OnePlus masih punya daya tarik kuat di tengah persaingan ponsel Android yang makin padat. Banyak pengguna tetap melirik brand ini karena identitasnya jelas, terutama lewat OxygenOS, performa tinggi di harga yang relatif terjangkau, dan beberapa fitur yang terasa berguna dalam pemakaian harian.
Salah satu alasan paling sering muncul adalah pengalaman isi daya yang sangat cepat. SuperVOOC memungkinkan arus listrik meningkat tanpa harus menaikkan tegangan, sehingga proses pengisian bisa berlangsung kencang dengan tekanan panas yang lebih terkendali.
Isi daya cepat yang jadi pembeda
Kecepatan maksimal SuperVOOC hanya bisa dicapai dengan charger dan kabel khusus bawaan. Aksesori itu biasanya tidak ikut dalam paket pembelian, sehingga pengguna perlu membelinya terpisah jika ingin merasakan kecepatan penuh.
Saat charger atau kabel biasa dipakai, sistem akan membatasi pengisian pada level aman. Desain ini membuat beban panas dan arus besar berpindah ke charger dan kabel khusus, sementara baterai dual-cell membantu pengisian tetap cepat tanpa memberi tekanan berlebih pada baterai.
Ruang khusus untuk merapikan layar utama
Fitur lain yang banyak disukai adalah OnePlus Shelf. Fitur ini memberi ruang khusus di home screen untuk widget, aplikasi yang dipin, catatan, dan memo, sehingga tampilan utama terasa lebih rapi dan mudah diatur.
Shelf juga bisa dipakai untuk pencarian cepat dan kalkulator sederhana. Setiap kartu di dalamnya bisa dipindahkan dan diubah ukurannya, jadi pengguna bisa menyesuaikan tampilan sesuai kebutuhan masing-masing.
Meski begitu, ada batasan pada dukungan widget pihak ketiga. Pengguna tetap bisa memanfaatkan widget bawaan seperti kontrol media Spotify, pelacak langkah dari OnePlus Health, serta informasi cuaca, penyimpanan, dan penggunaan data.
Baterai besar yang mendukung pemakaian panjang
OnePlus juga dikenal punya daya tahan baterai yang solid. Reputasi itu makin kuat sejak hadirnya OnePlus 13 yang memakai teknologi baterai silicon-carbon dengan kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion biasa.
Dampaknya terlihat pada perangkat terbaru seperti OnePlus 15 yang membawa baterai 7,300mAh dengan bodi tetap ramping. Kapasitas sebesar itu membuat ponsel ini terlihat sangat siap untuk pemakaian panjang, terutama bagi pengguna yang aktif bermain game atau menjalankan aplikasi berat.
Kapasitas OnePlus 15 juga disebut jauh meninggalkan Google Pixel 10 Pro yang membawa baterai 4,870mAh. Untuk pemakaian ringan, kapasitas 5,000mAh atau sedikit di bawahnya masih tergolong cukup, tetapi ruang ekstra tetap memberi nilai tambah yang terasa.
OxygenOS yang seimbang antara simpel dan kaya fitur
Banyak pengguna juga menyukai OxygenOS karena posisinya berada di tengah antara tampilan minimalis dan fitur yang melimpah. Sistem ini sering dipandang memadukan kesederhanaan ala Pixel UI dengan kekayaan fitur seperti OneUI, sambil tetap menjaga animasi yang halus dan opsi kustomisasi yang dalam.
Sejumlah pengguna bahkan menilai tampilan OxygenOS kini makin mendekati iOS, terutama sejak OxygenOS 16. Di sisi lain, ada juga kritik bahwa versi terbaru terasa lebih berat dibanding versi lama yang lebih dekat ke Android stock.
Meski begitu, OnePlus disebut mulai merespons masukan pengguna. OxygenOS kini dinilai kembali mendapat apresiasi karena tetap membawa UI khas OnePlus, performa yang lebih stabil, serta dukungan update OS yang lebih panjang.
