Tablet AI Flagship Makin Menggoda, Namun Laptop Belum Bisa Dipensiunkan

Author: Qoo Media

Tablet flagship dengan kecerdasan buatan kini semakin mendekati peran laptop untuk pekerjaan harian. Dalam pengujian penggunaan selama sepekan, perangkat ini mampu menangani dokumen, rapat, analisis data, hingga multitasking tanpa perlu bergantung pada laptop.

Perubahan terbesar datang dari AI yang terintegrasi langsung ke alur kerja. Tablet tidak lagi hanya diposisikan sebagai perangkat konsumsi media atau kanvas menggambar, melainkan dapat menjadi mesin kerja ringkas bagi pekerja hybrid.

Menurut techno.viva.co.id, pengujian difokuskan pada aktivitas yang umum dilakukan manajer, jurnalis, dan eksekutif. Aktivitas tersebut mencakup pengolahan dokumen, pencatatan rapat otomatis, serta menjalankan beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan.

AI Memangkas Waktu Membuat Notulen

Salah satu manfaat paling terasa ada pada pencatatan rapat. Fitur seperti Note Assist dan Transcript Assist dapat merekam suara, mengenali pembicara, mengubah percakapan menjadi teks, lalu menyusun ringkasan poin-poin utama secara real-time.

Alur ini mengurangi kebutuhan mengetik notulen secara manual setelah rapat selesai. Proses yang biasanya dapat menyita waktu hingga satu jam disebut dapat dipersingkat menjadi hitungan detik untuk menghasilkan ringkasan awal.

Dukungan Neural Processing Unit atau NPU generasi baru menjadi fondasi untuk pemrosesan AI tersebut. Kehadirannya membuat fungsi transkripsi dan peringkasan lebih menyatu dengan penggunaan perangkat sehari-hari.

Dokumen dan Data Tidak Lagi Terlalu Terbatas

Kelemahan tablet pada masa lalu sering muncul ketika pengguna harus membuka dokumen dengan format rumit atau mengolah spreadsheet. Aplikasi perkantoran versi mobile dinilai belum selalu mampu menyamai fleksibilitas aplikasi desktop.

Situasi itu mulai berubah melalui aplikasi seperti PC-Level WPS AI pada tablet premium. Pengguna mendapat ruang kerja untuk formatting dokumen, rumus yang lebih kompleks, serta bantuan AI dalam proses penulisan.

Tablet juga menawarkan beberapa pilihan input dalam satu perangkat. Keyboard folio magnetik dapat dipakai untuk mengetik panjang, sementara stylus, layar sentuh, dan perintah suara memberi opsi yang lebih fleksibel sesuai situasi kerja.

Aspek Penggunaan Laptop Konvensional AI Tablet Flagship
Pencatatan rapat Ketik manual atau memakai aplikasi terpisah AI mengubah suara menjadi teks dan ringkasan real-time
Portabilitas Bobot di atas 1,2 kg dengan daya tahan baterai standar Bobot sekitar 500–600 gram dan efisiensi daya untuk pemakaian seharian
Navigasi dan input Keyboard dan touchpad Keyboard, stylus, sentuhan, serta perintah suara

Mode Desktop Membuat Multitasking Lebih Masuk Akal

Produktivitas tablet semakin terbantu oleh mode desktop seperti Samsung DeX dan pengelolaan jendela pintar. Fitur ini memungkinkan beberapa aplikasi dibuka dalam tampilan multi-window, sehingga perpindahan antarpekerjaan terasa lebih dekat dengan komputer.

Layar besar pada tablet flagship juga memberi ruang lebih lega untuk membaca dokumen, memeriksa data, dan membalas komunikasi kerja. Kombinasi layar, keyboard, serta manajemen jendela membuat tablet lebih siap dipakai sebagai perangkat utama saat bepergian.

Keunggulan penting lainnya adalah mobilitas. Dengan bobot sekitar 500 hingga 600 gram, tablet lebih mudah dibawa dibanding laptop yang bobotnya dapat melampaui 1,2 kg.

Efisiensi chipset modern dan pengisi daya serbaguna turut mendukung penggunaan di luar kantor. Baterai disebut mampu bertahan seharian sehingga pengguna tidak perlu terlalu sering mencari colokan listrik.

Masih Ada Pekerjaan yang Lebih Aman di Laptop

Kemajuan ini bukan berarti tablet telah sepenuhnya menyingkirkan laptop. Hasil evaluasi selama sepekan menunjukkan perangkat tersebut sangat memadai untuk sekitar 85–90 persen tugas harian profesi seperti manajer, jurnalis, dan eksekutif.

Namun, kebutuhan yang lebih khusus masih menjadi batasnya. Pengembang perangkat lunak yang memerlukan environment pemrograman lokal dengan IDE kompleks, misalnya, masih lebih diuntungkan oleh sistem operasi laptop konvensional.

Hal serupa berlaku untuk pekerjaan penyuntingan video yang bergantung pada arsitektur plugin tertentu. Dalam skenario seperti itu, fleksibilitas sistem operasi murni pada laptop masih sulit digantikan oleh tablet.

AI Tablet Flagship kini menawarkan perpaduan produktivitas, layar tajam, dan portabilitas yang kuat untuk pekerjaan umum. Laptop belum pensiun, tetapi bagi banyak profesional, perangkat ini sudah cukup layak menjadi alat kerja utama dalam sebagian besar aktivitas harian.

Terbaru