Google Wallet kini tidak lagi sekadar dompet digital untuk menyimpan kartu debit dan kredit. Google resmi menghadirkan dua fitur baru yang menargetkan dua kebutuhan harian paling dekat dengan pengguna, yakni melacak paket belanja online dan mempercepat proses pemeriksaan di bandara.
Pembaruan ini menunjukkan arah baru Google Wallet sebagai pusat layanan yang lebih terintegrasi. Bagi pengguna yang sering berbelanja online atau bepergian dengan pesawat, dua fitur tersebut bisa memangkas langkah yang selama ini terasa merepotkan.
Lacak paket langsung dari Google Wallet
Fitur pertama membuat pengguna bisa memantau paket kiriman tanpa harus berpindah aplikasi. Di Google Wallet, informasi seperti nota digital, nomor pelacakan, dan status pengiriman dapat tampil langsung di beranda selama data pesanan terhubung ke akun Gmail.
Google juga menambahkan tombol baru bernama Track Package. Saat tombol itu ditekan, pengguna akan diarahkan ke laman pelacakan kurir terkait tanpa harus menyalin nomor resi secara manual.
Semua informasi pengiriman yang akan segera tiba bisa muncul berdampingan dengan tiket atau kupon digital di halaman utama. Jika ingin melihat riwayat pesanan lain, pengguna hanya perlu mengetuk menu View More.
Meski begitu, fitur ini tidak bekerja untuk semua pesanan secara otomatis. Kemudahan tersebut hanya muncul jika toko online atau merchant terkait sudah bermitra dengan Google, dan untuk saat ini fitur pelacakan paket baru tersedia bagi pengguna di Amerika Serikat.
Agar fitur ini aktif, pelacakan paket juga harus dinyalakan di aplikasi Gmail pada ponsel. Pengguna perlu membuka Gmail, masuk ke menu Settings, memilih akun, lalu mengaktifkan opsi Package Tracking di bagian General.
Antre bandara lebih singkat dengan TSA PreCheck Touchless ID
Fitur kedua membawa Google Wallet masuk ke area yang lebih sensitif, yaitu identitas dan keamanan perjalanan udara. Google Wallet menjadi dompet digital pertama yang mengintegrasikan sistem biometrik TSA PreCheck Touchless ID.
Lewat fitur ini, pengguna tidak perlu lagi menunjukkan kartu identitas fisik seperti KTP atau paspor kepada petugas keamanan bandara. Sebagai gantinya, proses pra-registrasi dilakukan melalui aplikasi Google Wallet bersama pihak otoritas keamanan transportasi, TSA.
Aktivasinya dimulai dengan membuat ID Pass di Google Wallet menggunakan informasi paspor resmi. Setelah itu, pengguna memasukkan boarding pass ke dalam aplikasi dan akan melihat tombol Get Started pada tiket pesawat tersebut.
Tombol itu digunakan untuk membagikan data identitas dan tiket secara aman ke sistem TSA. Setelah verifikasi digital selesai, pengguna dapat melewati jalur khusus TSA PreCheck Touchless ID di bandara.
Google menyebut sistem ini dapat menghemat waktu dan mengurangi kontak fisik selama pemeriksaan. Namun, jalur Touchless ID saat ini baru tersedia di 65 bandara di Amerika Serikat dan mendukung sekitar 100 maskapai penerbangan yang berpartisipasi.
Arah baru Google Wallet
Dua fitur baru ini memperlihatkan bahwa Google Wallet sedang bergerak lebih jauh dari fungsi dasar dompet digital. Aplikasi ini kini diarahkan menjadi alat yang membantu urusan belanja dan perjalanan dalam satu tempat.
Untuk pengguna, manfaatnya terasa pada dua situasi yang sangat sering ditemui, yakni menunggu paket dan mengantre di bandara. Jika pengembangannya diperluas ke lebih banyak wilayah, termasuk Indonesia, Google Wallet berpotensi menjadi layanan yang makin relevan untuk aktivitas harian yang serba cepat.
Source: www.gadgetdiva.id






