Apple dilaporkan menaikkan harga sebagian besar produk rekondisi bersertifikat di toko online resminya. Kenaikan ini langsung terasa bagi pemburu Mac dan iPad bekas resmi, karena lonjakannya ikut menggerus daya tarik harga miring yang selama ini menjadi nilai utama lini Certified Refurbished.
Laporan MacRumors yang dikutip pada Sabtu (27/6/2026) menyebut rata-rata kenaikan mencapai USD 160 hingga USD 180 atau sekitar Rp 2,8 juta sampai Rp 3,2 juta. Pada jajaran Mac, penyesuaian harga terlihat lebih tajam dibanding iPad, dan beberapa model premium naik jauh lebih tinggi dari rata-rata.
MacBook Pro terdampak paling besar
Contoh paling jelas terlihat pada MacBook Pro 14 inci dengan chip M4 Pro versi rekondisi. Harga model ini naik dari USD 1.699 menjadi USD 1.779, sedangkan varian dengan display Nano-texture bergerak dari USD 1.829 ke USD 1.909.
Kenaikan serupa juga muncul pada MacBook Pro 14 inci dengan chip M5. Varian standar kini dibanderol USD 1.439 dari sebelumnya USD 1.359, sementara konfigurasi tertingginya melonjak dari USD 2.629 menjadi USD 3.309.
Di kelas yang lebih tinggi, MacBook Pro 14 inci dengan chip M2 Max mencatat kenaikan paling drastis. Harganya naik dari USD 4.249 menjadi USD 4.839, menunjukkan bahwa penyesuaian Apple makin besar ketika spesifikasi perangkat makin premium.
iPad ikut naik, tetapi tidak setajam Mac
Pada lini iPad rekondisi, kenaikannya lebih konsisten dan berada di kisaran rata-rata USD 120 hingga USD 150, atau sekitar Rp 2,16 juta sampai Rp 2,70 juta. iPad generasi ke-10 varian Wi‑Fi 256GB misalnya, naik dari USD 339 menjadi USD 409.
Model ringkas seperti iPad mini 6 juga ikut terdampak. Harga perangkat itu naik dari USD 379 menjadi USD 459, sementara seri iPad Pro disebut mengalami lonjakan terbesar di kategorinya, yakni sekitar USD 230 hingga USD 250.
Pola ini memperlihatkan bahwa Apple tidak hanya menaikkan harga pada produk baru, tetapi juga pada unit rekondisi yang selama ini menjadi alternatif lebih murah. Bagi konsumen, selisih harga yang lebih kecil membuat produk refurb semakin kurang agresif dari sisi diskon.
Dampak krisis komponen AI merembet ke pasar rekondisi
Kenaikan harga ini sejalan dengan penyesuaian Apple pada lini produk baru. Pemicu utamanya adalah naiknya harga chip memori dan media penyimpanan di pasar global, yang didorong oleh permintaan besar terhadap perangkat keras untuk pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau AI.
Kondisi tersebut terbilang unik karena sebagian besar unit rekondisi Apple masih memakai komponen lama seperti RAM, storage internal, dan logic board original. Artinya, perangkat refurb itu tidak terkena tekanan rantai pasok secara langsung, tetapi harganya tetap ikut terkerek.
Apple tampaknya ingin menjaga nilai jual perangkat rekondisi agar tetap selaras dengan harga unit baru di pasaran. Dengan strategi itu, margin diskon pada produk bersertifikat refurbished tetap berada pada persentase yang sama seperti sebelumnya, meski harga nominalnya naik lebih tinggi.
Daftar perubahan harga yang menonjol
| Model rekondisi Apple | Harga lama | Harga baru |
|---|---|---|
| MacBook Pro 14 M4 Pro | USD 1.699 | USD 1.779 |
| MacBook Pro 14 M4 Pro Nano-texture | USD 1.829 | USD 1.909 |
| MacBook Pro 14 M5 standar | USD 1.359 | USD 1.439 |
| MacBook Pro 14 M5 spek tertinggi | USD 2.629 | USD 3.309 |
| MacBook Pro 14 M2 Max | USD 4.249 | USD 4.839 |
| iPad generasi 10 Wi‑Fi 256GB | USD 339 | USD 409 |
| iPad mini 6 | USD 379 | USD 459 |
Perubahan harga ini menegaskan tekanan pasar komponen yang kini tidak hanya memengaruhi perangkat baru, tetapi juga lini rekondisi resmi Apple. Bagi pembeli yang biasa mengincar Mac atau iPad refurbished, selisih harga yang dulunya menjadi alasan utama kini terlihat semakin menyempit.







