Motorola Signature Murah Tapi Mewah, Ada USB 3.1 dan Mode PC yang Langka

Author: Qoo Media

Pasar flagship killer di Indonesia kembali memanas, dan Motorola Signature tiba-tiba jadi sorotan setelah sempat viral lagi di tengah perbandingan dengan Xiaomi 17T Pro. Pemicunya sederhana: harga yang sempat turun ke Rp11 jutaan, sementara spesifikasinya terdengar seperti ponsel kelas premium yang biasanya jauh lebih mahal.

Yang membuat perhatian publik menguat adalah kombinasi spek tinggi, desain tipis, dan fitur yang jarang hadir di kelas harga segini. Di atas kertas, Motorola Signature tampil sebagai alternatif menarik bagi pemburu HP mahal rasa murah, terutama bagi pengguna yang ingin pengalaman flagship tanpa harus masuk ke banderol Rp20 jutaan.

Kemasan sederhana, isi paket justru lengkap

Motorola membungkus Signature dengan kotak hitam minimalis bertuliskan logo Signature bergaya tanda tangan. Di dalamnya, merek ini juga menunjukkan komitmen ramah lingkungan lewat pembungkus komponen berbahan kertas daur ulang.

Isi paket penjualannya tergolong lengkap untuk sebuah ponsel di kelas ini. Pembeli mendapatkan unit Motorola Signature varian RAM 12 GB dan internal 256 GB, kartu perdana XL dengan bonus kuota hingga 60 GB dan benefit streaming, casing transparan semi-hardcase, kartu ucapan terima kasih, serta charger 90 Watt TurboPower dengan kabel Type-C to Type-C.

Bodi tipis dan ringan jadi nilai jual utama

Salah satu daya tarik terbesar Motorola Signature ada pada dimensinya. Ponsel ini punya ketebalan hanya 7 mm dengan bobot sekitar 180 gram, sehingga terasa jauh lebih ringan dibanding beberapa rival yang lebih tebal dan berat.

Bagian belakangnya hadir dalam opsi warna Panton Carbon dan Martini Olive. Permukaannya memakai tekstur mirip kain halus yang membantu menahan sidik jari, sementara frame aluminium melengkung memberi kesan premium saat digenggam.

Layar LTPO 6,8 inci yang agresif di kelasnya

Motorola membekali Signature dengan layar curved 6,8 inci beresolusi 1,5K dan teknologi LTPO. Layar ini bisa berjalan di 120 Hz untuk aktivitas harian dan bahkan membuka hingga 165 Hz di game tertentu.

Saat layar diam, refresh rate-nya bisa turun sampai 1 Hz untuk menghemat daya baterai 5.200 mAh. Perlindungan layarnya juga tergolong tinggi karena Motorola memilih Gorilla Glass Victus 2.

USB 3.1 dan mode desktop jadi fitur langka

Di saat banyak ponsel lain masih bertahan di USB 2.0, Motorola Signature sudah memakai USB 3.1. Perbedaan ini membuat transfer data lebih cepat dan membuka akses ke fitur Smart Connect yang mirip konsep desktop mode.

Dengan koneksi kabel Type-C ke monitor, ponsel ini bisa berubah menjadi PC desktop pintar. Pengguna bisa membuka browser, menjalankan game Android dengan gamepad, hingga melakukan video conference lewat kamera flagship perangkat.

Empat kamera 50 MP untuk foto yang merata

Sektor kamera juga jadi salah satu kartu kuat Motorola Signature. Konfigurasinya seragam di hampir semua sisi, dengan kamera utama 50 MP, telephoto periskop 50 MP dengan zoom optik 3x, ultrawide 50 MP, dan kamera depan 50 MP.

Motorola bekerja sama dengan Sony Lytia untuk sensor kameranya. Pada kondisi cahaya terang, hasil foto disebut mampu menampilkan warna yang padat, detail tajam, dan rentang dinamis yang natural di semua lensa.

Snapdragon 8 Gen 5 dan jaminan update panjang

Untuk performa, Motorola Signature memakai Snapdragon 8 Gen 5 standar, bukan versi Elite. Meski skor AnTuTu-nya disebut berada di angka Rp3,1 jutaan dan sedikit di bawah chipset Dimensity milik Xiaomi, performa gaming-nya tetap kencang.

Genshin Impact dapat dijalankan di setting Highest 60 FPS dengan suhu sekitar 42–43 derajat Celsius. Motorola juga menjanjikan update OS dan keamanan hingga 7 tahun ke depan.

Tiga catatan penting sebelum membeli

Di balik spek mahalnya, Motorola Signature tetap punya beberapa catatan. Ponsel ini tidak mendukung eSIM, kualitas rekaman video belakang belum sekuat fotonya, dan layar curved-nya tidak dibekali screen protector bawaan.

Keterbatasan aksesori juga bisa jadi pertimbangan, karena tempered glass atau hydrogel untuk ponsel Motorola masih tergolong langka di pasar Indonesia. Namun bagi pengguna yang mengejar layar LTPO, bodi super tipis, USB 3.1, dan dukungan software panjang, Motorola Signature tetap terlihat sangat kompetitif di kelas harga Rp11 jutaan.

Terbaru