Performa tinggi belum tentu membuat sebuah tablet mampu menggantikan laptop atau smartphone secara penuh. Itulah gambaran penggunaan OnePlus Tablet 2 Pro, perangkat berlabel Pro yang menawarkan tenaga besar tetapi menyisakan sejumlah keterbatasan penting untuk mobilitas.
Tablet ini membawa Snapdragon 8 Elite, RAM hingga 16GB, serta baterai berkapasitas 12.140 mAh. Kombinasi tersebut membuatnya sangat menjanjikan untuk multitasking, pekerjaan harian, hiburan, hingga game berat.
Namun, pengalaman penggunaan selama 30 hari yang dilaporkan techno.viva.co.id menunjukkan bahwa kemampuan mentah bukan satu-satunya faktor penentu kenyamanan. Ada beberapa fitur dasar yang justru absen pada perangkat berdesain premium ini.
Tenaga Besar untuk Kerja dan Hiburan
OnePlus Tablet 2 Pro mengusung layar 13,2 inci dengan resolusi tinggi dan refresh rate 144Hz. Layar lega tersebut mendukung aktivitas seperti mengetik, browsing, serta membuka beberapa aplikasi sekaligus dengan mulus melalui fitur Open Canvas.
Chipset Snapdragon 8 Elite menjadi fondasi utama kemampuan tablet ini saat menjalankan beban kerja berat. Perangkat ini juga tersedia dengan penyimpanan internal 256GB atau 512GB, meski pengguna tidak dapat menambah kapasitas melalui kartu MicroSD.
| Aspek | Yang Ditawarkan | Keterbatasan |
|---|---|---|
| Performa | Snapdragon 8 Elite dan RAM hingga 16GB | Tidak disebut memiliki opsi ekspansi penyimpanan |
| Layar | 13,2 inci, resolusi tinggi, 144Hz | Masih menggunakan panel IPS LCD |
| Keamanan | Face Unlock dan PIN | Tidak ada fingerprint scanner |
| Mobilitas | Konektivitas Wi-Fi dan tethering | Tanpa seluler mandiri serta GPS fisik |
Desain Tipis, tetapi Perlindungannya Terbatas
Dari sisi fisik, tablet ini memakai rangka aluminium dan memiliki ketebalan sekitar 6 mm. Konstruksi tersebut memberi kesan kokoh sekaligus tipis saat digunakan.
Masalahnya, OnePlus tidak menyertakan sensor sidik jari pada perangkat ini. Pengguna hanya mengandalkan Face Unlock atau PIN, yang dapat terasa kurang praktis ketika pencahayaan redup atau tablet berada dalam posisi miring di meja.
Tablet ini juga tidak memiliki sertifikasi IP Rating resmi untuk ketahanan terhadap air dan debu. Kondisi itu membuat pengguna perlu lebih berhati-hati saat membawa perangkat ke area kerja luar ruang atau kafe terbuka.
Layar Cepat yang Belum Menjawab Kebutuhan Kreator
Refresh rate 144Hz membantu tampilan terasa responsif saat bernavigasi dan menjalankan multitasking. Untuk produktivitas umum, panel besar ini tetap menjadi salah satu daya tarik utama perangkat.
Meski demikian, OnePlus masih memakai IPS LCD, bukan AMOLED atau OLED. Saat menonton film bernuansa gelap atau mengedit video dengan kebutuhan kontras tinggi, warna hitam pada panel ini tidak dapat tampil sepekat layar OLED.
Sejumlah pengguna di forum teknologi, termasuk GSMArena, disebut mempertanyakan keputusan tersebut pada tablet varian Pro. Keterbatasan panel ini dapat menjadi pertimbangan bagi kreator multimedia yang membutuhkan kontras lebih dalam untuk pekerjaan visual.
Belum Lepas dari Ketergantungan pada Smartphone
Ketiadaan varian dengan slot SIM membuat OnePlus Tablet 2 Pro tidak dapat terhubung ke jaringan 4G atau 5G secara mandiri. Saat berada di luar jaringan Wi-Fi, perangkat ini bergantung pada tethering dari smartphone untuk mengakses internet.
Absennya cip GPS fisik juga membatasi fungsinya sebagai perangkat navigasi yang berdiri sendiri. Keluhan pengguna mencakup penggunaan tablet sebagai head unit mobil yang memerlukan lokasi akurat.
Untuk kebutuhan penyimpanan data besar, tidak adanya slot MicroSD menjadi batas lain yang perlu diperhitungkan. Hal ini dapat menyulitkan fotografer atau videografer yang rutin memindahkan file mentah berukuran puluhan gigabyte.
Port audio 3,5 mm juga tidak tersedia pada tablet ini. Pengguna perlu memakai perangkat TWS atau membawa dongle USB-C bila ingin menggunakan earphone berkabel.
Dengan performa tinggi dan layar luas, OnePlus Tablet 2 Pro tetap kuat sebagai perangkat pendamping untuk bekerja, bermain, dan menikmati konten. Namun tanpa layar OLED, fingerprint scanner, GPS fisik, serta konektivitas seluler mandiri, posisinya lebih dekat sebagai Tablet Premium Wi-Fi daripada perangkat Pro tanpa kompromi.







