Lava mulai memanaskan rencana ekspansinya ke Inggris dengan cara yang tidak biasa, yakni menyinggung Samsung secara langsung. Langkah itu muncul lewat akun media sosial khusus untuk pengguna UK, dan pesan yang dipakai jelas dibuat untuk memancing perhatian pasar yang selama ini dikuasai Samsung.
Di bio akun tersebut tertulis “Escape the SAMe cycle,” dengan bagian “SAM” yang merujuk ke Samsung. Pilihan kata itu menunjukkan bahwa Lava ingin menempatkan dirinya sebagai alternatif dari rutinitas yang dianggap terlalu mirip di pasar smartphone Inggris.
Sindiran yang Dibawa ke Kampanye UK
Sejauh ini, Lava sudah mengunggah dua posting di akun tersebut. Unggahan pertama menampilkan layar penuh ikon aplikasi Samsung yang terlihat berantakan, dengan caption yang menyebut kekacauan itu “obviously” bukan milik Anda.
Posting kedua menampilkan sebuah ponsel dengan tiga kamera belakang dan pesan “Buying new shouldn’t feel so… SAMe.” Format komunikasi ini memperlihatkan bahwa Lava tidak sekadar memperkenalkan diri, tetapi juga mencoba membangun identitas merek melalui kontras langsung dengan rival besar.
| Konten Kampanye | Pesan Utama | Fokus Sindiran |
|---|---|---|
| Bio akun UK | “Escape the SAMe cycle” | Samsung sebagai simbol kebiasaan yang berulang |
| Posting pertama | Ikon aplikasi Samsung yang berantakan | Pengalaman yang dianggap tidak rapi |
| Posting kedua | “Buying new shouldn’t feel so… SAMe.” | Ide ponsel baru yang terasa terlalu mirip |
UK Jadi Pasar Internasional Pertama yang Disorot Lava
Lava sebelumnya sudah mengonfirmasi rencana masuk ke pasar Inggris pada 2026. Menurut Managing Director Sunil Raina, langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun merek India yang benar-benar global.
Perusahaan itu memang bukan nama asing di luar India, karena dulu sempat menjual ponsel di Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. Namun Lava menarik diri dari wilayah-wilayah itu untuk fokus kembali ke India, sambil tetap mengekspor ke Nepal dan Bangladesh yang disebut memiliki pangsa pasar berarti untuk merek tersebut.
Dalam liputannya, www.gizmochina.com mencatat bahwa pendekatan Lava di Inggris tampaknya akan tetap mengikuti pola yang sama seperti di India, yakni fokus pada harga menengah. Perusahaan tidak berencana langsung masuk ke segmen premium, karena pertumbuhan terbesarnya di India justru datang dari perangkat kelas menengah.
Harga Menengah Masih Jadi Andalan
Untuk pasar UK, Lava diperkirakan menjaga banderol di kisaran £300, bukan bersaing di kelas flagship. Strategi ini penting karena menunjukkan bahwa perusahaan ingin mengandalkan nilai dan posisi harga, bukan perang spesifikasi di kelas atas.
Lava belum mengumumkan model pertama yang akan dibawa ke Inggris. Namun perusahaan baru saja meluncurkan Agni 4 di India dengan chipset Dimensity dan asisten AI bawaan, sementara Yuva Star 3 menegaskan pendekatan serupa di segmen lebih terjangkau.
Dengan kombinasi kampanye yang menyinggung Samsung dan rencana ekspansi yang lebih terukur, Lava sedang mencoba membangun panggung awal yang berbeda untuk pasar Inggris. Tantangannya kini adalah apakah pendekatan itu cukup kuat untuk menarik perhatian konsumen di tengah dominasi pemain besar yang sudah mapan.
Source: www.gizmochina.com






