POCO, sub-merek Xiaomi yang dikenal agresif di segmen value-for-money, tengah menyiapkan tablet terbaru bernama POCO Pad M1. Tablet ini muncul dalam daftar benchmark Geekbench, mengindikasikan kehadiran yang tak jauh berbeda dengan Redmi Pad 2 Pro dari lini Redmi.
POCO Pad M1 mengadopsi chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4, prosesor kelas menengah terbaru yang dikenal efisien dalam konsumsi daya sekaligus menawarkan performa seimbang. Pengujian awal di Geekbench menunjukkan kemampuan AI tablet ini cukup menjanjikan dengan skor single precision 1103, half precision 1090, dan quantized 1707. Ini menandakan bahwa perangkat tersebut sudah dibekali fitur komputasi AI yang semakin relevan untuk aplikasi modern seperti asisten digital hingga peningkatan foto secara real-time.
Spesifikasi Layar dan Desain
Tablet baru POCO ini diperkirakan mengusung layar besar berukuran 12,1 inci dengan resolusi tinggi WQXGA+ 2560 ×1600 piksel dan refresh rate 120Hz. Panel yang dipakai diperkirakan adalah IPS LCD untuk menjaga efisiensi biaya produksi. Rasio aspek layar 16:10 cocok untuk kebutuhan multitasking dan menonton konten favorit dengan nyaman.
Dari sisi desain, POCO Pad M1 membawa gaya minimalis khas POCO dengan logo besar dan penampilan yang lebih agresif dibanding versi Redmi. Desain ini sekaligus menjadi pembeda penting di segmen yang menyasar pengguna muda dan tech-savvy.
Kamera dan Kapasitas Baterai
Untuk kebutuhan fotografi, tablet ini dibekali kamera depan dan belakang masing-masing 8 megapiksel. Kamera tersebut cukup fungsional untuk video call, selfie, dan dokumentasi cepat. Fitur utama yang menonjol ada pada baterainya dengan kapasitas besar mencapai 12.000 mAh. Dengan berbagai pengujian, kapasitas ini mampu memberikan daya tahan hingga dua hari penggunaan normal atau 10-12 jam untuk menonton video nonstop.
Pengisian daya juga didukung dengan teknologi pengisian cepat 33W yang dapat mengisi penuh baterai dalam waktu sekitar 2,5 jam. Selain itu, POCO Pad M1 menyediakan fitur reverse wired charging 27W yang memungkinkan tablet berfungsi sebagai power bank untuk perangkat lain. Ini menjadi keunggulan unik yang jarang ditemukan di perangkat tablet kelas menengah.
Penyimpanan dan Opsi Konfigurasi
POCO Pad M1 kemungkinan tersedia dalam varian penyimpanan hingga 256GB tanpa dukungan slot microSD. Mengenai RAM, tablet ini diprediksi hadir dengan opsi 6GB dan 8GB, mengikuti tren varian perangkat Xiaomi agar dapat menjangkau berbagai segmen pasar dengan kebutuhan berbeda.
Strategi Rebranding Xiaomi
Munculnya POCO Pad M1 yang sangat mirip dengan Redmi Pad 2 Pro bukan tanpa alasan. Xiaomi menggunakan strategi pemasaran ganda, dengan Redmi menargetkan segmen keluarga dan pengguna umum yang mencari nilai dasar, sedangkan POCO menyasar pengguna yang mengutamakan performa, desain minimalis, dan identitas brand yang lebih "anti-mainstream". Tentunya, POCO juga membekali perangkatnya dengan UI yang lebih ringan seperti POCO Launcher serta gaya pemasaran yang menonjolkan performa.
Pendekatan ini bukan sekadar rebranding, tetapi segmentasi pasar yang cerdas demi memenuhi preferensi konsumen berbeda meski berbagi basis produk yang sama.
Waktu Peluncuran dan Potensi di Pasar
Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal peluncuran, rumor menyebutkan kemunculan POCO Pad M1 akan berbarengan dengan peluncuran seri POCO F8. Pasar Asia Tenggara dan India menjadi fokus utama mengingat permintaan tablet terjangkau terus meningkat di wilayah tersebut.
Jika harga POCO Pad M1 memang agresif, diprediksi di bawah Rp3,5 juta, maka tablet ini bisa menjadi kompetitor kuat di kelas menengah. Layar luas, chipset terbaru, baterai besar, dan fitur unik seperti reverse charging menjadi senjata andalan POCO dalam menarik konsumen yang mendambakan performa tinggi tanpa harus membayar mahal.
POCO Pad M1 membawa sebuah opsi tablet dengan performa modern yang telah disiapkan untuk kebutuhan produktivitas serta hiburan. Dengan dukungan Android 15, chipset Snapdragon 7s Gen 4, dan layar besar beresolusi tinggi, tablet ini memenuhi standar pengguna milenial dan generasi Z yang aktif menggunakan perangkat mobile. Kehadiran fitur reverse charging makin melengkapi nilai jual yang memungkinkan tablet berfungsi lebih dari sekadar perangkat hiburan biasa.
