Realme mengubah arah bisnisnya dengan menghentikan pengembangan produk baru di China dan memusatkan perhatian hampir sepenuhnya pada pasar luar negeri. Langkah ini menandai pembagian peran yang lebih tegas antara Realme, OnePlus, dan Oppo.
Bagi pengguna global, perubahan paling terasa bukan hanya soal lokasi peluncuran perangkat. Realme dan OnePlus yang memenuhi syarat nantinya dapat memperoleh opsi pembaruan ke ColorOS milik Oppo.
Pembagian pasar untuk Realme dan OnePlus
Menurut pernyataan resmi Realme, produk dan pembaruan baru merek tersebut selanjutnya terutama akan diarahkan kepada pengguna internasional. Di saat yang sama, pengembangan produk Realme untuk pasar China akan dihentikan sementara.
OnePlus mengambil jalur yang berbeda dalam restrukturisasi ini. Merek tersebut akan lebih berkonsentrasi pada pasar domestiknya di China, sambil tetap memberikan dukungan pembaruan untuk perangkat di India.
Namun, OnePlus disebut menahan peluncuran produk baru di Eropa dan Amerika Utara. Pengaturan tersebut membuat kedua merek saudara ini memiliki wilayah prioritas yang semakin berbeda.
| Merek | Fokus Utama | Kebijakan di Pasar Lain |
|---|---|---|
| Realme | Pasar internasional | Pengembangan produk di China dihentikan sementara |
| OnePlus | China | Pembaruan di India berlanjut, peluncuran baru di Eropa dan Amerika Utara ditahan |
Restrukturisasi ini diumumkan Oppo sebagai upaya merapikan operasi merek-merek saudaranya. Targetnya adalah mengurangi tumpang tindih bisnis dan memberi tiap merek ruang untuk memainkan kekuatan di pasar yang berbeda.
Realme, OnePlus, dan Oppo berada dalam keluarga BBK Electronics. Dengan pembagian tersebut, persaingan internal yang tidak perlu diharapkan bisa berkurang ketika pasar ponsel pintar global semakin ketat.
ColorOS berpotensi menjadi fondasi bersama
Perubahan strategi ini juga menyentuh sisi perangkat lunak. Perangkat Realme dan OnePlus yang memenuhi syarat di berbagai negara akan memiliki pilihan untuk memperbarui sistemnya ke ColorOS.
Langkah itu menunjukkan arah penyatuan tiga antarmuka Android yang selama ini dipakai oleh merek-merek tersebut, yakni ColorOS, OxygenOS, dan realme UI. Ke depan, banyak perangkat dari ketiga merek itu berpotensi langsung hadir dengan ColorOS sejak awal.
Penyederhanaan platform ini melanjutkan penggabungan OxygenOS dan ColorOS yang sudah terjadi pada 2021. Bagi Oppo, mengelola satu fondasi perangkat lunak dapat mengurangi pekerjaan yang berulang di antara beberapa tim pengembangan.
Efisiensi tersebut juga berpotensi membantu perusahaan menghadirkan fitur dan patch keamanan lebih cepat. Penghematan sumber daya menjadi pertimbangan penting ketika biaya pengembangan perangkat lunak terus berjalan pada banyak lini perangkat.
Dampaknya bagi pengguna belum tentu sama
Pengguna yang mengutamakan konsistensi antarmuka dan pembaruan lebih cepat dapat melihat penyatuan ini sebagai keuntungan. Dukungan sistem yang lebih terpusat berpeluang membuat pengalaman antarperangkat Realme, OnePlus, dan Oppo lebih seragam.
Di sisi lain, pengguna yang terbiasa dengan karakter OxygenOS mungkin tidak langsung menyambut perubahan itu. Identitas antarmuka yang sebelumnya membedakan OnePlus dapat terasa semakin dekat dengan ColorOS.
Realme sendiri sebelumnya sudah makin terintegrasi dengan Oppo, termasuk dalam pemanfaatan jaringan layanan purnajual di pasar seperti India. Menurut Gizmochina, arah baru ini memperlihatkan upaya Oppo untuk menyatukan operasi, pasar, dan pengembangan perangkat lunak dalam satu strategi yang lebih ringkas.
Rincian perangkat mana yang memenuhi syarat untuk beralih ke ColorOS belum dijelaskan. Karena itu, pengguna Realme dan OnePlus masih perlu menunggu informasi lanjutan mengenai cakupan pembaruan pada masing-masing perangkat.
Source: www.gizmochina.com






