MediaTek bersiap menghadirkan dua chipset terbaru, Dimensity 9500e dan Dimensity 8500, untuk pasar smartphone awal 2026. Kedua chip ini difokuskan pada segmen sub-flagship dengan performa tinggi dan harga lebih terjangkau.
Menurut Digital Chat Station, ponsel pertama dengan chipset ini diperkirakan meluncur mulai Januari 2026. Mereka menyasar pengguna yang menginginkan pengalaman flagship tanpa harus membayar harga premium penuh.
Strategi MediaTek di Pasar Prosessor
Tahun 2025 menjadi era kemenangan MediaTek di pasar global melalui seri Dimensity 9000 dan 9300. Namun, dengan rencana peluncuran Snapdragon 8 Gen 5, MediaTek merespons dengan meluncurkan Dimensity 9500e dan 8500.
Chip Dimensity 9500e adalah versi efisien dari model flagship, menawarkan baterai tahan lama dan performa sekelas flagship. Sementara Dimensity 8500 ditujukan untuk segmen upper-midrange yang memprioritaskan performa tinggi dengan harga lebih terjangkau.
Spesifikasi Dimensity 9500e
Chipset ini mengusung CPU 8-core dengan konfigurasi:
- 1× Cortex-X925 (prime core)
- 3× Cortex-X4 (cores performa)
- 4× Cortex-A720 (cores efisiensi)
Frekuensi maksimal mencapai 3,73 GHz, dengan GPU Arm Immortalis-G925 MP12 pada 1.612 MHz. Proses manufakturnya menggunakan teknologi canggih TSMC N3E 3nm.
Desain hybrid ini menjanjikan keseimbangan antara kecepatan dan konsumsi daya rendah. Pengalaman gaming 120 FPS dan daya tahan baterai hingga dua hari menjadi nilai jual utama chipset ini.
Keunggulan Dimensity 8500 untuk Segmen Mid-Range
Dimensity 8500 menawarkan pendekatan berbeda dengan semua core berjenis “big core”. CPU 8-core Cortex-A725 tanpa core kecil memastikan performa tinggi secara konsisten.
Frekuensi prime core berada di angka 3,4 GHz, naik dari generasi sebelumnya. GPU Mali-G720 berjalan pada frekuensi sekitar 1,5 GHz, dengan proses manufaktur TSMC 4nm. Skor benchmark AnTuTu mencapai sekitar 2,2 juta poin.
Chipset ini sangat cocok untuk multitasking dan gaming intensif dengan latensi minimal, menjadikannya salah satu chipset mid-range paling kuat di awal 2026.
Siapa yang Akan Meluncurkan Ponsel dengan Chipset Ini?
Dari sejarah kemitraan, realme, OPPO, vivo, dan Xiaomi diprediksi menjadi pelopor perangkat yang mengusung Dimensity 9500e dan 8500. Beberapa model di antaranya adalah:
- realme GT Neo 7 (Dimensity 8500)
- Xiaomi 15T Pro (Dimensity 9500e)
- vivo S30 Pro (varian Dimensity 9500e)
Semua perangkat ini akan membawa baterai besar antara 5.000 hingga 6.000 mAh, pengisian cepat di atas 80W, dan layar AMOLED dengan refresh rate 120Hz.
Dampak untuk Konsumen dan Pasar Global
Ponsel dengan chipset ini diperkirakan dibanderol mulai Rp4-6 juta untuk Dimensity 8500 dan Rp7-9 juta untuk Dimensity 9500e. Konsumen mendapat performa yang dulu hanya bisa ditemukan pada perangkat flagship dengan harga yang lebih bersahabat.
Efisiensi energi dari teknologi fabrikasi 3nm dan 4nm juga membuat perangkat lebih dingin dan meningkatkan umur baterai. Ini menjawab keluhan utama pengguna ponsel performa tinggi pendahulu chipset ini.
Tantangan yang Dihadapi MediaTek
Meski menjanjikan, MediaTek harus menghadapi persepsi bahwa Snapdragon lebih premium. Selain itu, OEM perlu mengoptimalkan perangkat lunak untuk memaksimalkan potensi AI dan GPU chipset ini.
Kendati demikian, keberhasilan realme dan Xiaomi dalam memposisikan Dimensity sebagai opsi utama menunjukkan perubahan persepsi mulai terjadi.
Kehadiran Dimensity 9500e dan 8500 akan menjadi momentum penting di industri smartphone, membuka akses performa flagship untuk lebih banyak pengguna. Gelombang ponsel baru awal 2026 siap mengubah peta persaingan chipset global.







