AI disiapkan untuk pengguna lokal
Untuk mempermudah penggunaan, Evo-X3 hadir dengan Claw AI yang sudah terpasang dari pabrik. Perangkat lunak ini dikembangkan untuk ekosistem ROCm milik AMD dan dirancang agar instalasi serta pengoperasian model bahasa besar lebih sederhana.
Pendekatan itu membuat pengguna tidak perlu melalui konfigurasi teknis yang rumit seperti pada sistem AI konvensional. Bagi pengembang dan peneliti, ini menjadi nilai tambah penting karena proses kerja bisa dimulai lebih cepat.
Desain ringkas, pendingin serius
GMKtec membungkus Evo-X3 dengan bodi logam hasil pemrosesan CNC. Desain tersebut memberi kesan premium sekaligus kokoh, sekaligus menjaga karakter mini PC tetap ringkas untuk penggunaan di meja kerja.
Untuk menjaga suhu stabil saat beban tinggi, perangkat ini memakai tiga heatpipe tembaga dan tiga kipas aktif. Pengguna juga bisa memilih profil daya yang tersedia, mulai dari mode senyap, seimbang, hingga performa maksimum.
Fleksibel untuk penyimpanan dan GPU eksternal
Di sisi penyimpanan, Evo-X3 menyediakan dua slot PCIe 4.0 x4 M.2 dengan dukungan kapasitas total hingga 16TB. Fleksibilitas ini penting untuk pengguna yang memerlukan ruang besar untuk dataset, proyek kreatif, atau file kerja berat.
GMKtec juga menyematkan port OCuLink bawaan untuk menghubungkan GPU desktop eksternal. Dengan opsi ini, pengguna bisa menambahkan kartu grafis kelas atas seperti seri Nvidia GeForce RTX 40 atau RTX 50 untuk rendering, AI, dan komputasi profesional yang lebih intensif.
Konektivitas modern untuk workstation ringkas
Evo-X3 membawa USB4, Wi-Fi 7, Ethernet 2.5 Gigabit, dan dukungan output layar ganda hingga resolusi 8K. Kombinasi itu membuat perangkat ini relevan bukan hanya untuk AI lokal, tetapi juga untuk kebutuhan kerja modern yang menuntut koneksi cepat dan fleksibel.
GMKtec menawarkan dua varian harga untuk Evo-X3. Model RAM 128GB dengan SSD 1TB dibanderol 21.699 yuan atau sekitar US$3.205, sedangkan versi RAM 128GB dengan SSD 4TB dijual 25.699 yuan atau sekitar US$3.796.
Dengan kombinasi performa tinggi, memori jumbo, dan dukungan GPU eksternal, Evo-X3 jelas menyasar profesional, pengembang AI, peneliti, dan kreator konten. Kehadirannya menegaskan bahwa mini PC kini tidak lagi sekadar hemat ruang, tetapi juga semakin serius menjadi mesin komputasi AI lokal.







