Samsung Galaxy A55 dan A36 sama-sama hadir dengan spesifikasi menarik, tetapi keduanya punya perbedaan signifikan. Selisih harga sekitar Rp 3 juta membuat banyak konsumen bingung memilih mana yang lebih worth it untuk dibeli.
Galaxy A36 datang dengan One UI 7 berbasis Android 15 yang lebih responsif dibanding One UI 6 di A55. Fitur Now Bar di A36 memudahkan akses cepat ke musik dan timer, meski control center dan notification center dipisah. Sementara itu, A55 memakai chipset Exynos 1480 yang memberikan performa lebih tinggi daripada Snapdragon 6 Gen 3 di A36. Skor benchmark A55 jauh unggul, terutama untuk gaming dengan pengaturan grafis medium hingga ultra.
Dalam pengujian gaming, A55 mampu menjalankan Genshin Impact di 60fps yang stabil dan Mobile Legends di 120fps ultra. A36 belum mendukung ultra fps untuk MLBB. Meski demikian, suhu saat bermain game di A55 lebih panas sekitar 2 derajat dibanding A36. Dari sisi konektivitas, A55 juga unggul dengan kekuatan sinyal tiga kali lebih kuat dan keakuratan GPS yang baik untuk kebutuhan navigasi harian.
Kedua ponsel memiliki sensor kamera utama 50MP, tapi hasil jepretan berbeda karakter. A55 menawarkan warna lebih cerah dan kontras tinggi sehingga terlihat cukup mencolok. Sebaliknya, A36 menampilkan warna natural dengan dynamic range lebih baik dan detail yang lebih tajam. Foto low-light cenderung lebih baik di A55 dengan detail dan highlight yang superior. Untuk perekaman video 4K 30fps, A55 bisa beralih ke kamera ultrawide, sedangkan A36 hanya bisa memilih kamera depan atau belakang dan tidak mendukung switch lensa ultrawide saat merekam, yang dapat membatasi kreativitas videografi.
Dari segi baterai, kedua model punya kapasitas 5000mAh, tetapi A55 lebih awet dalam penggunaan harian. Software dan optimasi konsumsi daya mungkin menjadi faktor utama. Namun, A36 mendukung fast charging hingga 45 watt yang lebih cepat sekitar 14 menit dari A55 yang hanya 25 watt. Perlu dicatat charger tidak disertakan dalam paket penjualan sehingga harus dibeli terpisah.
Layar A36 sedikit lebih besar dengan panel 6,3 inci, bezel tipis, dan tingkat kecerahan 200 nits lebih tinggi dibanding 6,1 inci di A55. Keduanya memakai Gorilla Glass Victus Plus dan refresh rate 120Hz untuk tampilan smooth. Always On Display juga tersedia pada kedua ponsel. Namun, desain Galaxy A55 terlihat lebih premium dengan frame metal yang terasa kokoh serasa kelas flagship. Sementara A36 masih mempertahankan gaya midrange dengan casing yang lebih ringan dan tipis. A55 juga dilengkapi sertifikasi IP67 yang mampu tahan air sedalam 1 meter selama 30 menit.
Secara keseluruhan, Galaxy A55 menawarkan performa lebih kencang, kualitas build premium, baterai lebih tahan lama, dan fitur kamera yang lebih lengkap. Sementara Galaxy A36 unggul pada kecepatan charging, layar lebih cerah, dan update software lebih baru. Jika dana memungkinkan dan mengutamakan performa serta daya tahan, A55 masih pilihan terbaik meskipun sudah berumur satu tahun. Namun, untuk pengguna yang mengutamakan pengalaman UI terbaru dan pengisian cepat, A36 menjadi alternatif solid dengan harga lebih terjangkau.
