
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan konsistensi kuat dalam mendukung pengembangan UMKM untuk naik kelas. BSI fokus menggenjot segmen Small Medium Enterprise (SME) yang menjadi jembatan penting antara usaha mikro dan korporasi besar.
Sebagai bank syariah terbesar, BSI berkomitmen aktif dalam pendampingan UMKM melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas usaha. Selain itu, BSI menyediakan akses digital dan fasilitasi business matching agar UMKM dapat memperluas pasar hingga ke level internasional.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengungkapkan, pertumbuhan bisnis BSI ditopang kuat oleh segmen SME yang diharapkan menjadi motor pemulihan ekonomi nasional. Namun, BSI juga menghadapi tantangan dalam memastikan pengembangan usaha SME tetap sehat dan berkelanjutan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BSI menerapkan strategi akselerasi menyeluruh mulai dari segmen non-bankable, mikro, hingga SME. Pendekatan ini mencakup pemetaan potensi usaha, manajemen risiko yang efektif, dan fokus pada pengelolaan sektor-sektor usaha produktif.
Data triwulan III/2025 mencatat pembiayaan untuk segmen SME mencapai Rp22,94 triliun atau naik 12,20 persen secara year on year. Lebih dari 15 ribu nasabah kini tergabung dalam ekosistem pembiayaan BSI untuk SME. Hal ini menunjukkan langkah nyata BSI dalam memperkuat ekosistem UMKM yang berkelanjutan.
Dominasi pembiayaan SME masih terpusat pada sektor pertanian, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan. Sektor-sektor ini juga menjadi fokus program pemerintah dalam mendukung penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Sejalan dengan POJK No.19 Tahun 2025 yang mengatur kemudahan akses pembiayaan UMKM, BSI terus mendorong percepatan disbursement kredit dengan tetap mematuhi prinsip Good Corporate Governance. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan kesehatan portofolio pembiayaan.
Untuk mendorong pertumbuhan SME, BSI memfokuskan pembiayaan modal kerja dan investasi dengan nilai mulai dari Rp500 juta hingga Rp25 miliar. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha yang ekspansif dan agresif, terutama di ekosistem rantai nilai bisnis yang mencatat kenaikan signifikan sebesar 88 persen secara tahunan.
Komitmen BSI dalam mengakselerasi pemberdayaan UMKM tidak hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Lebih jauh, hal ini sejalan dengan program nasional dan arah kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada penguatan basis ekonomi rakyat.
Dengan langkah strategis tersebut, BSI berperan aktif dalam mendorong UMKM naik kelas dari segmen mikro menuju bisnis yang lebih mapan dan berdaya saing. Pengembangan segmen SME yang sehat diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
BSI terus memantau dan menyesuaikan kebijakan pembiayaannya agar sesuai dengan dinamika pasar dan kebutuhan UMKM. Pendekatan kolaboratif ini membuka peluang bagi lebih banyak usaha kecil dan menengah untuk tumbuh dan berkontribusi positif pada ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.





