Aksi begal yang menyamar sebagai tawaran tumpangan membuat seorang pemuda di Pekanbaru kehilangan iPhone miliknya. Korban, Hengki Prasetiyo, diperkirakan merugi sekitar Rp10 juta setelah menjadi sasaran pengeroyokan di kawasan Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 21.00 WIB di dekat Gereja GPI Eben Haezer. Polisi kini memburu komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan yang diduga berjumlah empat orang dan beraksi secara terencana.
Tawaran tumpangan yang berujung serangan
Sebelum kejadian, korban yang berusia 19 tahun berada di kawasan Ruang Terbuka Hijau Senapelan, Jalan Riau. Ia sudah memesan layanan ojek online Maxim, tetapi sebelum pengemudi datang, seorang pria mendekatinya dan menawarkan tumpangan pulang.
Korban tidak menaruh curiga dan menerima tawaran itu. Pelaku kemudian membawa korban menuju Jalan Nelayan, yang diduga menjadi lokasi eksekusi saat kondisi sekitar relatif sepi.
Setibanya di sana, tiga orang lain datang menggunakan dua sepeda motor. Keempat pelaku diduga langsung mengeroyok korban hingga tak berdaya sebelum merampas iPhone 11 hitam miliknya dan melarikan diri.
Polisi mulai telusuri jejak pelaku
Korban berhasil menyelamatkan diri dan segera menghubungi keluarganya untuk meminta pertolongan. Peristiwa itu juga diketahui seorang saksi berinisial LA, yang kemudian melaporkannya kepada polisi.
Kanit Reskrim Polsek Rumbai, IPTU Rafles, membenarkan laporan dugaan begal tersebut. Ia menyebut penyidik masih mengembangkan kasus untuk mengungkap identitas para pelaku.
"Laporan korban sudah kami terima. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan," ujar IPTU Rafles, Minggu.
Usai menerima laporan, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP. Aparat juga meminta keterangan sejumlah saksi, berkoordinasi dengan Tim Inafis, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Korban dievakuasi, warga diminta waspada
Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat penanganan medis. Polisi tidak mengungkap detail kondisi korban, tetapi memastikan penanganan awal sudah dilakukan setelah kejadian.
Kasus ini kembali menyoroti modus kejahatan jalanan yang memanfaatkan kelengahan calon korban. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah menerima tawaran tumpangan dari orang yang tidak dikenal.
Di sisi lain, penyidik masih menunggu hasil penelusuran dari sejumlah petunjuk lapangan untuk mempersempit identitas para pelaku. Kawasan Rumbai kini menjadi fokus pemeriksaan setelah serangan terjadi di jalur yang disebut cukup sepi pada malam hari.







