vivo kembali meluncurkan seri flagship terbarunya, vivo X300 Series, secara resmi di Shanghai, China. Seri ini hadir dengan dua varian utama, yaitu vivo X300 versi standar dan X300 Pro, yang sama-sama membawa sensor kamera utama beresolusi tinggi mencapai 200MP dengan teknologi ZEISS. Hadirnya varian standar yang menggabungkan konsep “mini” memberikan opsi smartphone compact dengan kemampuan fotografi yang mumpuni, sekaligus menawarkan peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, vivo X200 Pro mini.
vivo X300 Pro ditampilkan sebagai versi tertinggi dengan berbagai penyempurnaan di sektor kamera dan performa. Sensor utama yang digunakan kini disematkan sistem stabilisasi “gimbal-grade”, cocok bagi penggunanya yang gemar menghasilkan konten video dengan kualitas profesional. Perangkat ini mengusung layar flat 6,78 inci 8T LTPO AMOLED dengan refresh rate 120Hz serta sertifikasi HDR Netflix dan Dolby Vision, mengusung baterai 6510 mAh yang mendukung pengisian cepat 90W FlashCharge dan 40W Wireless FlashCharge.
Peningkatan Kamera ZEISS dengan Stabilitas Gimbal
vivo X300 Pro mengandalkan empat kamera ZEISS dengan konfigurasi tiga sensor di belakang dan satu sensor di depan. Sensor utama menggunakan Sony LYT-828 berukuran 1/1,28 inci beresolusi 50MP yang ditingkatkan dengan teknologi stabilisasi sekelas gimbal. Sensor telefoto andalan yang sebelumnya beresolusi 200MP juga tetap menjadi salah satu keunggulan, menghadirkan pembesaran optik hingga 3,5x. Sensor ultra-wide angle dan kamera depan mengusung sensor 50MP JN1 lengkap dengan autofokus yang menjanjikan kualitas foto selfie dan video vlog jauh lebih tajam.
Selain hardware kamera, vivo melengkapi seri ini dengan fitur-fitur fotografi terbaru seperti cip vivo VS1 dan pemrosesan yang didukung chipset Dimensity 9500 terbaru dari MediaTek. Ini membuat vivo X300 Pro memiliki performa sangat responsif dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal 512GB. Berbagai fitur software seperti Stage Mode 4K, Dual-View Stage Video, serta dukungan teleconverter kit yang memungkinkan pemasangan lensa zoom tambahan pun hadir di perangkat ini.
Varian Standar yang Compact dengan Sensor 200MP
Sedangkan vivo X300 versi standar mengambil peran sebagai penerus dari X200 Pro mini dengan ukuran yang lebih ringkas, yakni layar 6,31 inci. Meskipun demikian, perangkat ini tidak kalah dalam hal spesifikasi. vivo X300 tetap membenamkan sensor telefoto periskop 50MP dengan kemampuan optical zoom 3x yang kini dilengkapi fokus jarak dekat berkat sensor persegi konvensional. Sensor utama 200MP ZEISS dari X300 Pro dijadikan sensor utama di varian ini, didukung dua sensor 50MP lainnya untuk ultra-wide dan kamera depan.
Sistem operasi OriginOS 6 yang berjalan berbasis Android 16 juga disematkan di kedua varian, memastikan pengalaman penggunaan yang lebih lancar dan fitur terkini. Pada kapasitas baterai, vivo X300 memakai baterai 6040 mAh dengan pengisian daya cepat serupa versi Pro. Perangkat ini juga mendukung aksesori teleconverter kit, meski versi standar hanya menyediakan casing sebagai adaptor lensa dibanding versi Pro yang menawarkan grip dan tombol kontrol lengkap.
Pilihan Warna dan Harga
vivo X300 Pro ditawarkan dalam empat warna yaitu Black, Brown, Blue, dan White, dengan harga mulai dari CNY 5299 atau sekitar Rp12,3 jutaan. Sementara itu, vivo X300 standar dilepas dengan harga mulai CNY 4399 atau sekitar Rp10,2 jutaan. Keduanya mengusung desain modern dengan bodi tipis kurang dari 8mm dan membawa sertifikasi tahan air IP68/69, menambah daya tarik sebagai smartphone flagship kelas atas dengan fokus kamera unggulan.
Hingga saat ini, vivo masih belum mengumumkan jadwal rilis resmi untuk pasar Indonesia. Namun mengingat respons positif dan teknologi terkini yang dihadirkan, seri ini tentu layak dinanti terutama oleh penggemar fotografi mobile dan pengguna yang menginginkan smartphone kompak tanpa mengorbankan performa kamera. Informasi lebih lanjut terkait ketersediaan dan peluncuran lokal diharapkan dapat muncul dalam beberapa minggu ke depan.
Source: gizmologi.id





