HMD Global dilaporkan sedang bereksperimen dengan antarmuka bergaya tile yang mengingatkan pada Windows Phone. Jika diwujudkan, pendekatan ini dapat memberi identitas visual berbeda di tengah tampilan Android yang kini cenderung serupa.
Daya tarik utamanya ada pada konsep kotak-kotak dinamis yang dapat menampilkan informasi secara sekilas. Gaya tersebut pernah menjadi ciri khas ponsel Lumia melalui Live Tiles yang berwarna, besar, dan mudah dipantau dari layar utama.
Tile dinamis berpotensi kembali di Android
Laporan yang beredar menyebut HMD tengah menguji antarmuka dengan tata letak bernuansa Metro, desain visual yang lekat dengan era Windows Phone. Informasi itu dibagikan oleh sejumlah akun di X yang mengikuti perkembangan HMD, termasuk smashx_60.
Antarmuka tersebut disebut dapat menjadi interpretasi baru dari pengalaman Windows Phone dan Nokia X Software Platform. Namun, belum ada konfirmasi bahwa HMD akan menjadikannya sistem antarmuka bawaan pada produk yang akan datang.
Bila konsep itu diterapkan sebagai launcher Android, pengguna tetap berpeluang memakai aplikasi penting dari ekosistem Android. Perbedaannya akan berada pada cara informasi, pintasan aplikasi, serta pembaruan cepat disusun di layar utama.
Windows Phone dahulu dikenal melalui tipografi tegas, navigasi sederhana, dan tile yang dapat berubah untuk menampilkan pembaruan. Unsur-unsur itu membuat platform tersebut masih memiliki penggemar, meski akhirnya tidak lagi bersaing di pasar ponsel.
Langkah yang selaras dengan warisan Nokia
Eksperimen antarmuka ini sejalan dengan upaya HMD mengangkat kembali karakter desain Nokia pada perangkat modern. Perusahaan tersebut mengembangkan merek HMD sendiri sambil tetap memasarkan ponsel dengan lisensi Nokia.
Jejak nostalgia itu sudah terlihat pada bahasa desain perangkat HMD yang memakai bentuk tegas dan kesan unibody berwarna. Pendekatan tersebut kerap dikaitkan dengan gaya Fabula dari Nokia N9 dan sejumlah Lumia generasi awal.
HMD Skyline menjadi salah satu model yang sering dibandingkan dengan Lumia 920 karena tampilan bodinya. Kesamaan itu terutama muncul pada siluet kotak, pilihan warna, serta karakter desain yang berbeda dari mayoritas ponsel Android.
Menurut laporan www.gizmochina.com, HMD juga dikabarkan mempertimbangkan akuisisi merek dagang Lumia beserta paten terkait dari Microsoft. Jika langkah itu terjadi, kemungkinan terbuka untuk perangkat bergaya Lumia yang memakai Android, bukan Windows Phone.
Rumor tersebut belum berarti kebangkitan Lumia telah dipastikan. Akan tetapi, kepemilikan nama dan hak terkait dapat memberi HMD ruang lebih besar untuk memanfaatkan identitas yang masih kuat di kalangan penggemar Nokia.
Asha dan PureView ikut memperkuat arah nostalgia
Selain Lumia, HMD juga disebut-sebut mengeksplorasi penggunaan kembali nama Asha. Kedua nama itu memiliki posisi berbeda dalam sejarah Nokia, tetapi sama-sama membawa nilai nostalgia bagi pengguna lama.
Strategi ini tidak hanya bergantung pada tampilan layar atau penamaan produk. HMD juga perlu memadukan identitas tersebut dengan perangkat keras yang kompetitif, termasuk kamera yang mengingatkan pada warisan PureView serta desain yang tahan lama dan mudah diperbaiki.
Diferensiasi perangkat lunak tetap menjadi tantangan besar karena pengguna Android telah terbiasa dengan antarmuka yang matang dari berbagai merek. Tile yang menarik harus tetap mudah dikustomisasi dan tidak mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Jika HMD mampu menggabungkan launcher bergaya Windows Phone dengan akses aplikasi Android, hasilnya dapat menjadi pembeda yang nyata. Pendekatan itu juga bisa memberi alasan baru bagi pengguna yang rindu pada tampilan Lumia tanpa harus meninggalkan ekosistem aplikasi modern.
Untuk saat ini, seluruh informasi tersebut masih berada pada tahap laporan dan rumor, sehingga detail implementasinya belum diketahui. Meski begitu, arah yang dibicarakan menunjukkan HMD melihat warisan desain Nokia sebagai aset yang masih relevan untuk pasar ponsel saat ini.
Source: www.gizmochina.com






