Dua pendaki asal Lithuania harus dievakuasi dengan helikopter setelah tersesat di pegunungan Tatra, Polandia, usai mengikuti rute yang direkomendasikan ChatGPT. Peristiwa ini kembali menyoroti risiko memakai chatbot artificial intelligence untuk menentukan jalur perjalanan di medan yang tidak sederhana.
Keduanya awalnya ingin menuju kawasan Five Lakes Valley di Pegunungan Tatra. Menurut laporan Cybernews yang dikutip www.beritasatu.com pada Rabu (15/7/2026), mereka meminta ChatGPT mencarikan jalur yang lebih cepat ke lokasi tersebut.
Rute yang justru berbahaya
Alih-alih membawa mereka ke jalur aman, rekomendasi itu mengarahkan ke kawasan Niebieska Turnia dan lintasan Świnicka Ławka. Medan tersebut memerlukan kemampuan panjat tebing dan pengalaman mendaki tingkat lanjut.
Setelah mencapai area itu, keduanya tidak mampu melanjutkan perjalanan maupun kembali ke jalur semula. Kondisi medan yang terlalu berbahaya membuat mereka akhirnya meminta bantuan Tatra Volunteer Search and Rescue atau TOPR.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Asal pendaki | Lithuania |
| Tujuan awal | Five Lakes Valley, Pegunungan Tatra |
| Rute yang direkomendasikan | Niebieska Turnia dan lintasan Świnicka Ławka |
| Pihak penyelamat | Tatra Volunteer Search and Rescue (TOPR) |
| Hasil evakuasi | Diselamatkan dengan helikopter tanpa cedera serius |
TOPR kemudian mengevakuasi keduanya menggunakan helikopter. Keduanya dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera serius.
Bukan kasus pertama
Insiden ini menambah daftar kasus ketika AI memberi rekomendasi perjalanan yang keliru dan membahayakan pengguna. Digital Trends mencatat, pada 2025 sepasang pendaki di British Columbia, Kanada, juga terjebak di kawasan Unnecessary Mountain setelah mengikuti rencana perjalanan yang disusun AI.
Dalam kasus di Kanada itu, mereka tidak membawa perlengkapan memadai dan tidak mempertimbangkan kondisi cuaca. Akibatnya, mereka membutuhkan bantuan tim penyelamat.
Lembaga Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD juga pernah mencatat kasus chatbot AI yang mengarang informasi destinasi wisata. Salah satu contohnya adalah rekomendasi menuju “Sacred Canyon of Humantay” di Peru, lokasi yang ternyata tidak pernah ada.
Source: www.beritasatu.com






