Apple bakal hadirkan MacBook murah pada awal 2026. Langkah ini menandai gebrakan Apple untuk memasuki pasar laptop entry-level yang selama ini dikuasai Windows.
Menurut laporan eksklusif Bloomberg, proyek MacBook murah dengan kode internal “J700” sudah memasuki tahap produksi dan uji coba awal. Ini bukan sekadar rumor, melainkan strategi besar Apple.
Strategi Apple Menyerbu Pasar Entry-Level
Berhentinya dukungan Windows 10 pada 14 Oktober 2025 membuka peluang besar bagi Apple. Banyak pengguna laptop lama, pelajar, dan UMKM kini butuh alternatif sistem operasi yang lebih ramah dan stabil. Apple memanfaatkan situasi ini untuk memperluas basis pengguna macOS.
Target Apple adalah menjaring pengguna baru di segmen menengah ke bawah. Mereka berharap bisa menarik generasi muda dan eks-pengguna Windows ke ekosistemnya. Langkah ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk premium yang pertumbuhannya mulai melambat.
Spesifikasi MacBook J700: Murah tapi Masih Apple
Apple tetap menjaga kualitas meski menyasar segmen murah. MacBook J700 akan menggunakan layar 13,6 inci dengan panel LCD biasa, bukan Retina Mini-LED seperti MacBook Air M4. Desainnya menyerupai MacBook Air dengan bodi aluminium, namun dengan finishing sederhana dan berat sekitar 1,2-1,3 kg.
Soal performa, perangkat ini bakal dibekali chip A18 Pro, yang juga dipakai di iPhone 17 Pro. RAM 12GB LPDDR5 dan penyimpanan SSD 256GB melengkapi konfigurasi. GPU terintegrasi 6-core memberikan daya grafis cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Di sisi port, Apple hanya menyematkan satu USB 3.2 Gen 2 tanpa Thunderbolt. Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3 tersedia untuk konektivitas modern. Fitur khas Apple seperti trackpad haptic tetap dipertahankan, tetapi keyboard tanpa backlight menjadi salah satu langkah penghematan.
Kamera FaceTime beresolusi 1080p dan speaker stereo, meski tanpa spatial audio, tetap hadir. Harga diperkirakan sekitar USD 599–699 atau sekitar Rp9,7-11,3 juta, jauh lebih terjangkau dari MacBook Air M4 yang harganya mulai USD 999.
Siapa Target Pengguna MacBook Murah Ini?
MacBook J700 menyasar pelajar SMP hingga mahasiswa yang membutuhkan laptop ringan untuk tugas, UMKM yang cari perangkat praktis untuk administrasi, dan sekaligus pengguna Windows 10 lama yang ingin migrasi sistem ke platform lebih modern dan aman.
Laptop ini bakal bersaing dengan model Windows entry-level seperti HP Pavilion, Lenovo IdeaPad, Acer Aspire, dan ASUS Vivobook. Kelebihan utama MacBook J700 bukan hanya pada spesifikasi, tetapi pada integrasi lancar ke ekosistem Apple, keamanan data, dan masa pakai baterai yang tahan lama.
Harga dan Strategi Penetapan Harga Apple
Dalam konteks pasar, Apple merilis MacBook murah bukan berarti “murah” seperti laptop Windows biasa. Harga di bawah Rp12 juta memang lebih tinggi dibanding harga laptop kompetitor yang ada di rentang Rp6–8 juta.
Namun, Apple mengandalkan keunggulan kualitas build, daya tahan perangkat hingga 5-7 tahun, serta kemudahan integrasi dengan iPhone dan iPad melalui fitur Handoff, AirDrop, dan Universal Clipboard. Keamanan dan privasi juga menjadi nilai jual utama yang sulit disamai kompetitor Windows.
Dengan pendekatan ini, MacBook J700 bukan laptop murah biasa, tetapi produk pengantar pengguna ke dunia Apple yang lebih luas.
Perkiraan Waktu Rilis dan Ketersediaan di Indonesia
Diperkirakan MacBook J700 akan diumumkan dan mulai dijual antara Januari hingga Maret 2026. Apple biasanya meluncurkan produk entry-level secara global, termasuk di Asia Tenggara dan Indonesia.
Distribusinya kemungkinan besar akan lewat kanal resmi seperti iBox, Erafone, maupun Apple Store online agar jaminan garansi dan layanan purna jual tetap optimal.
Jika prediksi ini benar, MacBook murah Apple bisa mengubah lanskap pasar laptop di Indonesia sekaligus memperkuat popularitas ekosistem Apple di kalangan pengguna muda dan pelaku UMKM.







