Apple tengah mempersiapkan langkah besar dalam pengembangan produk terbaru mereka, yaitu menghadirkan iPhone lipat dalam dua model sekaligus. Berbeda dari desain iPhone konvensional yang telah dominan selama lebih dari satu dekade, kedua model foldable ini dijanjikan menawarkan konsep inovatif yang menggabungkan fungsi ponsel dan tablet dalam satu perangkat. Sementara itu, keberadaan iPhone Air yang sebelumnya mendapat sorotan karena desain super tipis, kini justru menghadapi masa sulit hingga terancam dihentikan produksinya.
Menurut laporan terpercaya dari Mizuho Securities Jepang, Apple telah mengurangi produksi iPhone Air sebanyak 1 juta unit di tahun ini karena penjualan yang kurang memuaskan di berbagai pasar global, meski sempat laris di China. Penyebab utama kegagalan ini disebabkan oleh kapasitas baterai yang kecil, hanya 3.149 mAh, sehingga daya tahan baterainya kalah dibandingkan model iPhone Pro. Selain itu, harga yang terlalu dekat dengan varian Pro, $999, membuat konsumen enggan memilih versi Air yang menawarkan performa dan fitur lebih terbatas. Hal ini membuat iPhone Air berada dalam posisi rentan dan bahkan beberapa sumber mengindikasikan Apple bakal menghentikan seri ini.
Dua Model iPhone Lipat yang Sedang Dikembangkan
Dalam fokus baru Apple, mereka tengah menyiapkan dua jenis smartphone lipat dengan desain berbeda:
- iPhone Fold (book-style) – membuka layar seperti buku, mirip Samsung Galaxy Z Fold.
- iPhone Flip (clamshell) – melipat vertikal dengan desain kompak dan feminin, sejenis Galaxy Z Flip.
Analis Kim Ki-hyun dari Stone Partners menegaskan bahwa Apple telah memilih pemasok utama untuk proyek iPhone lipat ini, menandai keseriusan perusahaan dalam menghadirkan perangkat premium yang benar-benar matang dari segi desain dan teknologi.
Jadwal Peluncuran yang Dinamis
Apple menargetkan meluncurkan model book-style pada tahun 2026, sedangkan versi clamshell direncanakan hadir pada 2028. Namun, Mizuho Securities memperkirakan kemungkinan penundaan hingga 2027 atau lebih, mengingat kompleksitas penyempurnaan engsel dan layar yang sedang dilakukan. Apple terkenal sangat perfeksionis dalam kualitas produk; mereka tengah menguji teknologi layar LTPO yang hemat daya dan filter warna COE untuk meningkatkan kecerahan layar sekaligus mengurangi lipatan yang biasanya menjadi masalah utama ponsel lipat.
Inovasi Teknologi dalam iPhone Lipat
Bocoran dari rantai pasok Asia mengungkapkan sejumlah fitur teknologi penting yang akan diusung iPhone lipat, antara lain:
- Layar besar hingga 7,8 inci saat dibuka penuh, seukuran iPad mini.
- Engsel fleksibel generasi baru tanpa lipatan yang terlihat di tengah layar.
- Penggunaan Ultra-Thin Glass (UTG) yang tahan lipatan berulang.
- Chipset A20 Pro generasi terbaru dengan efisiensi daya tinggi.
- Kamera utama yang menyamai kualitas iPhone 17 Pro Max.
Fitur-fitur ini menegaskan bahwa Apple tidak hanya fokus pada inovasi desain, namun juga mempertahankan performa fotografi dan daya tahan yang menjadi ciri khas produk unggulannya.
Masa Depan Apple dengan iPhone Lipat
Meski terlambat memasuki pasar smartphone lipat dibandingkan dengan Samsung, Huawei, dan Oppo, kehadiran Apple dinanti-nantikan karena reputasi mereka dalam menyempurnakan sebuah inovasi. Para analis memandang iPhone lipat sebagai perangkat multifungsi yang akan merevolusi produktivitas dan gaya hidup digital pengguna iOS.
Kombinasi layar besar, kemampuan multitasking, dan integrasi penuh dengan ekosistem Apple seperti iCloud diharapkan menjadikan iPhone lipat pilihan utama dalam segmen premium. Perangkat ini berpotensi menjadi solusi “2-in-1” yang mengakomodasi kebutuhan pengguna akan portabilitas sekaligus performa maksimal, menyempurnakan pengalaman smartphone dan tablet dalam satu perangkat.
Dengan perkembangan ini, Apple tampaknya sedang bersiap mengubah arah pasar smartphone secara signifikan, meninggalkan era iPhone konvensional dan mulai memasuki era baru perangkat lipat yang premium dan fungsional. Sementara itu, keberlangsungan iPhone Air juga menjadi perhatian, mengingat performanya yang tidak memuaskan dan tantangan berat dalam bersaing di pasar yang semakin dinamis.
Source: digital.viva.co.id




