Fire-Boltt tampaknya semakin dekat memasuki pasar smartphone India dengan perangkat pertama yang disebut-sebut bernama Boltt Evo 4G. Nama ini muncul di tengah konfirmasi perusahaan bahwa lini ponselnya akan hadir di bawah merek baru, Boltt, dengan fokus pada seri Evo dan Ace.
Yang membuat kabar ini menarik, perangkat tersebut juga sudah terlihat di Geekbench dengan sejumlah spesifikasi awal. Kemunculan di situs benchmark itu memberi petunjuk lebih jelas soal chipset, RAM, dan sistem operasi yang kemungkinan dibawa ponsel perdana Fire-Boltt tersebut.
Menurut unggahan tipster Abhishek Yadav di X, smartphone pertama Fire-Boltt bisa meluncur dengan nama Boltt Evo 4G. Penamaan itu mengarah pada dukungan jaringan 4G dan posisi produk yang kemungkinan menyasar segmen ponsel terjangkau.
Sebelumnya, tipster yang sama sempat menyebut perangkat ini mungkin memakai Unisoc Tiger T615 (UMS9230E) atau Unisoc Tiger T7250. Namun, daftar benchmark yang belakangan muncul tampaknya mempersempit dugaan itu ke satu chipset yang lebih spesifik.
Petunjuk kuat dari Geekbench
Daftar Geekbench yang muncul melalui 91Mobiles menampilkan nama model Boltt Evo. Entri itu juga menyebut codename motherboard “ums9230_6h10”, yang menjadi salah satu petunjuk utama soal dapur pacu perangkat.
Chipset yang tercantum memiliki frekuensi dasar 1.61GHz. Konfigurasinya terdiri dari CPU octa-core berbasis arsitektur ARMv8, dengan enam inti efisiensi berjalan pada 1.61GHz dan dua inti performa pada 1.82GHz.
Berdasarkan susunan inti dan kecepatan tersebut, chipset itu mengarah ke Unisoc T7250. Ini berarti Boltt Evo 4G kemungkinan akan memakai prosesor entry-level yang memang lazim dipakai pada smartphone kelas anggaran.
Unisoc T7250 sendiri dibuat dengan proses 12nm. Chip ini pertama kali diumumkan pada 2024 dan sudah digunakan di sejumlah ponsel terjangkau, termasuk Realme P4x, Oppo A6c, Poco C81 Pro, dan Itel Zeno 200.
Spesifikasi awal yang mulai terlihat
Selain chipset, listing benchmark itu juga memberi gambaran soal memori dan perangkat lunak. Boltt Evo 4G disebut membawa setidaknya RAM 4GB, sesuai varian yang terdeteksi dalam pengujian.
Untuk sistem operasi, perangkat ini diperkirakan menjalankan Android 16 langsung dari kotak penjualan. Jika informasi ini akurat, Fire-Boltt akan memulai debut smartphonenya dengan software yang tergolong baru untuk kelas perangkat entry-level.
Di Geekbench 6.7.1 untuk Android AArch64, varian RAM 4GB tersebut mencatat skor 440 poin pada pengujian single-core. Pada pengujian multi-core, nilainya mencapai 1.470 poin.
Skor itu belum memberi gambaran lengkap soal pengalaman pemakaian harian. Namun, angka tersebut cukup menunjukkan bahwa Boltt Evo 4G memang dipersiapkan untuk kelas dasar, bukan untuk segmen performa tinggi.
Strategi awal Fire-Boltt di pasar smartphone
Fire-Boltt sebelumnya sudah mengonfirmasi rencana ekspansi ke pasar smartphone India. Langkah ini menandai perluasan bisnis perusahaan yang selama ini lebih dikenal sebagai merek elektronik konsumen dan wearable.
Perusahaan juga telah memastikan portofolio smartphonenya akan terbagi ke dalam seri Evo dan Ace. Kedua lini itu disebut akan mencakup model 4G dan 5G, yang mengindikasikan strategi produk untuk menjangkau beberapa lapisan pasar sekaligus.
Kemunculan nama Boltt Evo 4G memberi sinyal bahwa seri Evo bisa menjadi titik awal untuk masuk ke kategori yang lebih massal. Segmen ini biasanya diisi perangkat dengan harga lebih terjangkau dan spesifikasi yang difokuskan pada kebutuhan dasar pengguna.
Sampai saat ini, spesifikasi resmi perangkat masih belum diumumkan. Belum ada detail tambahan soal layar, kamera, kapasitas baterai, penyimpanan internal, maupun desain yang akan dipakai pada ponsel tersebut.
Nama baru, pasar baru
Penggunaan merek Boltt untuk lini smartphone juga menjadi bagian penting dari strategi Fire-Boltt. Perusahaan tampaknya ingin memisahkan identitas produk ponsel dari lini wearable yang sudah lebih dulu dikenal di pasar.
Dengan kemunculan listing benchmark dan bocoran nama produk, arah perangkat perdana ini kini mulai terlihat lebih jelas. Boltt Evo 4G tampaknya disiapkan sebagai smartphone 4G kelas entry-level dengan RAM 4GB, Android 16, dan chipset Unisoc T7250.
Meski begitu, jadwal peluncuran resminya masih belum diungkap. Fire-Boltt baru memastikan bahwa seri Evo dan Ace akan hadir, sementara detail akhir perangkat pertama mereka masih menunggu pengumuman resmi dari perusahaan.
Source: www.gadgets360.com






