Google memasarkan Pixel terbaru dengan janji dukungan selama tujuh tahun, sebuah angka yang langsung terdengar meyakinkan bagi pembeli yang ingin ponsel tetap relevan lama. Di atas kertas, itu berarti perangkat masih mendapat pembaruan perangkat lunak dan patch keamanan jauh setelah masa pakai normal sebuah smartphone berakhir.
Namun, dukungan panjang tidak otomatis berarti ponsel akan terasa sama kuatnya selama tujuh tahun penuh. Ada dua batas besar yang cepat muncul: tidak semua fitur baru masuk ke model lama, dan baterai hampir pasti melemah jauh sebelum masa dukungan resmi habis.
Dukungan panjang, tapi tidak selalu penuh
Google memang menawarkan dukungan tujuh tahun untuk ponsel terbarunya, dimulai dari seri Pixel 8. Kebijakan ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang membeli ponsel Pixel yang harganya sudah kompetitif dan ingin memakainya dalam jangka panjang.
Masalahnya, dukungan itu tidak selalu mencakup semua fitur baru yang dirilis lewat Pixel Drops. Jika sebuah fitur membutuhkan tenaga lebih besar dari yang sanggup ditangani perangkat lama, ponsel tersebut bisa saja tidak kebagian pembaruan itu meski masih berada di dalam masa tujuh tahun.
Google merilis Pixel Drops secara berkala, biasanya tiap beberapa bulan atau setidaknya tiap kuartal. Dalam praktiknya, perangkat lama bisa melewati sejumlah fitur baru, sehingga umur dukungan resmi tidak selalu identik dengan umur pengalaman software yang sama.
Contoh yang disebut paling jelas adalah Pixel 6. Ponsel itu masih dijadwalkan mendapat dukungan sampai Oktober 2026, tetapi pada 2025 ia tidak menerima beberapa pembaruan Pixel Drop, dan pembaruan terakhir yang diterimanya datang pada September 2025.
Pixel 6 juga lahir sebelum era janji tujuh tahun, sehingga dukungannya sempat diperpanjang dari tiga tahun menjadi lima tahun. Kasus itu menunjukkan pola yang mungkin makin terlihat pada ponsel yang lebih tua saat beban fitur baru terus naik.
Baterai jadi penghalang utama
Di luar software, baterai adalah alasan paling kuat mengapa ponsel jarang bertahan mulus sampai tujuh tahun. Baterai lithium-ion punya jumlah siklus pengisian terbatas, dan umumnya mulai menurun setelah sekitar 500 siklus pada kondisi kesehatan 100 persen.
Secara umum, umur rata-rata baterai smartphone hanya sekitar tiga sampai lima tahun. Itu berarti banyak ponsel akan menghadapi penurunan daya pakai jauh sebelum masa dukungan software Google selesai.
Google Pixel yang makin kuat juga cenderung makin menuntut baterai. Jika ponsel dipakai intensif dan sering diisi ulang, degradasi baterai bisa datang lebih cepat, bahkan saat perangkatnya sendiri masih berfungsi.
Pada titik itu, pengguna sering berhadapan dengan pilihan yang tidak ideal. Biaya penggantian baterai bisa terasa mahal, dan untuk Pixel, skor reparabilitas yang hanya sedang membuat opsi memperbaiki tidak selalu lebih menarik daripada mengganti perangkat.
Apakah masih masuk akal dipakai lama?
Sejumlah pemilik Pixel melaporkan perangkat mereka bertahan sampai lima tahun, bahkan lebih, meski kadang dengan masalah tertentu. Lama pemakaian itu sangat bergantung pada intensitas penggunaan dan seberapa sering ponsel diisi daya.
Skenario yang paling realistis justru bukan ponsel mati total setelah tujuh tahun. Yang lebih mungkin terjadi adalah perangkat masih menyala, tetapi tidak lagi mendapat semua fitur terbaru dan sudah butuh servis baterai.
Faktor perilaku pengguna juga ikut menentukan. Banyak orang memang sudah berganti ponsel setelah dua sampai tiga tahun karena ingin model baru, perangkat lama tak lagi cocok, atau ada penawaran tukar tambah yang menarik dari operator maupun peritel.
Itulah mengapa janji dukungan panjang dari Google dan Samsung tetap penting sebagai jaminan nilai jual dan rasa aman. Tetapi bagi sebagian besar pembeli, manfaat utamanya mungkin tidak benar-benar dirasakan sampai akhir masa tujuh tahun, karena ponsel biasanya sudah lebih dulu diganti atau dirawat dengan biaya tambahan.







