Di pasar tablet 2026, iPad termurah masih punya daya tarik kuat meski persaingan dengan tablet Android makin ketat. Banyak pembeli kini lebih memilih perangkat yang seimbang antara harga dan performa, bukan sekadar model paling baru.
Fenomena itu terlihat dari minat terhadap iPad generasi sebelumnya yang harganya kini jauh lebih terjangkau. Untuk pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga kreator konten pemula, dua model yang paling menonjol adalah iPad 9 dan iPad Mini 6.
iPad 9, pilihan paling ekonomis untuk masuk ke ekosistem Apple
Dengan harga sekitar Rp6.549.000, iPad 9 masih menjadi salah satu tablet Apple paling murah di pasar Indonesia pada 2026. Posisi ini membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin mencicipi ekosistem Apple tanpa harus naik ke iPad Air atau iPad Pro yang jauh lebih mahal.
Meski bukan perangkat baru, iPad 9 masih dibekali chip A13 Bionic yang cukup untuk kebutuhan harian. Aktivitas seperti membuka dokumen, belajar daring, panggilan video, dan streaming tetap bisa berjalan lancar.
Layar Retina 10,2 inci juga masih jadi nilai jual penting. Dukungan True Tone membantu menyesuaikan warna layar dengan cahaya sekitar agar penggunaan terasa lebih nyaman dalam waktu lama.
Bagi pelajar dan mahasiswa, dukungan Apple Pencil generasi pertama menambah fungsionalitas perangkat ini. Pengguna bisa mencatat materi, memberi anotasi pada dokumen, dan menggambar dengan lebih praktis.
Daya tarik lain datang dari klaim daya tahan baterai hingga sekitar 10 jam. Bagi pengguna yang butuh tablet untuk belajar atau bekerja seharian, faktor ini membuat iPad 9 tetap relevan.
iPad Mini 6, kecil ukuran tapi lebih kuat performanya
Di sisi lain, iPad Mini 6 menawarkan pendekatan berbeda untuk pengguna yang menempatkan mobilitas sebagai prioritas. Varian WiFi 64GB dijual sekitar Rp9.849.000, atau terpaut sekitar Rp3 juta lebih mahal dibanding iPad 9.
Sebagai kompensasi, Apple menyematkan chip A15 Bionic yang juga dipakai di sejumlah perangkat premium. Kombinasi ini membuat iPad Mini 6 lebih siap untuk multitasking, pengeditan foto, dan gim dengan grafis lebih berat.
Layar Liquid Retina 8,3 inci memberi kesan lebih modern dibanding iPad 9. Ukurannya yang ringkas justru menjadi keunggulan bagi pengguna yang sering bepergian dan membutuhkan perangkat yang mudah dibawa.
Dalam tren kerja hybrid yang masih kuat hingga 2026, ukuran kecil itu terasa praktis. Pengguna bisa membuka dokumen, mengikuti rapat virtual, membaca e-book, dan mencatat ide tanpa harus membawa laptop.
iPad Mini 6 juga mendukung Apple Pencil generasi kedua yang bisa ditempel secara magnetis dan diisi dayanya langsung dari sisi perangkat. Fitur ini membuat pengalaman mencatat digital dan membuat ilustrasi terasa lebih fleksibel.
Untuk kebutuhan video call, perangkat ini memakai kamera depan 12MP Ultra Wide dengan fitur Center Stage. Teknologi itu menjaga posisi pengguna tetap di tengah frame selama panggilan berlangsung.
Kehadiran port USB-C turut menambah fleksibilitas dalam pemakaian aksesori modern. Bagi pengguna yang ingin perangkat ringkas tetapi tetap terasa premium, kombinasi fitur itu menjadi pembeda utama.
Mana yang lebih masuk akal dibeli?
Pilihan antara iPad 9 dan iPad Mini 6 bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna. Jika fokusnya adalah layar lebih besar, harga lebih rendah, dan kebutuhan belajar atau kerja dasar, iPad 9 masih menjadi opsi paling rasional.
Namun, jika yang dicari adalah perangkat ringkas dengan performa lebih tinggi dan fitur yang lebih modern, iPad Mini 6 menawarkan nilai lebih. Selisih harga memang terasa, tetapi diikuti peningkatan chipset, layar, dukungan Apple Pencil generasi kedua, dan USB-C.
Tren ini menunjukkan bahwa iPad generasi lama belum kehilangan tempat di pasar. Saat harganya turun, banyak konsumen justru melihatnya sebagai cara paling masuk akal untuk mendapatkan pengalaman Apple dengan biaya yang lebih terjangkau.






