Honor kembali menjadi sorotan karena tengah menguji baterai berkapasitas 12.000mAh hingga 14.000mAh untuk smartphone generasi mendatang. Jika rencana ini berhasil masuk pasar, perangkat tersebut berpotensi menjadi ponsel mainstream dengan daya tahan paling besar yang pernah dipasang di kelasnya.
Yang menarik, pengujian itu tidak berhenti di angka laboratorium semata. Honor disebut sudah memasuki tahap pengujian produksi untuk sel 12.000mAh, sementara versi laboratoriumnya bahkan mencapai 14.000mAh dengan ukuran fisik yang tetap kompak.
Baterai besar tanpa membuat ponsel bongsor
Kapasitas 14.000mAh terdengar ekstrem, tetapi pendekatan Honor justru fokus pada efisiensi bentuk. Teknologi baterai silikon-karbon membuat energi yang tersimpan bisa meningkat tanpa harus menambah ukuran perangkat secara signifikan.
Honor memang bukan pemain baru di area ini. Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu pelopor awal penggunaan anoda silikon-karbon pada smartphone komersial, yang menggantikan anoda grafit konvensional untuk meningkatkan densitas energi.
Dari data yang beredar, teknologi ini mampu menaikkan densitas energi sekitar 20–30 persen dibanding baterai lithium-ion biasa. Karena itu, ponsel dengan kapasitas 7.000mAh ke atas bisa dibuat tanpa membuat bodi terlalu tebal atau berat.
Apa arti 14.000mAh untuk pengguna
Jika baterai sebesar itu benar-benar hadir, dampaknya akan terasa langsung dalam pemakaian harian. Daya tahan 2–3 hari penuh disebut sangat mungkin tercapai, bahkan untuk penggunaan intensif.
Dalam skenario yang lebih spesifik, baterai tersebut diperkirakan dapat bertahan sekitar 1,5 hari untuk gaming atau streaming 4K nonstop. Untuk pemutaran video lokal, durasinya bahkan disebut bisa menembus lebih dari 30 jam.
Bagi pengguna rata-rata, ini berarti pola isi daya bisa berubah jauh. Ponsel dapat dipakai dari pagi hingga malam dengan sisa daya yang masih nyaman, tanpa kebiasaan wajib membawa power bank ke mana-mana.
Honor juga mengandalkan pengisian cepat
Kapasitas besar saja belum cukup jika proses isi ulang terlalu lama. Di sisi ini, Honor dinilai sudah memiliki bekal karena perusahaan tersebut telah membekali sebagian perangkatnya dengan fast charging 100W+.
Dengan kombinasi seperti itu, pengisian dari 0% ke 100% disebut bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 30 menit. Artinya, pengguna bisa jarang mengisi daya, tetapi saat melakukannya proses tetap singkat.
Pendekatan ini membuat konsep “no daily charging” terdengar semakin realistis. Ponsel bukan hanya lama dipakai, tetapi juga tidak menyita banyak waktu saat harus dicolok ke charger.
Persaingan baterai ekstrem di industri ponsel
Honor tidak berjalan sendirian dalam perlombaan ini. Xiaomi, OnePlus, dan Huawei juga disebut tengah mengembangkan teknologi baterai generasi berikutnya untuk smartphone mereka.
Xiaomi dilaporkan sudah menguji prototipe dengan baterai 10.000mAh+, Huawei fokus pada baterai solid-state untuk keamanan ekstrem, sedangkan OnePlus menjajaki kombinasi graphene dan silikon untuk pengisian ultra-cepat. Namun, dalam hal kapasitas mentah, Honor tampak paling agresif saat ini.
Masih ada tantangan teknis
Meski menjanjikan, baterai dengan kapasitas ekstrem tetap punya hambatan. Salah satunya adalah manajemen panas, terutama saat pengisian cepat karena kapasitas besar bisa memicu suhu lebih tinggi.
Tantangan lain ada pada umur siklus baterai. Baterai silikon-karbon cenderung mengalami degradasi lebih cepat, sehingga Honor perlu memastikan kapasitasnya masih bertahan di level 80 persen setelah 1.000 siklus.
Aspek regulasi penerbangan juga ikut diperhitungkan. Baterai di atas 100Wh dilarang dibawa di kabin pesawat, tetapi kapasitas 14.000mAh pada 3,85V masih berada di kisaran sekitar 54Wh, sehingga tetap aman untuk penerbangan komersial.
Kapan bisa hadir di pasar
Belum ada tanggal resmi untuk perangkat dengan baterai ini, tetapi pengujian produksi yang sudah berjalan memberi sinyal kuat bahwa langkah komersialnya semakin dekat. Kandidat yang disebut-sebut bisa menjadi pembawa teknologi ini adalah Honor X80 Pro Max atau penerusnya.
Jika semua berjalan sesuai arah pengembangan saat ini, peluncuran komersial bisa terjadi akhir 2026 atau awal 2027. Bila itu terwujud, Honor berpeluang mengubah standar baru daya tahan smartphone di pasar global.







