Mengabadikan bulan purnama dengan detail kawah yang tajam atau menangkap ekspresi penyanyi favorit dari barisan belakang konser kini bukan lagi mimpi bagi pengguna smartphone. Teknologi kamera periskop telephoto dengan optical zoom telah menghadirkan kemampuan fotografi jarak jauh yang dulu hanya dimiliki kamera profesional, langsung dalam genggaman tangan dengan hasil yang memukau tanpa kehilangan ketajaman gambar.
Berbeda dengan digital zoom yang sekadar memotong dan memperbesar gambar hingga menghasilkan foto buram, optical zoom menggunakan sistem cermin dan prisma di dalam lensa untuk membelokkan cahaya dan menciptakan pembesaran sejati. Inilah yang membuat perbedaan mencolok antara foto bulan yang terlihat seperti bulatan kabur dengan foto yang menampilkan tekstur permukaan lunar secara detail, atau antara tangkapan konser yang pixelated dengan momen panggung yang terlihat seolah Anda berada di barisan depan.
1. Oppo Find X8 Pro
Oppo Find X8 Pro menggantikan pendahulunya dengan sistem kamera yang lebih pintar dan bersih. HyperTone Camera System yang baru menghadirkan dual periscope cameras — satu untuk optical zoom 3x dan satu lagi untuk 6x yang memberikan fleksibilitas luar biasa dalam memilih focal length.
Sensor-sensornya telah diupgrade, termasuk sensor utama 50MP LYT-900 dan teknologi stabilisasi yang lebih baik untuk mengurangi guncangan saat memotret dari jarak jauh. Sistem dual periscope ini memberikan keserbagunaan sejati dalam framing, memungkinkan fotografer mobile memilih jarak fokus yang paling tepat untuk setiap situasi.
Jika Anda mencari shot zoom sinematik dengan kualitas video yang mengesankan, ponsel ini dikemas dengan teknologi yang tepat. Meskipun ketersediaan globalnya terbatas, penggemat fotografi akan menghargai kemampuan sistem kamera yang ditawarkannya, terutama untuk pemotretan subjek jarak jauh dengan kontrol kreatif maksimal.
2. Vivo X Fold 3 Pro
Vivo X Fold 3 Pro membuktikan bahwa ponsel lipat tidak harus mengorbankan kemampuan kamera. Ponsel ini menampilkan lensa periskop telephoto 64 megapiksel untuk optical zoom 10x, menjadikannya pilihan terbaik bagi mereka yang menginginkan form factor lipat dengan kemampuan zoom terdepan.
Telephoto shooter bersama dengan kamera utama dan ultrawide 50MP menghasilkan detail tinggi dalam gambar, khususnya dalam kondisi pencahayaan baik. Bahkan pada level zoom lebih tinggi, kamera ini menangkap foto yang tajam dan jernih, sangat menyenangkan untuk memotret subjek jarak jauh seperti burung di atas pohon atau detail arsitektur bangunan tinggi.
Performa kameranya secara umum sangat baik, meskipun kualitas gambarnya sedikit di bawah flagship X100 Pro dari Vivo, terutama pada efek smoothening wajah di mode portrait. Form factor lipat dengan kemampuan zoom 10x ini membuka kemungkinan baru dalam fotografi mobile, memberikan fleksibilitas penggunaan yang tidak dimiliki smartphone konvensional.
3. Sony Xperia 1 V
Sony Xperia 1 V menawarkan keunikan yang tidak dimiliki ponsel lain: continuous optical zoom dalam rentang 3,5 hingga 5,2x. Teknologi lensa assembly yang dapat bergerak ini memberikan kontrol zoom yang lebih presisi, mirip seperti mengoperasikan kamera digital profesional.
Ponsel ini dilengkapi beberapa fitur kamera inovatif untuk fotografi still, portrait, dan video yang diwarisi dari lini kamera Alpha Sony. Kehadiran slot kartu microSD menjadi keuntungan tambahan bagi pengguna yang sering memindahkan media antar perangkat atau membutuhkan ruang penyimpanan ekstra untuk file RAW berukuran besar.
