Pelaku judi online kini mengubah cara promosi dengan membanjiri kolom komentar media sosial menggunakan bot otomatis. Pola ini menyasar akun-akun dengan interaksi tinggi dan dilakukan serentak di berbagai platform agar pesan promosi lebih cepat menjangkau pengguna.
Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut tren spam komentar yang mempromosikan judol naik hingga 128%. Praktik tersebut tidak lagi terbatas pada satu kanal, melainkan menyebar bersamaan di sejumlah media sosial.
Bot memantau aktivitas secara real time
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan, pelaku memakai bot yang dapat memantau aktivitas media sosial secara real time. Sistem itu lalu mendeteksi akun yang sedang mengalami lonjakan interaksi dan otomatis mengirim ribuan komentar promosi dalam waktu bersamaan.
Pola ini membuat promosi judol terlihat seolah datang dari banyak akun, padahal sumbernya bergerak secara terkoordinasi. Cara tersebut juga membuat spam lebih sulit dibendung karena muncul cepat dan tersebar di banyak unggahan yang sedang ramai dibicarakan.
Akun dengan engagement tinggi jadi sasaran utama
Kemenkomdigi menemukan 52% spam komentar menyasar akun influencer daerah yang punya engagement tinggi. Setelah itu, 31% diarahkan ke akun instansi pemerintah, 12% ke media massa, dan 5% ke tokoh publik atau politisi.
Pemilihan sasaran ini berkaitan dengan jangkauan audiens yang luas. Akun resmi pemerintah dan tokoh publik juga dinilai lebih sulit diblokir, sehingga dimanfaatkan sebagai tempat menyebarkan spam secara masif.
Meutya mengatakan pelaku tidak lagi bergantung pada satu platform. “Mereka menyerang lima platform sekaligus dan menyasar akun-akun dengan engagement tinggi karena dianggap lebih efektif menjangkau calon korban,” ujarnya.
Sebaran paling banyak ada di TikTok
Hasil pemantauan Kemenkomdigi menunjukkan spam komentar judol paling banyak ditemukan di TikTok dengan porsi 35%. Facebook menyusul dengan 28%, lalu Instagram 22%, YouTube 10%, dan X sebesar 5%.
Sebaran itu menunjukkan bahwa penindakan tidak cukup dilakukan pada satu platform saja. Pola promosi yang berpindah dan menyebar lintas layanan membuat pengawasan harus dilakukan secara serentak dan berlapis.
Pemerintah bentuk langkah bersama dengan platform digital
Untuk merespons modus baru ini, Kemenkomdigi bekerja sama dengan Meta membentuk tim khusus yang fokus menangani promosi judol lewat spam komentar. Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan Meutya Hafid dengan perwakilan Meta Asia Tenggara Syarim Aziz dan perwakilan Meta Indonesia Bernie.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas kepatuhan terhadap regulasi pemerintah, tetapi juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat penanganan bersama terhadap penyebaran spam yang makin masif. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat deteksi dan penanganan konten promosi judol di ruang digital.
Upaya itu juga akan diperluas dengan menggandeng platform digital lain dan sejumlah instansi terkait. Kemenkomdigi telah berkoordinasi dengan Kepolisian, PPATK, OJK, dan BSSN untuk memperkuat pengawasan serta penanganan terhadap jaringan promosi judol yang memanfaatkan bot otomatis di kolom komentar media sosial.
Source: www.beritasatu.com






