Samsung Galaxy S26 Lebih Pintar dari S25, AI-Nya Kini Bisa Bertindak Sendiri

Samsung Galaxy S26 terlihat membawa lompatan yang lebih terasa dibanding Galaxy S25, bukan sekadar penyegaran tahunan. Fokus utamanya ada pada AI yang lebih proaktif, kamera low-light yang ditingkatkan, serta efisiensi daya dan pengisian yang lebih cepat.

Perubahan ini menempatkan S26 sebagai perangkat yang dirancang lebih intuitif dalam penggunaan harian. Berkat chipset khusus yang lebih bertenaga, Samsung juga menargetkan pengalaman yang lebih stabil saat fitur AI berat bekerja di latar belakang.

AI bergerak dari reaktif ke proaktif

Pada Galaxy S25, AI masih cenderung menunggu perintah pengguna. Di Galaxy S26, Samsung mengarah ke pendekatan “Agentic AI” yang lebih aktif membaca konteks layar dan memberi saran sebelum diminta.

Salah satu fitur yang menonjol adalah AI Now Nudge. Fitur ini menganalisis layar secara real-time dan bisa memberi saran yang relevan, misalnya saat percakapan membahas rencana acara lalu sistem otomatis mengecek kalender.

Integrasi dengan Google Gemini juga diperluas untuk menangani tugas multi-langkah di latar belakang. Pengguna bisa menekan tombol samping untuk memberi perintah suara atau teks yang lebih kompleks, seperti menyusun daftar belanja atau mengatur pesanan makanan.

Circle to Search juga mendapat peningkatan yang lebih praktis. Kini fitur itu mendukung pengenalan multi-elemen, sehingga satu foto outfit bisa diurai menjadi detail tiap item, mulai dari jaket hingga sepatu.

Kamera dibuat lebih kuat di kondisi gelap

Samsung juga mengubah sisi kamera agar S26 lebih unggul dalam situasi minim cahaya. Perombakan hardware ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan Nightography yang sudah jadi salah satu nilai jual seri Galaxy S.

Pada Galaxy S26 Ultra, lensa wide 200MP kini memakai bukaan f/1.4. Samsung menyebut bukaan ini mampu menangkap 47% lebih banyak cahaya dibanding S25 Ultra, sementara lensa telephoto 50MP dengan bukaan f/2.9 diklaim memberi peningkatan cahaya hingga 37%.

Perbaikan juga hadir di kamera depan lewat Advanced Selfie berbasis AI ISP. Pemrosesan ini otomatis menjaga tone kulit dan detail wajah agar tetap natural, termasuk saat pemotretan di bawah lampu buatan atau di lingkungan redup.

Untuk video malam hari, chipset terbaru memungkinkan noise reduction secara real-time. Hasil rekaman jadi lebih bersih dan tidak terlalu dipenuhi grain saat kamera bekerja dalam kondisi gelap.

Baterai dan pengisian ikut dipercepat

Sektor daya mendapat perhatian besar lewat optimasi chipset dan manajemen termal baru. Samsung mengandalkan Snapdragon 8 Elite for Galaxy yang dikustomisasi, dengan peningkatan performa NPU hingga 38% dibanding pendahulunya.

Peningkatan NPU ini penting karena fitur AI berat bisa berjalan tanpa menguras baterai terlalu cepat. Dengan begitu, S26 diposisikan bukan hanya lebih pintar, tetapi juga lebih efisien saat dipakai untuk tugas intensif.

Khusus Galaxy S26 Ultra, Samsung memperkenalkan Super Fast Charging 3.0. Sistem ini memungkinkan baterai terisi dari 0% ke 75% hanya dalam 30 menit.

Untuk menjaga performa tetap stabil, Samsung juga memakai Vapor Chamber yang didesain ulang. Sistem ini membantu mengontrol suhu saat pengisian cepat maupun saat perangkat dipakai untuk gaming dan multitasking AI.

Dukungan software dan keamanan dibuat lebih panjang

Samsung tetap menegaskan komitmen dukungan perangkat lunak jangka panjang untuk seri S26. Pengguna juga disebut mendapat akses awal ke program beta terbaru, termasuk One UI 9 berbasis Android 17.

Selain pembaruan sistem operasi selama bertahun-tahun dan update keamanan berkala, Samsung juga menyiapkan dukungan fitur Galaxy AI terbaru lewat software. Pola ini memperkuat posisi S26 sebagai perangkat yang disiapkan untuk dipakai dalam jangka panjang.

Di sisi keamanan, Knox Vault terus diperkuat bersama fitur Privacy Alerts berbasis machine learning. Sistem ini akan memberi tahu pengguna jika ada aplikasi yang mencoba mengakses data sensitif seperti lokasi atau log panggilan secara tidak wajar.

Dengan kombinasi AI yang lebih aktif, kamera malam yang lebih matang, daya yang lebih efisien, dan dukungan software yang panjang, Galaxy S26 bergerak ke arah smartphone yang lebih komplet. Samsung tampaknya ingin menjadikan generasi ini bukan hanya penerus Galaxy S25, tetapi juga langkah besar menuju pengalaman yang lebih otomatis dan adaptif.

Source: gadgetsquad.id

Terkait