OnePlus Tinggalkan Eropa dan Amerika Utara, Pengguna Lama Masih Dapat Dukungan

OnePlus resmi akan menghentikan penjualan perangkat baru di Eropa dan Amerika Utara, dua pasar internasional terbesar yang selama ini digarap merek tersebut. Keputusan ini menjadi perubahan besar setelah OnePlus hadir di kedua wilayah itu selama lebih dari satu dekade.

Perusahaan menyatakan pengguna OnePlus yang sudah ada tetap akan memperoleh pembaruan perangkat lunak dan layanan purnajual. Namun, konsumen di Eropa dan Amerika Utara tidak akan lagi mendapatkan perangkat OnePlus baru pada masa mendatang.

Fokus bisnis OnePlus kini akan dialihkan ke China dan India, dua wilayah tempat operasionalnya disebut tetap berjalan seperti biasa. Di pasar Barat, Oppo diperkirakan akan mengambil peran yang lebih besar setelah penarikan OnePlus tersebut.

Perubahan Besar di Pasar Ponsel Global

Langkah OnePlus terjadi di tengah pekan yang dipenuhi kabar penting dari sejumlah produsen smartphone besar. Selain perubahan strategi OnePlus, Xiaomi memperkenalkan Redmi Note 17 dan Redmi Note 17 Pro di China dengan kapasitas baterai yang sangat besar.

Menurut GSM Arena, Redmi Note 17 membawa baterai 8.000 mAh, sedangkan Redmi Note 17 Pro menggunakan baterai 9.000 mAh. Kedua angka itu menempatkan seri tersebut di antara smartphone dengan kapasitas baterai terbesar yang pernah diperkenalkan.

ModelBateraiLayarHarga Awal China
Redmi Note 178.000 mAh7 inci, OLED 120HzCNY 1.199
Redmi Note 17 Pro9.000 mAh6,83 inci, OLED 120HzCNY 1.599

Kedua perangkat Redmi tersebut juga mengusung ketahanan debu dan air IP69, Android 16 berbasis HyperOS, serta chipset Qualcomm. Xiaomi menyebut baterai pada keduanya dirancang untuk bertahan hingga 1.600 siklus pengisian daya.

Redmi Note 17 Pro mendapat pembeda tambahan berupa kamera utama 200 MP dan pengisian daya 67W. Kedua model sudah dijual di China, tetapi ketersediaan globalnya belum diumumkan.

Samsung Bersiap Menggelar Galaxy Unpacked

Samsung juga menjadi pusat perhatian menjelang acara Galaxy Unpacked pada 22 Juli. Render yang tampak resmi memperlihatkan Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Flip8, Galaxy Watch9, dan Galaxy Watch Ultra2 dalam sejumlah pilihan warna baru.

Bocoran spesifikasi menunjukkan Galaxy Z Fold8 Ultra akan menjadi model paling premium dalam keluarga ponsel lipat tersebut. Perangkat itu disebut dapat membawa layar lebih besar, kamera utama 200 MP, RAM hingga 16 GB, serta baterai yang lebih besar dibandingkan model standar.

Galaxy Z Fold8 reguler dikabarkan memakai layar sampul yang lebih lebar agar pengalaman penggunaan terasa lebih menyerupai smartphone konvensional. Kedua model Fold8 diperkirakan akan menggunakan chipset flagship Qualcomm terbaru.

Di sisi lain, rumor mengenai perubahan desain besar pada Galaxy S27 Ultra mulai diragukan. Samsung disebut masih mempertahankan rancangan yang dekat dengan Galaxy S26 Ultra, termasuk kemungkinan tetap memakai cincin kamera terpisah alih-alih modul kamera horizontal.

Pixel 11 Muncul Menjelang Pengumuman Agustus

Google juga menghadapi gelombang bocoran untuk Pixel 11 menjelang acara Made by Google yang dijadwalkan pada 12 Agustus. Seri ini diperkirakan mencakup Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold.

Listing ritel awal yang beredar mengindikasikan Pixel 11 versi dasar akan dibuka dari US$899 dengan penyimpanan 256GB. Model standar disebut memiliki layar OLED 6,3 inci, RAM 12GB, dan baterai yang mendekati 5.000 mAh.

PerangkatInformasi yang BeredarJadwal Pengungkapan
Pixel 11Mulai US$899, 256GB, OLED 6,3 inci, RAM 12GB12 Agustus
Pixel 11 Pro dan Pro XLLayar lebih besar, memori tambahan, kamera ditingkatkan12 Agustus
Pixel 11 Pro FoldTermasuk dalam lini yang diperkirakan diumumkan12 Agustus

Keluarga Google Pixel 11 disebut akan memakai Tensor G6 berfabrikasi 2nm dan modem baru hasil pengembangan MediaTek. Perubahan ini diharapkan membawa efisiensi, kemampuan AI, dan konektivitas yang lebih baik, meski seluruh detailnya baru akan teruji saat Google melakukan pengumuman resmi.

Source: www.gsmarena.com
Terkait