Apple disebut-sebut sedang menekan Samsung dari arah yang tak biasa: spesifikasi. Rumor terbaru menyebut seri iPhone 18 akan membawa baterai lebih besar daripada Galaxy S26, dan bahkan berpotensi melampaui Galaxy S27 yang belum hadir.
Situasi ini menarik karena selama bertahun-tahun Apple lebih dikenal mengutamakan pengalaman penggunaan ketimbang berlomba di lembar spesifikasi. Kini, justru Samsung yang terlihat tertinggal di beberapa area penting, terutama baterai dan kecepatan pengisian daya.
Tekanan baru di sektor baterai
Pada lini Galaxy S Ultra, Samsung sudah lama bertahan di angka yang sama. Sejak model pertama pada 2020, seri Galaxy S Ultra terus memakai baterai 5.000 mAh.
Di sisi lain, iPhone 17 Pro Max sudah disebut memiliki baterai 5.088 mAh untuk model eSIM-only. Untuk iPhone 18 Pro Max, kapasitasnya dirumorkan naik ke 5.425 mAh, atau 5.235 mAh pada varian dengan slot SIM fisik.
Kondisi itu membuat posisi Samsung terlihat kurang agresif. Sejumlah laporan sejauh ini menyebut Galaxy S27 Ultra kemungkinan tetap memakai baterai 5.000 mAh atau naik tipis ke 5.200 mAh.
Jika bocoran itu akurat, maka flagship non-lipat Samsung berikutnya bisa meluncur dalam posisi tertinggal dari ponsel Apple yang hadir beberapa bulan sebelumnya. Ini menjadi sorotan karena baterai adalah salah satu aspek yang paling sering dikritik pengguna.
Samsung memang masih mampu menawarkan daya tahan harian yang memadai di kelas flagship. Namun, kritik muncul karena peningkatan kapasitas dinilai berjalan terlalu lambat dibanding ekspektasi pasar.
Ponsel lipat juga ikut disorot
Tekanan tidak berhenti di lini flagship biasa. Pada seri foldable, Samsung juga dinilai terlalu lama mempertahankan kapasitas baterai yang sama.
Galaxy Z Fold 3 hingga Fold 7 sama-sama bertahan di 4.400 mAh. Baru pada seri Fold 8, Samsung dikabarkan akan membawa peningkatan dengan baterai sekitar 5.000 mAh untuk Galaxy Z Fold 8 Ultra dan 4.800 mAh untuk Fold 8 berbodi lebar.
Namun tantangan baru datang dari Apple. Ponsel lipat pertama Apple, yang dirumorkan berbentuk lebar seperti Fold 8 reguler, disebut bisa membawa baterai 5.500 mAh.
Bila angka itu benar, maka bahkan setelah peningkatan pertama dalam lima tahun, foldable Samsung yang sekelas masih bisa tertinggal sekitar 700 mAh. Selisih seperti ini berpotensi menjadi bahan perbandingan yang kuat di pasar premium.
Bukan hanya kapasitas, pengisian daya juga bergerak lambat
Masalah yang disorot bukan cuma ukuran baterai. Kecepatan charging Samsung juga dinilai berkembang terlalu pelan.
Model dasar Galaxy S mentok di 25W selama enam tahun. Varian Plus juga baru mencapai 45W setelah waktu yang tidak singkat.
Apple justru disebut telah memindahkan seluruh lini iPhone 17 ke 40W. Itu menunjukkan perubahan arah yang cukup besar dari perusahaan yang sebelumnya tidak terlalu menonjolkan angka charging di atas kertas.
Cerita serupa terlihat pada wireless charging. Flagship Samsung bertahan di 15W hingga tahun ini, dan sekarang pun hanya Galaxy S26 Ultra yang mendukung 25W wireless charging.
Galaxy S26+ ada di 20W, sementara model dasar masih 15W. Sebaliknya, semua iPhone 17 kecuali iPhone 17e disebut sudah mendukung 25W wireless charging.
Distribusi fitur juga jadi pembeda
Persaingan ini juga menyentuh strategi pembagian fitur. Samsung dinilai masih menahan beberapa fitur tertentu hanya untuk model paling mahal.
Privacy Display saat ini disebut eksklusif untuk Galaxy S26 Ultra. Fold 8 dan Fold 8 Ultra yang akan datang juga dirumorkan belum akan mendapatkan fitur tersebut.
Apple mengambil arah berbeda pada salah satu detail layar. Lapisan anti-glare atau anti-reflective disebut hadir di seluruh model iPhone 17.
Samsung memang punya Gorilla Armor dengan sifat anti-reflektif bawaan, tetapi fitur itu tetap eksklusif di model Ultra sejak debut pada Galaxy S24 Ultra pada 2024. Hingga kini juga belum ada kabar bahwa fitur serupa akan dibawa ke foldable Samsung berikutnya.
Tanda-tanda Samsung mulai merespons
Meski begitu, ada indikasi Samsung mulai bergerak. Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra dirumorkan akan mendapat kamera depan baru 16MP.
Laporan yang sama juga menyebut seluruh model Galaxy S27 bisa saja membawa Privacy Display. Informasi ini memang belum terkonfirmasi, tetapi cukup untuk memunculkan dugaan bahwa Samsung mulai membaca perubahan kompetisi.
Selama bertahun-tahun, Apple kerap dianggap tertinggal dari Samsung dalam urusan baterai, charging, dan layar. Kini, narasinya mulai bergeser karena Apple justru tampak lebih agresif menaikkan spesifikasi dan menyebarkan fitur ke lebih banyak model.
Bagi pasar, perubahan ini bisa berdampak lebih luas daripada sekadar adu angka. Jika langkah Apple benar-benar memaksa Samsung mempercepat pembaruan baterai, charging, dan fitur layar, maka persaingan keduanya berpotensi kembali memberi keuntungan langsung bagi konsumen premium.