Tombol shutter khusus dan jack audio 3,5mm yang kini langka di smartphone modern menambah daya tarik bagi fotografer dan videografer serius. Ditenagai prosesor Snapdragon 8 Gen 2 dan dilengkapi layar OLED 4K HDR 120Hz yang memukau, Xperia 1 V menjadi pilihan menarik bagi profesional kreatif yang menginginkan kontrol manual penuh dalam fotografi mobile.
4. Samsung Galaxy S24 Ultra
Samsung Galaxy S25 Ultra melanjutkan reputasinya sebagai juara fotografi zoom dengan kamera periskop telephoto 50MP yang dilengkapi optical zoom 5x dan stabilisasi gambar optik (OIS). Kombinasi hardware dan software ini menghasilkan foto zoom jarak jauh dengan ketajaman yang konsisten, bahkan saat memotret dalam kondisi kurang ideal.
Pro Visual Engine dari Samsung menambahkan kemampuan komputasi canggih untuk pemotretan zoom dalam kondisi cahaya rendah, situasi yang kerap ditemui saat konser musik atau acara malam hari. Algoritma scene optimisation dan detail enhancer berbasis AI bekerja secara real-time untuk menganalisis scene dan mengoptimalkan pengaturan kamera secara otomatis.
Berkat dukungan chipset Snapdragon 8 Elite dengan kemampuan AI processing yang powerful, sistem kamera pada ponsel ini bekerja dengan cepat dan presisi tinggi. Pemrosesan gambar yang cepat ini memungkinkan pengguna mengambil beberapa foto berturut-turut tanpa lag, sangat berguna saat menangkap momen yang bergerak cepat seperti pertunjukan panggung atau burung terbang.
5. Realme 14 Pro+
Realme 14 Pro+ membuktikan bahwa teknologi kamera periskop tidak harus mahal. Dengan harga mid-range yang kompetitif, ponsel ini menawarkan kamera periskop telephoto 64MP dari Sony dengan optical zoom 3x dan kemampuan in-sensor zoom 6x yang memberikan fleksibilitas zoom tanpa kehilangan terlalu banyak detail.
Ditenagai Qualcomm Snapdragon 7S Gen 3, performa pemrosesan gambar cukup responsif untuk kebutuhan fotografi sehari-hari. Digital zoom 120x yang tersedia memang masih perlu perbaikan dari segi kualitas, namun untuk optical zoom range-nya, hasilnya cukup memuaskan di kelasnya.
Desain yang terinspirasi dari jam tangan mewah memberikan sentuhan premium pada ponsel kelas menengah ini. Bagi pembeli yang fokus pada nilai dan performa seimbang tanpa harus menguras kantong, Realme 14 Pro+ menjadi pilihan tepat sebagai pintu masuk ke dunia fotografi zoom berkualitas.
6. Google Pixel 9 Pro Series
Model Pro dari lineup Pixel tahun ini menawarkan pengalaman optical zoom 5x yang mengesankan berkat kekuatan algoritma AI Google yang telah matang selama bertahun-tahun. Kedua ponsel ini dilengkapi dengan kamera periskop telephoto 48MP yang distabilkan oleh OIS untuk mengurangi blur akibat guncangan tangan.
Digital zoom Google juga bekerja dengan sangat baik, menggunakan machine learning untuk mengisi detail yang hilang saat melakukan zoom lebih jauh dari kemampuan optik. Teknologi Super Res Zoom milik Google telah terbukti mampu menghasilkan foto zoom digital yang lebih tajam dibanding kompetitor, meskipun tetap tidak sebaik optical zoom murni.
Layar LTPO OLED yang cerah dan responsif menjadi keunggulan tambahan, memudahkan pengguna untuk melihat preview foto secara jelas bahkan di bawah sinar matahari terik. Meskipun memiliki beberapa kekurangan mengingat harganya yang tinggi, kemampuan fotografi komputasional Google tetap menjadi daya tarik utama bagi penggemar fotografi mobile.
