
Berikut ini adalah daftar lima laptop dengan prosesor Snapdragon terbaru yang hadir di tahun 2025, sekaligus kelebihan dan kekurangan dari teknologi ini yang perlu dipahami sebelum memutuskan membeli. Qualcomm sebagai pesaing baru di pasar chipset laptop dengan seri Snapdragon X Elite dan Snapdragon X Plus menawarkan performa yang efisien dan dukungan kecanggihan AI pada perangkat berbasis Windows.
1. Acer Swift Go 14 AI
Ditenagai oleh prosesor Snapdragon X Plus dengan konfigurasi 8 core, Acer Swift Go 14 AI menonjol pada daya tahan baterai yang luar biasa. Qualcomm mengklaim laptop ini mampu bertahan hingga 28 jam pemutaran video dalam pengujian, menjadikannya ideal bagi pengguna mobile. Selain itu, desainnya tipis dan ringan lengkap dengan teknologi AI yang terintegrasi. Harga laptop ini dibanderol mulai dari Rp14 jutaan.
2. ASUS Vivobook S 15 OLED (S5507QA)
Lini ASUS Vivobook S 15 OLED mengusung Snapdragon X Elite (X1E-100) yang memiliki performa kuat untuk penggunaan sehari-hari. Laptop ini hadir dengan layar OLED 3K 120Hz HDR yang tajam dan didukung desain premium serta tombol khusus Copilot untuk fitur AI instan. Neberapa daya tahan baterainya sekitar 18 jam, dan harga mulai Rp13 jutaan.
3. Lenovo Yoga Slim 7x Gen 9 (14Q8X9)
Lenovo Yoga Slim 7x Gen 9 menggunakan Snapdragon X Elite dengan pengembangan varian X1E-78-100, menyasar para kreator konten dengan kebutuhan performa tinggi. Dengan efisiensi daya hingga 23,5 jam pemutaran video dan desain yang sangat tipis, laptop ini sangat cocok untuk mobilitas tinggi. Pilihan layar OLED 3K juga tersedia. Kisaran harga mulai dari Rp20 jutaan.
4. HP OmniBook X 14
HP menghadirkan OmniBook X 14 yang tersedia dalam dua varian prosesor Snapdragon yakni X Elite dan X Plus. Laptop dengan layar sentuh 14 inci 2.2K IPS ini menawarkan kombinasi performa dan portabilitas baik dengan daya tahan baterai yang kompetitif. Harga di pasar mulai Rp15 jutaan, menjadikannya opsi terjangkau dengan teknologi mutakhir.
5. Microsoft Surface Pro & Surface Regular
Dua produk Microsoft ini juga mengadopsi Snapdragon X Elite dan X Plus. Kelebihan utama adalah integrasi optimal dengan ekosistem Windows, serta kemampuan portabilitas tinggi, khususnya Surface Pro yang berfungsi sebagai tablet-laptop 2-in-1. Fitur AI didukung oleh NPU Snapdragon, tersedia dengan harga mulai sekitar Rp14 jutaan untuk Surface Pro 10.
Kelebihan Laptop Prosesor Snapdragon
Laptop berbasis Snapdragon menawarkan daya tahan baterai yang luar biasa, sering kali melampaui 20 jam penggunaan nonstop. Fitur Always On, Always Connected memungkinkan pengguna tetap online dengan dukungan jaringan 5G/LTE tanpa tergantung Wi-Fi. Prosesor ini juga mengonsumsi daya yang rendah sehingga menghasilkan panas minimal, memungkinkan desain bodi tipis dan fanless. Selain itu, Snapdragon memiliki Neural Processing Unit (NPU) khusus yang mendukung tugas AI secara efisien, seperti pemrosesan video dan asisten AI lokal. Pengalaman software juga semakin konsisten, terutama untuk aplikasi Windows yang sudah dioptimalkan bagi arsitektur ARM.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Namun, laptop dengan prosesor Snapdragon memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah kompatibilitas aplikasi, terutama program Windows yang belum dioptimalkan untuk ARM masih harus berjalan lewat emulasi sehingga berpotensi menurunkan performa. Selain itu, kemampuan gaming dengan GPU onboard Snapdragon belum bisa menandingi laptop gaming dengan GPU diskrit dari Intel atau AMD, sehingga kurang ideal untuk game berat. Terakhir, pilihan model laptop dengan prosesor Snapdragon masih terbilang terbatas dibanding merek lain yang sudah mapan.
Pengguna yang mencari laptop dengan portabilitas tinggi, daya tahan baterai unggul, dan teknologi AI canggih bisa mempertimbangkan model-model Snapdragon terbaru ini. Namun bagi yang membutuhkan kompatibilitas aplikasi luas dan performa grafis maksimal, model Snapdragon perlu dievaluasi dengan cermat agar sesuai kebutuhan penggunaan sehari-hari. Seiring pengembangan teknologi dan banyaknya produsen yang merilis laptop Snapdragon, opsi ini diprediksi akan semakin variatif dan kompetitif dalam beberapa tahun mendatang.





