Samsung Galaxy A27 dan Galaxy A37 terlihat hampir sama di luar, tetapi hasil akhirnya di banyak sisi justru jauh berbeda. Di kelas harga yang kini beririsan, Galaxy A37 muncul sebagai pilihan yang lebih masuk akal untuk kebanyakan pembeli.
Isunya sederhana: kalau dua ponsel ini bisa didapat dengan biaya nyaris setara, mengapa memilih yang lebih lemah? Dari layar, pengisian daya, speaker, kamera, sampai ketahanan bodi, Galaxy A37 punya keunggulan yang cukup jelas.
| Aspek | Galaxy A27 | Galaxy A37 |
|---|---|---|
| Bobot | 200 g | 196 g |
| Dimensi | 162.4 x 78.2 x 7.8 mm | 162.9 x 78.2 x 7.4 mm |
| Layar | 6.7 inci, Super AMOLED, 120Hz, 1080×2340, 800 nits | 6.7 inci, Super AMOLED, 120Hz, 1080×2340, 1246 nits |
| Baterai dan Isi Daya | 5.000 mAh, 25W | 5.000 mAh, 45W |
| Chipset | Snapdragon 6 Gen 3 | Exynos 1480 |
Desain yang Hampir Identik, tapi Beda di Perlindungan
Secara fisik, keduanya nyaris identik. Galaxy A27 sedikit lebih tebal dan lebih berat, sedangkan Galaxy A37 sedikit lebih tinggi dan lebih ringan, tetapi bedanya tipis sekali.
Perubahan desain yang paling terlihat ada di Galaxy A27, yang sudah memakai punch-hole untuk kamera selfie. Itu membuat tampilannya terasa lebih modern dibanding notch tetesan air pada generasi sebelumnya.
Namun, ada satu penurunan penting di A27 yang sulit diabaikan. Ponsel ini hanya membawa sertifikasi IP64, jauh di bawah IP68 milik Galaxy A37.
Keduanya sama-sama memakai Gorilla Glass Victus+ di depan dan belakang, serta rangka plastik di tengah. Kesan di tangan juga solid, tanpa rasa kosong atau lentur yang mengganggu.
Layar Sama Ukuran, tapi Tidak Sama Kelasnya
Samsung memasang panel 6,7 inci Super AMOLED 120Hz dengan resolusi FullHD+ pada kedua ponsel. Secara spesifikasi dasar, keduanya terlihat sangat mirip.
Masalahnya, performa panel yang dipakai ternyata berbeda jauh. Dalam pengujian terstandar, Galaxy A27 hanya mencapai sekitar 800 nits pada pengukuran 75% window, sementara Galaxy A37 berada di sekitar 1.246 nits.
Selisih itu terasa besar saat dipakai di luar ruangan. Untuk puncak 10% window, A27 mencatat 1.090 nits, sedangkan A37 tembus sekitar 1.904 nits.
Di penggunaan harian, A37 juga tampak lebih fleksibel dalam menurunkan refresh rate saat diperlukan. Perbedaannya memang tidak selalu konsisten, tetapi cukup memberi kesan bahwa panel A37 lebih matang.
Baterai Mirip, Pengisian Daya Tidak
Keduanya mengandalkan baterai 5.000 mAh, jadi secara kapasitas tidak ada jarak. Namun, perbedaan chipset dan efisiensi layar membuat hasil daya tahan akhirnya tidak persis sama.
Galaxy A27 unggul pada tes panggilan suara, sementara Galaxy A37 lebih kuat di tiga tes lainnya, terutama penjelajahan web. Keduanya tidak tergolong luar biasa, tetapi sama-sama masih aman untuk penggunaan normal.
Di sisi pengisian, kemenangan A37 jauh lebih tegas. Samsung membekali A37 dengan pengisian 45W, sedangkan A27 hanya 25W.