7. Apple iPhone 16 Pro Series
Untuk pertama kalinya, Apple menyematkan kamera Telephoto Tetra-prism pada kedua model Pro dan Pro Max, bukan hanya eksklusif untuk model terbesar. Teknologi ‘Tetraprism’ bekerja dengan prinsip yang sama seperti kamera zoom periskop, di mana cahaya dipantulkan empat kali di dalam kamera telephoto untuk menciptakan jalur panjang yang dibutuhkan optical zoom 5x.
Kamera Telephoto 12MP dengan lensa 120mm mendapat manfaat dari stabilisasi 3D Sensor shift milik Apple yang sangat efektif mengurangi guncangan. Teknologi stabilisasi ini bekerja pada tiga sumbu, memberikan hasil foto yang lebih tajam bahkan saat memotret dengan satu tangan atau dari kendaraan yang bergerak.
Pemrosesan gambar canggih ditangani oleh chipset Apple A18 Pro berbasis proses 3nm yang powerful dan efisien energi. Kedua ponsel ini menjadi pilihan premium bagi pengguna yang menginginkan flagship dengan kamera telephoto berkualitas dalam ekosistem iOS, lengkap dengan integrasi sempurna bersama layanan Apple lainnya.
8. Motorola Edge 50 Ultra
Motorola Edge 50 Ultra memiliki tiga kamera belakang dengan kamera telephoto yang mengusung lensa zoom 3x untuk membantu Anda mendekat ke subjek. Salah satu keunggulan utama ponsel ini terletak pada desainnya yang menawan dan berbeda dari kompetitor.
Tersedia pilihan punggung kayu yang memberikan sensasi genggaman unik di tangan, sesuatu yang jarang ditemukan di smartphone modern. Material kayu ini bukan hanya estetika, tetapi juga memberikan grip yang lebih baik dan terasa hangat, berbeda dari metal atau kaca yang terasa dingin.
Edge 50 Ultra dapat merekam video 4K pada 60FPS dan slow motion pada 1080P/960FPS, dengan fitur Auto Focus Tracking dan Adaptive Stabilization yang meningkatkan kualitas video secara signifikan. Pengisian daya cepat 125W, chipset Snapdragon 8 Gen 3, dan layar tervalidasi Pantone menjadi nilai tambah yang menjadikan ponsel ini paket lengkap untuk pengguna yang menghargai desain unik dan performa mumpuni.
9. OnePlus 13
OnePlus 13 menampilkan kamera periskop telephoto generasi berikutnya bermerek Hasselblad dengan sensor 64MP dan optical zoom 3x. Kolaborasi dengan brand kamera legendaris ini menghasilkan peningkatan signifikan pada pemrosesan warna dan profil gambar yang lebih natural.
Peningkatan pada pemrosesan HDR dan mode portrait membuat ponsel ini unggul dalam memotret subjek jarak jauh dengan ketajaman maksimal dan dynamic range yang lebar. Kemampuan menangkap detail di area terang dan gelap secara bersamaan sangat berguna saat memotret konser dengan pencahayaan dramatis atau lanskap dengan kontras tinggi.
Pipeline gambar yang diperbarui mendapat dukungan dari chipset Snapdragon 8 Elite, plus kemampuan merekam video Dolby Vision untuk hasil video berkualitas sinematik. Desainnya mengalami penyempurnaan halus sambil mempertahankan rating IP68, pengisian daya nirkabel, dan alert slider khas OnePlus yang menjadi identitas brand.
10. Vivo X200 Pro
Vivo X200 Pro menghadirkan peningkatan signifikan pada sistem telephoto dengan optik canggih dari Zeiss dan sensor yang lebih besar untuk kejernihan superior. Lensa periskop bersertifikat Zeiss APO dipadukan dengan chip imaging V3 generasi terbaru untuk pemrosesan real-time yang lebih cepat dan akurat.
