Baterai kini jadi alasan utama banyak orang memilih laptop baru. Untuk kerja dan kuliah, perangkat yang tahan lama tanpa bergantung pada colokan listrik memberi ruang produktivitas lebih leluasa, terutama saat mobilitas tinggi atau ketika listrik padam.
Kondisi itu membuat laptop hemat daya bukan lagi sekadar pelengkap. Perkembangan prosesor juga ikut mendorong hadirnya perangkat yang lebih efisien, termasuk model yang memenuhi standar Intel Evo dan dirancang untuk kombinasi performa tinggi, respons cepat, serta efisiensi daya sepanjang hari.
Pilihan premium dengan daya tahan panjang
Di kelas paling populer, Apple MacBook Air M3 tetap menonjol berkat chip Apple M3 berbasis ARM yang mampu menjaga baterai bertahan sekitar 18 sampai 20 jam untuk aktivitas ringan hingga menengah. Laptop ini juga memakai layar Liquid Retina 13,6 inci dan masih kuat untuk produktivitas harian, editing ringan, serta multitasking.
Di Indonesia, MacBook Air M3 berada di kisaran Rp15 jutaan untuk unit impor dan mulai Rp21 jutaan untuk distribusi resmi. Daya tarik utamanya bukan hanya angka baterai, tetapi juga kestabilan performa saat dipakai lama.
Dell XPS 13 menjadi opsi lain bagi pengguna Windows yang mencari ultrabook premium. Perangkat ini diklaim memiliki daya tahan baterai sekitar 16 jam, dengan dukungan prosesor Intel Core Ultra, layar InfinityEdge beresolusi tinggi, dan bodi aluminium yang ringkas.
Laptop ini banyak diburu pekerja kantoran dan pebisnis yang butuh perangkat premium untuk mobilitas. Harga Dell XPS 13 saat ini berada di kisaran Rp35 jutaan.
Fleksibel untuk kerja hybrid dan presentasi
HP Spectre x360 menawarkan pendekatan berbeda lewat desain convertible dengan engsel 360 derajat. Dalam penggunaan normal, laptop ini bisa bertahan hingga sekitar 17 jam, sambil membawa layar sentuh OLED yang berguna untuk presentasi dan aktivitas kreatif.
Fleksibilitas itu membuat Spectre x360 cocok untuk pola kerja hybrid yang makin umum. Perangkat ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp28 jutaan.
Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 12 masih mempertahankan reputasi seri ThinkPad di kalangan profesional. Bobotnya sekitar satu kilogram, bodinya tangguh, dan baterainya mampu bertahan hingga 15–18 jam.
Selain ringan, laptop ini juga dikenal lewat keyboard yang kerap dianggap salah satu yang terbaik di kelasnya. Harga Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 12 mulai Rp39 jutaan.
Opsi yang seimbang untuk mahasiswa dan profesional muda
ASUS Zenbook 14 OLED menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari keseimbangan harga, fitur, dan efisiensi daya. Laptop ini mampu bertahan sekitar 15 jam dalam penggunaan produktif dan membawa layar OLED 14 inci dengan tampilan tajam serta warna akurat.
Di pasar Indonesia, Zenbook 14 OLED punya posisi kuat karena memberi pengalaman premium dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding sebagian kompetitornya. Harga perangkat ini mulai Rp19,9 jutaan.
Microsoft Surface Laptop 5 hadir dengan desain minimalis dan elegan khas Microsoft. Daya tahan baterainya diklaim mencapai sekitar 16 hingga 17 jam untuk penggunaan ringan, dengan layar PixelSense 13,5 inci dan pengalaman Windows yang lebih bersih tanpa banyak aplikasi tambahan.
Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang langsung oleh Microsoft membuat model ini tetap punya penggemar tersendiri. Harga Surface Laptop 5 berada di kisaran Rp22 jutaan.
Acer Swift 5 melengkapi daftar ini sebagai opsi laptop ringan dengan baterai tahan lama tanpa masuk ke segmen harga paling premium. Dalam penggunaan normal, perangkat ini mampu bertahan sekitar 15 hingga 16 jam dan nyaman dibawa bepergian.
Posisinya menarik untuk pengguna yang sering bekerja dari luar kantor atau berpindah lokasi. Harga Acer Swift 5 saat ini berada di kisaran Rp23 jutaan.
