Apa Itu Cloudflare dan Alasan Kemenkominfo Ingin Memblokir Layanan Ini?

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkomdigi) mengancam akan memblokir layanan Cloudflare di Indonesia. Ancaman ini muncul karena Cloudflare belum mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat sesuai aturan pemerintah.

Cloudflare adalah perusahaan penyedia layanan infrastruktur internet yang berfungsi mempercepat dan mengamankan akses situs web. Layanan ini digunakan luas oleh berbagai platform digital di tanah air, termasuk banyak situs judi online yang dianggap merugikan.

Alasan Kemenkomdigi Ingin Memblokir Cloudflare

Direktur Jenderal Kemenkomdigi Alexander Sabar menegaskan bahwa pendaftaran PSE bukan sekadar kewajiban administratif. Menurutnya, pendaftaran ini penting untuk menjaga kedaulatan digital Indonesia dan memastikan ruang digital yang aman serta sehat bagi masyarakat.

Kemenkomdigi juga menyebut bahwa tanpa status PSE yang sah, pengawasan dan tindakan terhadap konten ilegal seperti judi online akan sulit dilakukan. Alexander menyebutkan pentingnya Cloudflare bersikap kooperatif demi membantu pemerintah memblokir situs yang melanggar hukum.

Sanksi dan Tenggat Waktu

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 mengharuskan seluruh platform digital yang beroperasi di Indonesia untuk mendaftarkan diri sebagai PSE. Kemenkomdigi memberikan waktu 14 hari kerja agar Cloudflare segera melengkapi pendaftaran tersebut.

Jika Cloudflare tidak mematuhi aturan, pemerintah akan menerapkan sanksi administratif sesuai pasal dalam peraturan tersebut. Alexander mengingatkan pengguna Cloudflare di Indonesia agar siap mencari alternatif jika layanan ini diblokir.

Peran Cloudflare dalam Situs Judi Online

Analisis terhadap 10.000 situs judi online pada awal November 2025 menunjukkan sekitar 76% dari situs tersebut menggunakan layanan Cloudflare. Ini menjadi perhatian serius karena Cloudflare sering dimanfaatkan untuk menyamarkan alamat IP sehingga situs judi online dapat berpindah domain dengan cepat dan menghindari pemblokiran.

Kemenkomdigi meminta Cloudflare lebih selektif dalam menerima klien agar tidak membantu aktivitas ilegal di Indonesia. Cloudflare diharapkan menerapkan moderasi internal untuk menyaring layanan yang berpotensi merugikan.

Apa Itu Cloudflare dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Cloudflare menyediakan jaringan distribusi konten yang memungkinkan sebuah situs web dapat diakses lebih cepat dan terlindungi dari serangan siber. Sistem ini menyimpan salinan konten situs di berbagai server di seluruh dunia.

Saat pengguna mengakses sebuah situs, permintaan akan dialihkan ke server Cloudflare terlebih dahulu. Ini mengurangi beban server asli dan mencegah gangguan layanan akibat lonjakan trafik, baik yang sah maupun dari serangan siber.

The Independent menyebut layanan Cloudflare beroperasi secara ‘sunyi’ di balik layar internet. Walaupun jarang disadari, kehadirannya krusial untuk menjaga stabilitas dan keamanan banyak situs di berbagai negara.

Dampak Potensial Blokir Cloudflare di Indonesia

Jika akses Cloudflare diblokir, banyak situs dan layanan digital di Indonesia dapat terganggu. Situs yang selama ini mengandalkan Cloudflare bisa menjadi lambat atau bahkan tidak dapat diakses sama sekali.

Hal ini membuat keputusan pemerintah untuk memblokir layanan ini menjadi sebuah tantangan besar. Di sisi lain, pemerintah tetap membuka ruang dialog bagi platform global selama mereka patuh terhadap aturan dan mendukung keamanan ruang digital.

Secara keseluruhan, kasus Cloudflare menandakan pentingnya regulasi digital yang ketat namun seimbang, guna melindungi kepentingan negara tanpa mengganggu akses masyarakat terhadap layanan internet yang aman dan handal. Pemerintah terus berupaya mewujudkan kedaulatan digital Indonesia melalui pengawasan yang tegas namun mendukung ekosistem teknologi yang sehat.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button