iPad Pro M5 menawarkan tenaga komputasi besar dalam bodi yang sangat tipis, tetapi daya tahan baterai menjadi catatan penting sebelum perangkat premium ini dibeli. Ketipisan sekitar 5,1 mm memang membuatnya mudah dibawa, namun juga membatasi ruang untuk kapasitas baterai yang lebih besar.
Catatan tersebut terasa relevan bagi calon pembeli yang ingin mengganti laptop dengan tablet ini untuk bekerja seharian. Analisis Paul Thurrott di Thurrott.com menilai baterai di penggunaan nyata dapat lebih cepat terkuras dibandingkan MacBook Air.
Harga iPad Pro M5 juga menempatkannya di segmen yang sangat selektif. Varian termurahnya berada di kisaran Rp20 jutaan hingga Rp25 jutaan, tergantung wilayah dan konfigurasi yang dipilih.
Layar Sangat Terang, Bisa Redup hingga 1 Nit
Nilai jual utama iPad Pro M5 berada pada layar Tandem OLED Ultra Retina XDR. Teknologi ini menumpuk dua panel OLED untuk menghasilkan tingkat kecerahan HDR puncak hingga 1.600 nit.
Spesifikasi resmi Apple Indonesia yang dikutip techno.viva.co.id menyebut panel tersebut tetap menjadi fondasi visual iPad Pro M5. Layar ini ditujukan untuk kebutuhan yang mengandalkan tampilan kontras tinggi dan akurasi warna.
Di sisi lain, layar itu tidak hanya dirancang untuk kondisi terang. Ulasan penggunaan jangka panjang menunjukkan iPad Pro M5 dapat menurunkan kecerahan hingga 1 nit, sehingga lebih nyaman dipakai di ruangan gelap.
Fitur tersebut memberi ruang lebih besar bagi pengguna yang membaca, menyunting, atau menikmati konten pada malam hari. Teknologi ProMotion adaptif hingga 120Hz juga membuat perpindahan antarmuka dan navigasi menu terasa lebih mulus.
Tenaga M5 dan RAM Lebih Besar
Apple membekali perangkat ini dengan chip M5 yang tersedia dengan CPU hingga 10-core dan GPU 10-core. Peningkatan tidak hanya berada pada prosesor, melainkan juga pada kapasitas Unified Memory untuk mendukung pekerjaan yang lebih berat.
| Varian Penyimpanan | Unified Memory | Fokus Penggunaan |
|---|---|---|
| 256GB dan 512GB | 12 GB | Menopang kebutuhan AI lokal dan aplikasi profesional |
| 1TB dan 2TB | 16 GB | Ruang memori lebih besar untuk beban kerja tingkat lanjut |
Kenaikan standar memori ini penting karena iPad Pro M5 diarahkan untuk menjalankan fitur Apple Intelligence berbasis AI lokal. Neural Accelerators pada chip tersebut menjadi bagian dari upaya perangkat memproses tugas AI langsung di perangkat.
Menurut ulasan Fstoppers yang disebut techno.viva.co.id, pemrosesan Large Language Models atau LLM secara lokal dapat berjalan instan tanpa kendala lag. Kemampuan ini menjadi salah satu pembeda bagi pengguna yang memerlukan komputasi AI tanpa terlalu bergantung pada koneksi internet.
Performa penyimpanan juga disebut meningkat dengan kecepatan baca-tulis hingga dua kali lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Dukungan itu membantu pengeditan video ProRes multi-stream di aplikasi profesional berjalan lebih lancar.
Wi-Fi 7 untuk Alur Kerja Profesional
iPad Pro M5 membawa pembaruan di sektor konektivitas melalui chip jaringan internal Apple N1. Komponen ini mendukung Wi-Fi 7 serta Bluetooth 6 untuk kebutuhan transfer data dan sambungan perangkat nirkabel.
Dukungan Wi-Fi 7 dapat berguna saat memindahkan file video berukuran besar atau melakukan sinkronisasi dengan layanan komputasi awan. Apple menempatkan konektivitas ini sebagai bagian dari kebutuhan profesional yang menuntut jaringan lebih stabil dan aman.
Namun, spesifikasi tinggi tersebut belum sepenuhnya menjawab soal pemanfaatan tenaga chip M5. iPadOS 26 memang membawa pengelolaan jendela atau windowing yang lebih fleksibel, tetapi sistem operasinya masih dinilai belum mengeksplorasi seluruh potensi silikon M5.
Keterbatasan ini penting diperhatikan oleh pengguna yang berharap iPad Pro M5 bekerja persis seperti laptop. Perangkat tersebut menawarkan produktivitas portabel yang kuat, tetapi pengalaman kerja tetap bergantung pada fleksibilitas aplikasi dan iPadOS.
Siapa yang Paling Cocok Membelinya
iPad Pro M5 lebih masuk akal bagi pekerja kreatif yang membutuhkan layar dengan akurasi warna tinggi, performa AI lokal, serta mobilitas maksimal. Kombinasi layar Tandem OLED, chip M5, dan bodi tipis membuatnya menonjol di kelas tablet premium.
Bagi pengguna kasual yang hanya memerlukan tablet untuk hiburan, harga iPad Pro M5 dapat menjadi pertimbangan besar. Lini iPad Air bermesin M4 disebut sebagai alternatif yang lebih ramah di kantong untuk kebutuhan tersebut.
Calon pembeli juga perlu menimbang pola penggunaan harian sebelum memilih konfigurasi penyimpanan dan memori. Kapasitas 12 GB pada varian 256GB dan 512GB sudah menjadi peningkatan, sedangkan varian 1TB dan 2TB menawarkan 16 GB Unified Memory.
Dengan demikian, daya tarik terbesar iPad Pro M5 terletak pada layar, performa, dan portabilitasnya. Namun, ketahanan baterai serta ruang gerak iPadOS 26 tetap menjadi dua faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum investasi di kelas Rp20 jutaan hingga Rp25 jutaan.







