Apple kini berada di titik yang berpotensi mengubah harga sejumlah produknya. Tekanan terbesar datang bukan dari desain atau chip pemrosesan, melainkan dari biaya memori yang melonjak tajam dalam waktu singkat.
Sinyal itu makin kuat setelah Tim Cook mengakui bahwa kenaikan harga produk menjadi langkah yang “tidak dapat dihindari”. Di saat yang sama, pasar memori untuk perangkat konsumen juga ikut terhimpit oleh lonjakan permintaan dari industri kecerdasan buatan.
Biaya memori naik sangat cepat
Pembocor teknologi Ice Universe mengungkap lewat platform X bahwa harga memori LPDDR5X 12GB naik tajam dalam satu kuartal. Mengacu data firma riset pasar SigmaIntell, harganya bergerak dari sekitar US$77,1 pada kuartal pertama menjadi US$145,9 pada kuartal kedua 2026.
Kenaikan itu setara sekitar US$68,8 atau hampir 89 persen. Lonjakan seperti ini dinilai dapat menekan biaya produksi smartphone secara signifikan, termasuk perangkat premium dengan kebutuhan komponen yang besar.
Ice Universe menilai banyak perhatian selama ini tertuju pada mahalnya chip pemrosesan canggih. Padahal, biaya memori yang terus naik bisa menjadi beban yang jauh lebih besar bagi produsen perangkat.
Tekanan pasokan dari boom AI
Menurut Tim Cook, salah satu pemicu utama naiknya harga memori adalah meningkatnya kebutuhan AI. Produsen chip disebut mengalihkan lebih banyak kapasitas produksi ke memori bandwidth tinggi atau HBM yang digunakan di server AI.
Akibatnya, pasokan memori untuk perangkat konsumen menjadi lebih terbatas. Persaingan untuk memperoleh komponen DRAM dan NAND yang dipakai di iPhone, iPad, dan Mac pun semakin ketat.
Cook menyebut kondisi ini sebagai sesuatu yang belum pernah ia temui selama lebih dari 40 tahun berkecimpung di industri teknologi. Ia juga menjelaskan bahwa Apple selama ini berusaha menyerap kenaikan biaya komponen agar tidak langsung dibebankan ke pelanggan.
Harga iPhone dan lini Apple lain ikut tertekan
Meski begitu, Cook menegaskan bahwa situasinya kini sudah tidak lagi berkelanjutan. Dalam wawancara eksklusif bersama The Wall Street Journal, ia mengatakan Apple sudah mencoba melindungi pelanggan, tetapi penyesuaian harga menjadi tak terelakkan.
Apple belum menyebut kapan kenaikan itu akan diumumkan, produk mana saja yang terdampak, dan seberapa besar penyesuaiannya. Namun tekanan biaya memori membuat pasar mulai memperkirakan bahwa langkah tersebut bisa segera terjadi.
Beberapa analis menilai seri iPhone 18 yang diperkirakan hadir pada September 2026 bisa menjadi titik awal perubahan harga. Model Pro bahkan disebut berpotensi mengalami penyesuaian lebih besar jika Apple ingin mempertahankan margin keuntungan saat ini.
iPad dan Mac juga masuk zona risiko
Dampak kenaikan biaya ini tidak hanya mengarah ke iPhone. Lini iPad dan Mac juga berpotensi ikut terdorong naik karena sama-sama bergantung pada komponen memori dan penyimpanan.
Dengan kondisi pasokan yang ketat dan harga komponen yang terus menanjak, Apple menghadapi ruang gerak yang lebih sempit dalam menjaga harga tetap stabil. Jika tren ini berlanjut, konsumen mungkin akan melihat harga perangkat Apple yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang, terutama saat generasi produk berikutnya mulai meluncur.
