Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition menunjukkan bahwa laptop tipis kini tidak selalu identik dengan kompromi performa. Perangkat ini tetap tampil ringkas dengan ketebalan 13,9 mm dan bobot sekitar 975 gram, namun membawa kemampuan yang dirancang untuk produktivitas tinggi sekaligus hiburan.
Bagi pengguna yang butuh perangkat kerja harian, kombinasi desain premium dan performa cepat menjadi nilai utama. Lenovo menempatkan model ini di segmen yang berbeda dari laptop gaming tebal, tetapi tetap mengejar kinerja yang agresif lewat prosesor generasi terbaru dengan iGPU bertenaga.
Performa kencang di bodi yang sangat tipis
Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition menggunakan Intel Core Ultra X9 dan Intel Arc B390 sebagai pengolah grafis terintegrasi. Unit yang diuji merupakan versi Singapura dengan Intel Core Ultra X9 388H yang mampu mencapai clock hingga 5,1 GHz, sedangkan versi resmi Indonesia memakai Intel Core Ultra X9 378H dengan clock hingga 5,0 GHz.
Meski berbeda di sisi prosesor, kedua varian membawa konfigurasi yang sama. Laptop ini dibekali RAM LPDDR5X 32 GB, SSD PCIe Gen 4 berkapasitas 1 TB, dan Windows 11 Pro.
Kombinasi tersebut membuat sistem terasa responsif dalam penggunaan harian. Proses menyalakan perangkat berlangsung cepat, perpindahan antar-aplikasi berjalan mulus, dan puluhan tab peramban dapat dibuka tanpa kendala berarti.
Layar OLED yang disiapkan untuk kerja kreatif
Salah satu daya tarik terbesar perangkat ini ada pada panel PureSight Pro OLED berukuran 14 inci. Layar tersebut memiliki resolusi 2.880 x 1.800 piksel atau 2.8K.
Panel ini juga mendukung refresh rate 120 Hz, kecerahan maksimal 1.100 nit, dan fitur sentuh. Karakter visualnya dirancang untuk memberikan warna akurat dan kontras tinggi, terutama bagi kreator konten yang membutuhkan tampilan detail.
Masih sanggup untuk game AAA dan e-sports
Daya tarik lain datang dari Intel Arc B390 yang terintegrasi di dalamnya. Pengujian menunjukkan iGPU ini mampu menangani sejumlah gim populer tanpa bantuan GPU diskret tambahan.
Sejumlah pengujian dijalankan pada resolusi native 2.880 x 1.800 piksel dengan hasil yang tetap layak untuk laptop tipis. Pada skenario tertentu, performanya berada di kisaran 50-60 FPS, 45-55 FPS, 40-50 FPS, 35-45 FPS, 25-35 FPS, 55-65 FPS, hingga 25-30 FPS, tergantung judul gim, resolusi, dan pengaturan grafis.
Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa penurunan resolusi ke 1.920 x 1.080 piksel berpotensi memberi frame rate yang lebih tinggi. Artinya, perangkat ini tidak hanya nyaman untuk pekerjaan produktif, tetapi juga masih bisa dipakai bermain gim dengan pengaturan yang disesuaikan.
Pendinginan, mobilitas, dan daya tahan baterai
Selama pengujian beban grafis tinggi, sistem pendingin bekerja dengan suara kipas yang senyap. Suhu bodi laptop juga hanya terasa hangat wajar, sehingga pengalaman penggunaan tetap terasa nyaman.
Di sisi mobilitas, laptop ini mampu bertahan sekitar 8 hingga 9 jam untuk screen-on time saat dipakai mengetik dokumen, rapat daring, atau penyuntingan foto ringan. Dalam mode siaga atau sleep, daya tahannya bahkan bisa mencapai kisaran 15 jam berkat efisiensi komponen di dalamnya.
Saat dipakai untuk game berat secara intensif, baterai bertahan sekitar 1,5 hingga 2 jam karena CPU dan GPU bekerja penuh. Untuk konektivitas, port yang tersedia didominasi USB-C Thunderbolt, sehingga pengguna masih membutuhkan adaptor tambahan untuk HDMI atau USB standar yang disertakan dalam paket penjualan.
Dengan kombinasi performa tinggi, layar OLED 2.8K, dan bodi yang sangat ringan, Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition menegaskan bahwa laptop tipis kini semakin dekat dengan kebutuhan kerja serius dan hiburan modern.






