Apple sedang bersiap untuk mengungkap pembaruan besar untuk sistem operasinya, iOS 19, yang dijadwalkan akan diperkenalkan dalam gelaran Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) 2025. Perubahan yang diharapkan tidak hanya meliputi fungsi-fungsi baru, tetapi juga penamaan yang mungkin berubah signifikan, di mana Apple berencana untuk menyebut sistem operasinya berdasarkan tahun rilis alih-alih nomor versi. Misalnya, iOS 19 akan diubah menjadi iOS 26 untuk pengeluaran tahun depan.
Menurut laporan dari Bloomberg, perubahan ini tidak hanya terbatas pada iOS. Sistem operasi lain seperti iPadOS dan macOS juga akan mengikuti pola penggunaan penamaan berbasis tahun, mirip dengan cara penamaan model mobil. Langkah ini mencerminkan upaya Apple untuk menyegarkan branding dan memberikan citra modern pada produk-produk mereka.
Desain iOS 19 diperkirakan menjadi yang paling signifikan sejak iOS 7, dengan nama yang digunakan adalah Liquid Glass. Desain baru ini akan mengambil inspirasi dari perangkat Vision Pro, yang menampilkan elemen visual transparan dan ikon aplikasi berbentuk lingkaran. Pembaruan ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman visual yang lebih menyeluruh di seluruh ekosistem Apple, termasuk di CarPlay.
Selain perubahan mendasar pada desain, aplikasi-aplikasi penting seperti Phone App dan Safari akan mengalami pembaruan besar. Pada Phone App, pengguna akan menemukan tampilan yang mengintegrasikan kontak favorit, riwayat panggilan, dan pesan suara dalam satu halaman yang lebih mudah diakses. Sementara itu, Safari akan menghadirkan bilah alamat yang transparan, meningkatkan estetika antar-muka.
Apple juga tampaknya membidik sektor gaming dengan memperkenalkan aplikasi khusus yang akan menggabungkan Apple Arcade dengan konten dari App Store. Aplikasi ini diharapkan menjadi pusat untuk aktivitas gaming, termasuk pencapaian, papan peringkat, dan rekomendasi game. Rumor ini muncul setelah Apple melakukan akuisisi studio game RAC7, yang menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memperluas tawaran mereka di dunia gaming.
Dalam hal kecerdasan buatan, iOS 19 diharapkan menghadirkan berbagai fitur AI yang inovatif. Salah satunya adalah asisten kesehatan pribadi yang dapat memberikan saran gaya hidup berdasarkan data pengguna yang dikumpulkan dari aplikasi Health. Aplikasi ini akan mendorong pencatatan makanan dan minuman, membantu pengguna untuk lebih sadar akan pola kesehatan mereka.
Fitur manajemen baterai berbasis AI juga menjadi sorotan, yang akan menganalisis pola penggunaan dan menyesuaikan performa perangkat untuk menghemat daya. Ada juga kemungkinan akan ada ikon baru pada layar kunci untuk menunjukkan estimasi waktu pengisian baterai, yang tentunya akan memudahkan pengguna.
Kemampuan reverse wireless charging tengah dalam tahap pengujian di iPhone 17 Pro, memberikan opsi bagi pengguna untuk mengisi ulang AirPods atau Apple Watch secara langsung dari smartphone mereka. Di sisi aplikasi Messages, dukungan AI untuk menerjemahkan pesan otomatis ketika pesan masuk diperkirakan akan ditambahkan. Selain itu, pengguna dapat menambahkan gambar latar belakang untuk memperkaya pengalaman berchatting.
Apple juga berencana untuk menghadirkan aplikasi Preview ke perangkat iPhone dan iPad, memungkinkan pengguna mengedit dan memberi catatan pada file PDF secara langsung. Ini sebelumnya hanya tersedia di macOS dan kini diperluas ke iOS sebagai bagian dari strategi integrasi.
Fitur Genmoji juga sedang dalam tahap penyempurnaan kecil, memungkinkan pengguna untuk menggabungkan emoji yang ada menjadi kombinasi baru. Meski Apple telah memperlihatkan fitur baru untuk Siri yang lebih kontekstual tahun lalu, tampaknya rilis fitur-fitur tersebut akan ditunda, menjadikan fokus utama kali ini lebih pada desain dan fitur berbasis AI.
Dengan serangkaian inovasi yang sudah dipersiapkan, banyak yang berharap bahwa iOS 19 akan membawa perubahan signifikan bagi pengguna Apple di seluruh dunia.





