Magic V6 vs X Fold6, Dua Foldable Asia Ini Menunjukkan Arah Baru Ponsel Lipat

Author: Qoo Media

Honor Magic V6 dan vivo X Fold6 sama-sama menjadi pusat perhatian di MWC Shanghai 2025, tetapi dengan cara yang berbeda. Satu datang membawa reputasi sebagai ponsel lipat paling efisien dan kembali meraih penghargaan, sementara yang lain langsung mencuri panggung lewat peluncuran dan trofi instan.

Persaingan ini penting karena menunjukkan arah baru pasar foldable di Asia. Penghargaan GLOMO Asia Awards juga mempertegas bahwa inovasi ponsel lipat kini tidak lagi sekadar soal spesifikasi, melainkan soal bagaimana sebuah perangkat menjawab kebutuhan nyata pengguna.

Honor Magic V6 mempertahankan momentum

Honor Magic V6 pulang membawa dua penghargaan bergengsi, yaitu Best Smartphone dan Disruptive Device Innovation. Pengakuan itu datang dari GLOMO Asia Awards, versi regional dari penghargaan global yang biasa digelar di Barcelona.

Magic V6 sebenarnya bukan nama baru di panggung penghargaan. Sebelumnya, perangkat ini sudah meraih GLOMO Award di MWC Barcelona 2025 untuk inovasi baterai.

Salah satu kekuatan utamanya ada pada baterai silicon-carbon dengan 25% kandungan silikon. Teknologi ini membantu menghadirkan kapasitas 6.660 mAh tanpa membuat bodi menebal secara signifikan.

Hasilnya, Magic V6 tampil sangat tipis untuk ukuran foldable. Ketebalannya tercatat 9,8 mm saat terbuka dan 4,3 mm saat tertutup.

Dimensi itu membuatnya disebut sebagai salah satu ponsel lipat paling ramping di dunia. Di atas kertas, desainnya mengaburkan batas antara ponsel biasa dan perangkat lipat.

Di balik bodi tipis itu, Honor membekali Magic V6 dengan Snapdragon 8 Gen 3. Kombinasi ini memberi performa flagship yang stabil, sementara sistem kameranya dinilai kompeten untuk kebutuhan harian dan konten kreatif.

vivo X Fold6 datang dengan strategi berbeda

vivo X Fold6 memilih cara lain untuk menarik perhatian. Perangkat ini diluncurkan pada hari terakhir MWC Shanghai, 26 Juni 2025, lalu langsung meraih gelar Best in Show.

Langkah itu membuat X Fold6 tampil sebagai produk yang lahir dari momentum besar. vivo juga membawa sejumlah fitur yang menonjol di kelas foldable.

Chipset yang dipakai adalah MediaTek Dimensity 9500, dan ini menjadi flagship pertama vivo dengan chip MediaTek di segmen foldable. Sistem operasinya adalah OriginOS 6 Fold yang dirancang untuk multitasking.

Kemampuan multitasking menjadi salah satu daya tarik utamanya. X Fold6 mendukung empat aplikasi aktif sekaligus di satu layar.

Di sektor kamera, vivo memasang kamera utama 200MP dan lensa telefoto Zeiss. Ada juga aksesori clip-on lensa zoom 200mm untuk fotografi jarak jauh.

Daya tahan baterainya juga besar, yakni 7.000 mAh. Angka ini bahkan lebih besar dibanding kapasitas baterai Magic V6.

Penghargaan besar, akses belum tentu luas

Meski sama-sama mencuri perhatian, keduanya menghadapi persoalan yang berbeda di pasar. Honor Magic V6 membutuhkan waktu empat bulan dari peluncuran global pada Februari hingga benar-benar tersedia di Asia Tenggara pada Juni.

vivo X Fold6 bahkan masih lebih terbatas. Saat ini, perangkat itu baru tersedia di Tiongkok, dan vivo belum mengonfirmasi peluncuran global.

Situasi ini menegaskan satu hal penting: menang di ajang penghargaan tidak otomatis berarti mudah dibeli konsumen. Bagi pasar global, ketersediaan tetap menjadi faktor penentu setelah sorotan panggung berakhir.

Asia makin jadi pusat foldable

Dominasi Honor dan vivo di GLOMO Asia menunjukkan pergeseran yang semakin jelas. Produsen Tiongkok kini tidak hanya mengejar tren foldable, tetapi ikut menetapkan standar baru di segmen tersebut.

Honor menonjol lewat efisiensi, desain ultra-tipis, dan daya tahan baterai. vivo bergerak ke arah fitur ekstrem, kamera beresolusi tinggi, dan multitasking yang lebih agresif.

Dua pendekatan itu sama-sama relevan bagi pasar. Di satu sisi, ada kebutuhan akan perangkat yang nyaman dipakai sehari-hari; di sisi lain, ada permintaan untuk fitur yang mendorong batas kemampuan ponsel lipat.

Yang jelas, Magic V6 dan X Fold6 memperlihatkan bahwa foldable sudah bergerak jauh dari sekadar perangkat pamer teknologi. Di panggung Shanghai, duel keduanya memberi sinyal bahwa masa depan ponsel lipat kini semakin dipimpin oleh inovasi Asia.

Terbaru