HTC VIVE Eagle hadir sebagai pilihan terbaru dalam kategori kacamata pintar yang mengutamakan desain stylish dan integrasi kecerdasan buatan (AI). Produk wearable ini dirancang agar nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan pengalaman teknologi yang imersif khas HTC VIVE.
HTC, merek teknologi asal Taiwan, menegaskan komitmennya melalui produk ini untuk menggabungkan elemen estetika dan fungsi pintar dalam satu perangkat. Senior Vice President HTC, Charles Huang, menyatakan bahwa teknologi harus mampu memberdayakan ekspresi diri sekaligus mempererat hubungan antarmanusia. “Produk ini merupakan bukti komitmen kami untuk menciptakan teknologi cerdas yang selaras dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Desain dan Fitur Unggulan
Dibandingkan dengan kacamata pintar populer seperti RayBan Meta maupun Xiaomi AI Glasses, HTC VIVE Eagle menampilkan desain yang terbilang minimalis dan modern. Frame kacamata ini mirip dengan kacamata konvensional namun dengan dua lingkaran di tiap sudut untuk menampung sensor kamera dan lampu LED. Di bagian tangkai, terdapat ruang untuk baterai, chipset, dan speaker yang memungkinkan berbagai fitur pintar berfungsi dengan optimal. Berat kacamata ini sekitar 49 gram, sehingga cukup ringan untuk penggunaan jangka panjang.
Pengguna dapat mengatur nose pad agar kacamata terasa pas dan nyaman di wajah. Selain itu, HTC menggandeng ZEISS untuk menghadirkan lensa khusus yang memproteksi dari sinar UV, mempertahankan kejernihan pandangan saat digunakan di luar ruangan. Kamera di bagian depan memiliki sensor 12MP dengan sudut pandang yang cukup lebar sehingga mendukung berbagai kebutuhan pengambilan gambar.
Integrasi Kecerdasan Buatan VIVE AI
Keunggulan lain terletak pada integrasi asisten suara VIVE AI yang memanfaatkan teknologi dari OpenAI dan Google Gemini. Pengguna dapat menjalankan beragam fitur hanya dengan perintah suara, seperti mengambil foto atau video, menerjemahkan 13 bahasa secara real time, hingga mengatur pengingat. Menariknya, pemrosesan data dilakukan secara lokal dan apabila menggunakan layanan AI pihak ketiga, data pengguna secara otomatis dianonimkan untuk menjaga privasi.
Sistem Audio dan Daya Tahan Baterai
HTC VIVE Eagle mengusung desain open-ear dengan driver akustik yang diberi peningkatan bass virtual serta efek suara spasial. Sistem ini diminimalisasi kebocoran suara agar tidak mengganggu lingkungan sekitar. Dari sisi baterai, perangkat mampu bertahan sampai 4,5 jam untuk pemutaran musik, 3 jam untuk telepon, dan standby hingga 36 jam. Teknologi pengisian cepat memungkinkan baterai terisi 50% hanya dalam waktu 10 menit menggunakan kabel.
Pilihan Warna dan Harga
Produk ini disediakan dalam empat pilihan warna, yaitu Berry, Coffee, Grey, dan Black, menawarkan alternatif yang cukup variatif bagi pengguna yang mengutamakan gaya. HTC VIVE Eagle dijual pertama kali di Taiwan dengan harga sekitar NT$15,600, setara dengan Rp8,4 jutaan. Harga ini menunjukkan posisi premium serta sedikit lebih mahal dibandingkan RayBan Meta, yang di pasar Indonesia dijual sekitar Rp6 jutaan.
Dengan fitur lengkap seperti integrasi AI mutakhir, dukungan lensa ZEISS anti-UV, dan desain yang nyaman serta stylish, HTC VIVE Eagle menambah opsi menarik bagi konsumen yang ingin menjajaki teknologi wearable pintar. Meskipun baru tersedia di Taiwan, kehadiran produk ini dapat memicu persaingan lebih ketat di pasar kacamata pintar global, terutama dalam hal desain dan pengalaman pengguna yang berpadu dengan kecanggihan AI.
