Apple kembali menyesuaikan harga MacBook di Indonesia pada Juli 2026, dan kali ini semua lini ikut terdampak. Kenaikannya terasa dari model paling terjangkau hingga jajaran profesional, dengan selisih yang bergerak dari jutaan rupiah sampai belasan juta rupiah.
Perubahan harga ini penting dicermati karena tidak dipicu model baru. Pemicunya datang dari naiknya biaya komponen memori global, terutama RAM dan storage, yang kemudian ikut mendorong harga laptop premium Apple di berbagai varian.
Kenapa harga MacBook naik
Kenaikan biaya komponen memori menjadi faktor utama di balik penyesuaian harga kali ini. RAM dan media penyimpanan SSD disebut mengalami kenaikan biaya produksi, sehingga dampaknya langsung terasa pada perangkat dengan spesifikasi tinggi.
Efek paling besar muncul pada konfigurasi dengan kapasitas memori besar. Semakin tinggi RAM dan storage yang dipilih, semakin besar pula lonjakan harga yang harus dibayar konsumen.
Daftar harga MacBook terbaru Juli 2026
MacBook Neo menjadi model dengan kenaikan paling ringan. Varian 13 inci 8GB/256GB naik dari Rp10.749.000 menjadi Rp13.499.000, sedangkan varian 13 inci 8GB/512GB naik dari Rp12.999.000 menjadi Rp15.749.000.
Di lini MacBook Air M5, penyesuaian harga terlihat lebih besar. Model 13 inci 16GB/512GB naik dari Rp20.499.000 menjadi Rp25.249.000, sementara versi 13 inci 16GB/1TB naik dari Rp23.999.000 menjadi Rp31.499.000.
Masih di MacBook Air M5, varian 13 inci 24GB/1TB ikut naik dari Rp27.499.000 menjadi Rp35.499.000. Untuk ukuran 15 inci, model 16GB/512GB naik dari Rp24.499.000 menjadi Rp28.999.000, 16GB/1TB dari Rp27.999.000 menjadi Rp35.499.000, dan 24GB/1TB dari Rp31.499.000 menjadi Rp39.499.000.
Rincian MacBook Pro yang ikut terdongkrak
Kenaikan paling tajam terlihat pada MacBook Pro M5. Model 14 inci M5 16GB/1TB naik dari Rp31.499.000 menjadi Rp38.499.000, sedangkan versi 24GB/1TB bergerak dari Rp34.499.000 menjadi Rp42.999.000.
Pada konfigurasi yang lebih tinggi, MacBook Pro 14 inci M5 Pro 24GB/1TB naik dari Rp39.999.000 menjadi Rp49.499.000. Varian 14 inci M5 Pro 24GB/2TB naik dari Rp46.999.000 menjadi Rp59.499.000, sementara 14 inci M5 Max 36GB/2TB naik dari Rp66.499.000 menjadi Rp79.499.000.
Untuk ukuran 16 inci, MacBook Pro 16 inci M5 Pro 24GB/1TB naik dari Rp48.999.000 menjadi Rp58.499.000. Varian 16 inci M5 Pro 48GB/1TB naik dari Rp55.499.000 menjadi Rp70.999.000.
Kenaikan juga menyentuh model kelas atas lainnya. MacBook Pro 16 inci M5 Max 36GB/2TB naik dari Rp73.499.000 menjadi Rp86.999.000, sedangkan 16 inci M5 Max 48GB/2TB naik dari Rp83.499.000 menjadi Rp98.999.000.
Dampak ke pembeli dan pertimbangan sekarang
Bagi calon pembeli, kondisi ini membuat waktu beli menjadi faktor penting. Varian dengan stok lama bisa menjadi opsi yang lebih hemat, terutama bagi pengguna yang memang membutuhkan laptop dalam waktu dekat.
Di sisi lain, MacBook tetap dipandang menarik karena performa tinggi, efisiensi daya, dan nilai jual kembali yang relatif stabil. Untuk kebutuhan harian, varian standar dinilai sudah cukup, tetapi editor video, programmer, dan kreator konten yang menjalankan aplikasi berat masih akan membutuhkan RAM dan storage besar meski harganya kini jauh lebih mahal.
Untuk pengguna yang mengincar MacBook Neo, kenaikannya masih tergolong paling ringan dibanding lini lain. Namun bagi pembeli MacBook Pro dengan konfigurasi besar, tambahan dana yang dibutuhkan bisa mencapai Rp15,5 juta pada varian tertentu.
