Risiko Rekening Bank Dibobol Meningkat: Gunakan Ponsel Android Lama?

Shopee Flash Sale

Jika Anda masih menggunakan ponsel Android lama, kini saatnya untuk lebih waspada. Penggunaan perangkat dengan sistem operasi yang sudah kadaluarsa sangat meningkatkan risiko pembobolan data pribadi, termasuk rekening bank pengguna. Laporan terbaru dari Kaspersky yang dirilis pada 5 Juni 2025 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan: antara Januari hingga Maret 2025, terdapat 12,1 juta serangan malware yang membidik perangkat Android para pengguna Kaspersky. Hal ini tentunya menjadi pertanda buruk, terutama bagi mereka yang menggunakan ponsel Android dengan sistem operasi usang.

Ancaman utama bagi ponsel Android lama adalah jenis malware yang dikenal sebagai Trojan. Trojan berfungsi dengan menyamar sebagai aplikasi biasa, yang bisa mencuri data berharga, mengambil alih aplikasi perbankan, dan bahkan memantau aktivitas pengguna. Menariknya, Trojan menyumbang sekitar 40% dari total serangan malware yang terjadi di kuartal pertama tahun ini. Salah satu jenis Trojan yang harus diwaspadai adalah Trojan Mamont, yang telah berhasil masuk dalam daftar tiga malware berbahaya teratas di awal tahun 2025. Malware ini menyamarkan diri sebagai aplikasi terkemuka, seperti Chrome atau pelacak paket.

Pengguna Android yang senang mengunduh aplikasi dari luar Google Play Store, atau biasa disebut dengan istilah "sideloading", juga terpapar risiko yang lebih tinggi. Banyak Trojan modern yang berhasil masuk ke perangkat melalui metode ini. Sebagian besar pengguna Android, terutama yang menggunakan perangkat dengan sistem operasi Android 12 atau versi sebelumnya, sangat rentan. Sejak Maret 2025, Google sudah menghentikan pembaruan keamanan untuk Android 12, yang berarti lebih dari 130 celah keamanan tinggi dan 4 kerentanan kritis bisa dieksploitasi tanpa ada perbaikan.

Sekitar 12% dari total perangkat Android di seluruh dunia masih menggunakan Android 12, termasuk model populer seperti Samsung Galaxy S10 dan Google Pixel 3. Ini berarti hampir 400 juta perangkat rawan diretas. Kaspersky juga mengingatkan bahwa ponsel Android lama dan tidak bermerek sangat rentan terhadap serangan. Beberapa unit sudah disusupi Trojan Triada sejak dari pabrik, yang dapat mengubah tautan di browser, mencuri kredensial akun, dan menambahkan kode berbahaya ke dalam aplikasi. Dalam beberapa kasus, kerugian akibat Trojan ini telah mencapai lebih dari US$ 250.000 dalam bentuk cryptocurrency.

Di era digital saat ini, ponsel Android telah menjadi aset paling berharga. Dengan semakin banyaknya transaksi dan aktivitas yang dilakukan melalui perangkat ini, penting untuk mempertimbangkan upgrade jika Anda masih memakai ponsel Android lama. Untuk melindungi perangkat Anda dari ancaman Trojan, terdapat beberapa langkah yang bisa diambil:

  1. Perbarui sistem operasi dan aplikasi sesegera mungkin.
  2. Hindari instalasi aplikasi dari luar Google Play Store.
  3. Periksa izin aplikasi secara berkala, terutama untuk akses ke Accessibility dan Device Administrator.
  4. Gunakan antivirus mobile yang terpercaya untuk meningkatkan keamanan.
  5. Aktifkan autentikasi dua langkah (2FA) pada akun-akun penting untuk menambah lapisan perlindungan.

Menggunakan Android lama mungkin terasa mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi dari segi keamanan, Anda dapat membuka pintu untuk ancaman yang dapat berdampak besar. Penggunaan perangkat yang tidak terbarui menjadi masalah serius yang harus dihadapi, terutama dalam konteks keamanan data pribadi dan finansial. Jika Anda ingin melindungi diri dari risiko pembobolan rekening bank dan pencurian data, mengganti ponsel dengan yang lebih baru dan aman adalah langkah yang sangat disarankan.

Berita Terkait

Back to top button