Casio baru saja meluncurkan G-Shock edisi khusus dengan sentuhan seni metal yang memukau, Casio MRG-B5000HT. Jam tangan premium ini diproduksi terbatas hanya sebanyak 500 unit di seluruh dunia, menjadikannya salah satu koleksi yang sangat eksklusif bagi para pecinta jam tangan mewah dan seni tradisional Jepang.
Casio MRG-B5000HT mengambil basis dari seri MRG-B5000 (kode model 3541) yang telah dikenal karena kualitas dan ketangguhannya. Namun, model terbaru ini memberikan nilai tambah yang sangat unik, karena bezel dan strap-nya dibuat menggunakan teknik seni “tsuiki”, sebuah metode tradisional Jepang yang mengandalkan ketukan palu berulang pada logam hingga membentuk pola atau tekstur khusus. Teknik ini biasanya dipakai pada pembuatan teko dan gerabah untuk upacara minum teh, dan di tangan seniman Jepang bernama Kazuya Watanabe, cincin logam dan tali jam tangan dipahat secara manual sehingga setiap unit memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa ditemukan pada jam lain.
Kazuya Watanabe secara langsung membuat 500 unit jam tangan melalui proses tsuiki, memberikan sentuhan artistik yang benar-benar autentik. Ini berarti tidak ada dua unit jam tangan yang benar-benar identik. Proses pemahatan manual ini memakan waktu dan tenaga, sehingga wajar jika jam tangan ini dibanderol dengan harga premium.
Untuk pasar Jepang, Casio menetapkan harga sebesar 935.000 yen, setara sekitar USD 6.387 atau lebih dari Rp90 juta, sementara di pasar Eropa dan Amerika jam tangan edisi khusus ini dijual dengan harga sekitar 6.200 Poundsterling (sekitar Rp110 juta). Bandrol ini menjadikannya salah satu jam tangan G-Shock termahal yang pernah dirilis Casio, khususnya di pasar Inggris, di mana model ini sudah mulai dijual sejak Juli 2025.
Secara material, MRG-B5000HT menggunakan titanium alloy untuk casing dan band-nya, yang dikenal karena kualitas ringan, tahan lama, dan anti karat. Sedangkan bezel dan strap adalah bagian yang paling menonjol dengan tekstur seperti sisik ular hasil proses tempaan tsuiki. Meski tampil mewah dan artistik, jam tangan ini memiliki dimensi yang relatif compact, yaitu 49.4 x 43.2 x 12.9 mm dengan berat hanya sekitar 112 gram.
Dari segi fitur, jam tangan ini telah dilengkapi konektivitas Bluetooth yang memudahkan pengaturan dan sinkronisasi dengan aplikasi Casio di smartphone. Pengguna bisa menikmati kemudahan pengaturan alarm, waktu dunia, hingga pembaruan waktu otomatis. Selain itu, MRG-B5000HT juga mengusung teknologi Tough Solar dengan LED backlight yang membuat pengisian daya menjadi lebih efisien dan memberikan visibilitas yang baik dalam kondisi gelap.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada Juni 2024 di Jepang, G-Shock MRG-B5000HT sudah menjadi incaran kolektor dan penggemar jam tangan khususnya yang menghargai perpaduan teknologi dan seni tradisional. Jumlah produksi yang sangat terbatas ini memberikan peluang nilai koleksi yang tinggi di masa mendatang.
Casio sendiri sudah lama dikenal sebagai penghasil jam tangan tahan banting dan inovatif, termasuk seri G-Shock yang pertama kali muncul sejak 1996. Seri MRG adalah varian premium dari G-Shock yang mengutamakan kualitas material dan detail desain, dan kehadiran model MRG-B5000HT menjadi bukti komitmen Casio dalam menghadirkan produk dengan nilai artistik tinggi sekaligus teknologi mutakhir.
Untuk penggemar jam tangan mewah dan kolektor G-Shock, model ini bukan hanya sebatas alat penunjuk waktu, melainkan juga karya seni yang membawa nuansa budaya Jepang ke dalam sebuah benda fungsional. Ketersediaan yang hanya 500 unit di dunia menjadikannya “buruan” tersendiri dan bisa dipastikan akan langka seiring waktu.
Bagi yang berminat, G-Shock MRG-B5000HT sudah tersedia untuk pemesanan di Jepang dan Inggris, dan kemungkinan akan menyusul rilis di pasar global lainnya. Jam tangan ini tidak hanya menawarkan nilai estetika dan eksklusivitas, tapi juga teknologi dan durabilitas khas Casio yang telah populer selama puluhan tahun.





