Apple semakin sering dikaitkan dengan iPhone lipat pertamanya, dan bocoran terbaru memberi satu detail yang paling menarik perhatian: layar yang nyaris tanpa bekas lipatan. Perangkat yang disebut-sebut sebagai iPhone Ultra itu diklaim bisa hadir dengan panel lipat yang jauh lebih rata dibanding banyak rivalnya.
Jika klaim ini akurat, Apple tampaknya memang sedang menaruh fokus besar pada satu masalah klasik di ponsel lipat, yaitu crease atau lipatan di bagian tengah layar. Menurut laporan dari www.gadgets360.com, perusahaan asal Cupertino itu kini disebut sedang menimbang dua pendekatan manufaktur untuk mengatasinya.
Targetnya Layar Yang Lebih Rata
Tipster Fixed Focus Digital di Weibo, seperti diterjemahkan dari bahasa Mandarin, menyebut iPhone Ultra bisa memiliki layar lipat yang hampir seflat Oppo Find N6. Ia juga menambahkan bahwa bekas lipatannya bisa menjadi salah satu yang paling sulit terlihat di kelas ponsel lipat.
Informasi itu membuat arah pengembangan Apple terlihat cukup jelas. Bukan sekadar menghadirkan perangkat lipat, perusahaan ini tampaknya ingin tampil dengan kualitas panel yang lebih bersih dan minim gangguan visual saat layar dibuka penuh.
| Pendekatan | Deskripsi | Dampak yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Liquid Metal Hinge | Engsel berbahan amorphous metal alloy | Lebih elastis, tetap tahan gores, dan awet |
| Struktur Engsel 3D-Printed | Rancangan engsel berbasis komponen logam cetak 3D | Jumlah komponen bergerak bisa berkurang, struktur lebih rigid, bobot lebih ringan |
Dua Opsi untuk Mengurangi Lipatan
Opsi pertama yang dipertimbangkan Apple adalah liquid metal hinge. Material ini disebut memiliki elastisitas lebih tinggi karena merupakan amorphous metal alloy, tetapi tetap menawarkan ketahanan terhadap goresan dan daya tahan yang baik.
Opsi kedua mengandalkan struktur engsel 3D-printed yang lebih maju. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut komponen logam hasil cetak 3D bisa mengurangi jumlah bagian bergerak di iPhone Ultra, sambil meningkatkan kekakuan struktural dan menekan bobot total perangkat.
Belum ada penjelasan detail tentang bagaimana Apple akan menerapkan salah satu dari dua pendekatan itu. Namun, arah bocoran ini sejalan dengan informasi yang sudah lebih dulu beredar, yang sama-sama menekankan upaya Apple untuk menekan tampilan lipatan di layar.
Desain Tipis dan Harga yang Sangat Tinggi
Jon Prosser dari Front Page Tech sebelumnya mengatakan engsel iPhone Ultra akan dibuat sangat tipis dan “over-engineered” agar panel bagian dalam terasa nyaris tanpa lipatan. Dalam keadaan terlipat, perangkat ini disebut hanya setebal 4,5 mm.
Ketebalan itu menarik karena berarti iPhone Ultra bisa lebih tipis daripada iPhone Air yang memiliki ketebalan 5,6 mm. Jika benar, maka Apple akan masuk ke segmen ponsel lipat dengan fokus yang sangat kuat pada desain tipis sekaligus pengalaman layar yang lebih mulus.
Di sisi harga, Apple belum mengonfirmasi apa pun, tetapi laporan yang beredar menyebut iPhone Ultra bisa dibanderol di atas $2.000 atau sekitar Rs. 1,88,000 di AS. Jika angka itu tepat, perangkat ini akan menjadi iPhone paling mahal yang pernah dijual Apple.
Sejauh ini, iPhone Ultra masih berada di wilayah rumor dan bocoran, tetapi detail yang muncul menunjukkan Apple tidak sekadar ingin ikut pasar ponsel lipat. Perusahaan ini tampaknya ingin masuk lewat pendekatan yang sangat spesifik, yakni layar yang seminimal mungkin meninggalkan bekas lipatan.
Source: www.gadgets360.com