Hasilnya jelas terlihat pada waktu isi ulang. A27 butuh 88 menit untuk penuh, sementara A37 selesai dalam 72 menit.
Speaker dan Performa Harian
Galaxy A37 juga unggul di speaker karena membawa konfigurasi stereo, meski kanal keduanya berasal dari earpiece yang diperkuat. A27 masih mengandalkan satu speaker dan hasilnya lebih biasa saja.
Dalam tes suara, A37 terdengar lebih lantang dan lebih bersih, dengan panggung suara yang lebih kaya. Keduanya memang tetap punya dukungan Dolby Atmos, equalizer penuh, UHQ upscaler, Adapt Sound, dan Separate App Sound.
Di dalam bodi, Galaxy A27 memakai Snapdragon 6 Gen 3, sedangkan Galaxy A37 memakai Exynos 1480. Keduanya masih berada di kelas yang mirip, dengan performa yang tidak terpaut jauh dalam pemakaian umum.
Benchmark juga menunjukkan hasil yang berdekatan. A27 mencatat AnTuTu 11 885.852, Geekbench 6 2.973, dan 3DMark Wild Life 911, sementara A37 memperoleh 912.055, 3.345, dan 1.035.
A27 punya satu kelebihan praktis yang tidak dimiliki A37, yaitu slot microSD untuk penyimpanan tambahan. Keduanya sama-sama memulai dari 6GB RAM dan 128GB storage, serta memakai UFS 3.1.
Kamera dan Video, A37 Lebih Menarik di Hampir Semua Sisi
Di bagian kamera, perbedaan spesifikasinya lebih mencolok. Galaxy A27 memakai kamera utama 50MP dengan sensor JN1 1/2.76 inci, sedangkan A37 membawa sensor utama yang jauh lebih besar 1/1.56 inci.
A27 juga memakai kamera ultrawide 5MP, turun dari 8MP pada A26. Sementara itu, A37 punya ultrawide 8MP yang menghasilkan output 12MP, ditambah kamera makro 5MP dibanding 2MP di A27.
Untuk foto siang hari, A37 memberi detail yang lebih baik, ketajaman lebih tinggi, dan dynamic range yang lebih lebar. A27 masih punya warna yang enak dilihat, terutama dengan karakter hijau yang lebih hangat.
Di kondisi rendah cahaya, A37 tetap lebih konsisten tajam di kamera utama. Namun pada ultrawide, A27 kadang justru mempertahankan warna lebih baik dalam beberapa adegan.
Kamera selfie pada keduanya sama-sama cukup bagus, meski A37 punya sedikit keunggulan pada dynamic range. Untuk video, A37 kembali lebih lengkap karena selfie camera-nya mendukung 4K30 dan stabilisasi elektronik ikut tersedia di 4K30.
Galaxy A27 tetap bisa merekam 4K30 di kamera utama, tetapi stabilisasi hanya sampai 1080p30. Pada cuplikan video, A37 juga tampil lebih tajam, termasuk di kondisi gelap.
Kalau Harus Memilih, A37 Lebih Aman
www.gsmarena.com menilai Galaxy A37 sebagai pilihan yang lebih baik secara keseluruhan karena peningkatan nyata di layar, pengisian daya, speaker, kamera, video, dan durabilitas. Tambahan performanya memang tidak jauh, tetapi cukup untuk membuat selisih kecil di harga terasa tidak seimbang.
Galaxy A27 tetap punya tempat bagi pengguna yang butuh slot microSD atau menyukai warna kamera utamanya. Jika harganya turun jauh, ponsel ini masih masuk akal, tetapi pada kondisi sekarang A37 jelas lebih lengkap.
Dengan keunggulan yang tersebar di banyak sektor penting, Galaxy A37 menjadi model yang lebih mudah direkomendasikan. Galaxy A27 masih layak dilirik hanya bila kebutuhan penyimpanan tambahan jadi prioritas utama.
Source: www.gsmarena.com






