Di pasar smartwatch Android, daya tahan kini jadi pembeda yang paling mudah dirasakan pengguna. Dalam perbandingan antara Samsung dan Google, Samsung terlihat lebih unggul bukan hanya soal bodi yang lebih tangguh, tetapi juga masa dukungan software yang lebih panjang.
Secara umum, smartwatch bisa bertahan hingga lima tahun, meski baterainya biasanya mulai melemah setelah tiga tahun. Di titik itu, umur pakai nyata sering ditentukan oleh seberapa kuat perangkat menghadapi benturan, suhu ekstrem, dan seberapa lama software-nya masih mendapat pembaruan.
Samsung tampil lebih siap untuk pemakaian berat
Pada sisi ketahanan fisik, Galaxy Watch 8 mendapat keunggulan yang jelas dibanding Pixel Watch 4. Keduanya memang sama-sama punya rating IP68, yang berarti tahan debu dan bisa direndam di air sedalam setidaknya 1 meter selama 30 menit, serta sama-sama mengantongi sertifikasi 5ATM untuk ketahanan tekanan air hingga 164 kaki.
Namun, Galaxy Watch 8 juga membawa rating militer MIL-STD-810H. Sertifikasi ini menunjukkan perangkat mengikuti panduan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk ketahanan di lingkungan ekstrem, termasuk suhu tinggi dan rendah, getaran, salt fog, debu, pasir, hingga kelembapan tinggi.
Google tidak tampil lemah di area ini, karena Pixel Watch 4 juga disebut efektif tahan air dan tahan debu. Tetapi dari penilaian ketahanan yang lebih luas, Samsung terlihat punya perlindungan yang lebih meyakinkan untuk penggunaan harian yang keras.
Perbaikan jadi nilai tambah Pixel Watch
Pixel Watch 4 punya satu keunggulan penting yang tidak dimiliki Samsung dalam pembahasan ini: kemudahan servis. Meski tidak membawa rating militer seperti Galaxy Watch 8, perangkat Google ini bisa mengganti baterai dan layar jika terjadi kerusakan.
Itu menjadi nilai plus besar bagi pengguna yang memikirkan umur pakai jangka panjang. Namun, untuk ketahanan murni terhadap benturan dan kondisi ekstrem, Galaxy Watch 8 tetap berada di depan.
Dukungan software ikut menentukan umur pakai
Masalah longevity pada smartwatch tidak berhenti di bodi dan baterai. Software juga punya masa hidup sendiri, dan di sini Samsung kembali unggul karena menawarkan satu tahun pembaruan lebih lama dibanding Google.
Google menjanjikan setidaknya tiga tahun pembaruan untuk Pixel Watch. Janji itu terlihat konsisten pada model awal, karena Pixel Watch generasi pertama yang dirilis pada 2022 menerima pembaruan terakhirnya pada 2025.
Samsung memberi ruang dukungan yang lebih panjang. Galaxy Watch 4 yang dirilis pada 2021 menerima update One UI 8 pada Desember 2025, sehingga total dukungannya mencapai empat tahun.
Mengapa selisih setahun itu penting
Banyak orang mengganti smartwatch bukan karena desainnya usang, tetapi karena perangkat sudah masuk tahap akhir dukungan software. Saat itu, baterai mungkin masih bisa dipakai, tetapi pengguna bisa kehilangan fitur kesehatan terbaru yang justru menjadi alasan utama membeli smartwatch.
Karena itu, tambahan satu tahun dari Samsung terasa berarti. Dukungan yang lebih panjang memberi lebih banyak waktu sebelum perangkat masuk ke fase “legacy”, saat fungsinya mulai tertinggal dari model yang lebih baru.
Arah pilihan jadi cukup jelas
Jika fokusnya adalah ketahanan fisik dan masa pakai software, Samsung lebih kuat di dua sisi sekaligus. Galaxy Watch 8 punya konstruksi yang lebih siap menghadapi kondisi ekstrem, sementara Galaxy Watch 4 menunjukkan bahwa Samsung juga masih memberi perhatian pada perangkat yang sudah mendekati akhir siklus hidupnya.
Google tetap menawarkan smartwatch Android yang kompeten, dan Pixel Watch 4 punya kelebihan pada aspek servis. Tetapi untuk pengguna yang mencari jam tangan Android yang lebih lama bertahan, Samsung saat ini terlihat lebih meyakinkan.