Kamera periskop 200MP pada ponsel ini menawarkan optical zoom 3,7x dengan performa portrait yang luar biasa, menghasilkan bokeh natural yang smooth dengan edge detection yang presisi. Resolusi sensor yang tinggi juga memungkinkan crop digital tambahan dengan tetap mempertahankan detail yang baik.
Kemampuan fotografi komputasional Vivo semakin berkembang, terutama dalam menangani kondisi cahaya rendah dan situasi kontras tinggi yang menantang. Sertifikasi Zeiss APO menjamin lensa terbebas dari chromatic aberration atau color fringing yang kerap muncul pada zoom telephoto, menghasilkan foto dengan reproduksi warna akurat dan ketajaman edge-to-edge.
Tabel Perbandingan Spesifikasi Kamera Periskop
| Ponsel | Resolusi Telephoto | Optical Zoom | Chipset | Fitur Unggulan |
|---|---|---|---|---|
| Oppo Find X8 Pro | 50MP (dual) | 3x & 6x | Snapdragon 8 Elite | Dual periscope system |
| Vivo X Fold 3 Pro | 64MP | 10x | Snapdragon 8 Gen 3 | Foldable dengan zoom tertinggi |
| Sony Xperia 1 V | Variable | 3.5-5.2x continuous | Snapdragon 8 Gen 2 | Continuous optical zoom |
| Samsung Galaxy S24 Ultra | 50MP | 5x | Snapdragon 8 Elite | Pro Visual Engine AI |
| Realme 14 Pro+ | 64MP | 3x | Snapdragon 7s Gen 3 | Harga terjangkau |
| Google Pixel 9 Pro | 48MP | 5x | Google Tensor G4 | AI komputasi terbaik |
| iPhone 16 Pro | 12MP | 5x | Apple A18 Pro | Tetraprism + 3D stabilization |
| Motorola Edge 50 Ultra | Variable | 3x | Snapdragon 8 Gen 3 | Desain kayu unik |
| OnePlus 13 | 64MP | 3x | Snapdragon 8 Elite | Hasselblad color science |
| Vivo X200 Pro | 200MP | 3.7x | MediaTek Dimensity 9400 | Resolusi sensor tertinggi |
Rekomendasi Pilihan Sesuai Kebutuhan
Untuk pengguna yang mengutamakan performa zoom jarak jauh maksimal, Vivo X Fold 3 Pro dengan optical zoom 10x menjadi pilihan terdepan. Kemampuan zoom optiknya yang mencapai sepuluh kali tanpa kehilangan detail sangat ideal untuk memotret bulan, pertunjukan panggung dari jarak jauh, atau wildlife photography, dengan bonus form factor lipat yang memberikan fleksibilitas penggunaan.
Bagi pengguna ekosistem Apple yang menginginkan integrasi sempurna dengan perangkat lain, iPhone 16 Pro Series dengan teknologi Tetraprism dan stabilisasi 3D Sensor shift menawarkan kualitas foto zoom konsisten dan proses editing yang mulus melalui Photos app. Investasi pada iPhone juga menjamin update software jangka panjang dan nilai jual kembali yang tinggi.
Untuk fotografer mobile yang menginginkan kontrol manual maksimal, Sony Xperia 1 V dengan continuous optical zoom 3,5-5,2x memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki ponsel lain. Kehadiran tombol shutter fisik, slot microSD, dan jack audio 3,5mm menjadikannya pilihan tepat bagi profesional kreatif yang membutuhkan alat kerja serbaguna.
Pengguna dengan budget terbatas namun tetap menginginkan kemampuan zoom optik berkualitas dapat mempertimbangkan Realme 14 Pro+. Dengan harga mid-range, ponsel ini menawarkan sensor 64MP dari Sony dan optical zoom 3x yang cukup mumpuni untuk kebutuhan fotografi sehari-hari, menjadikannya nilai terbaik untuk segmen harganya.
