Musim kemarau sering membuat banyak orang buru-buru memasang AC split baru untuk mengatasi panas. Namun, instalasi AC yang salah dapat menaikkan tagihan listrik sampai 40% lebih besar.
Kesalahan dalam pemasangan juga berisiko merusak AC dalam waktu singkat. Jadi, mengetahui cara pasang yang benar sangat penting sebelum teknisi mulai bekerja di rumah Anda.
1. Hitung Kapasitas PK dengan Tepat
Pemilihan kapasitas AC split harus disesuaikan dengan luas ruangan. Jika salah hitung, AC akan bekerja lebih keras dan menyebabkan boros listrik serta kerusakan mesin lebih cepat.
Rumus sederhana untuk menghitung kapasitas yang tepat adalah dengan mengalikan luas ruangan, koefisien tinggi ruangan, dan 700 BTU. Jangan lupa mempertimbangkan tinggi plafon, orientasi ruangan, ukuran jendela, dan tingkat insulasi supaya hasilnya akurat.
2. Posisi Unit Indoor yang Ideal
Unit indoor perlu dipasang dengan jarak minimal 15 cm dari plafon agar sirkulasi udara tetap optimal. Jika terlalu dekat, maka efek pendinginan ruangan menjadi kurang maksimal.
Selain itu, tinggi pemasangan sebaiknya antara 2 hingga 2,5 meter dari lantai. Pasang unit tidak terlalu tinggi supaya udara dingin bisa menyebar secara merata ke area aktivitas.
3. Lokasi Unit Outdoor yang Tidak Sempit
Unit outdoor memerlukan ruang yang cukup agar dapat melepaskan panas dengan baik. Jarak minimal adalah 30 cm dari sisi kiri, 50 cm dari sisi kanan, dan 10 cm dari bagian belakang ke tembok.
Jika ruang pemasangan outdoor sempit, kemungkinan pembuangan panas menurun. Akibatnya AC bekerja lebih berat dan konsumsi listrik naik drastis. Dalam kasus ekstrim, AC bisa overheat dan rusak permanen.
4. Lubang Dinding Harus Dibor dengan Kemiringan
Lubang yang dibuat untuk jalur pipa harus memiliki kemiringan antara 5 sampai 10 derajat ke arah luar. Ini penting agar air drainase dapat mengalir keluar dengan lancar tanpa kembali ke dalam ruangan.
Selain itu, diameter lubang harus sesuai ukuran pipa. Lubang terlalu besar atau kecil bisa menyebabkan masalah teknis. Penggunaan waterpass sangat direkomendasikan untuk memastikan kemiringan lubang pas.
5. Pemotongan Pipa Refrigeran Harus Rapi
Gunakan cutter khusus untuk memotong pipa refrigeran, bukan gergaji biasa. Hasil potongan harus dirapikan dengan rimmer dan miring ke bawah agar tidak ada serpihan masuk ke dalam pipa.
Proses flaring juga harus sempurna untuk mencegah kebocoran. Periksa mulut pipa, pastikan bebas retakan atau goresan. Kebocoran refrigeran bisa membuat AC kurang dingin dan kerusakan cepat terjadi.
6. Sambungan Kabel Listrik Harus Kuat dan Aman
Sambungan kabel harus memiliki jarak minimal 10 cm dari sambungan lain. Lilitkan kawat dengan rapi dan lapisi menggunakan solder agar sambungan kuat.
Selanjutnya, lindungi sambungan dengan isolasi listrik dan selotip kedap air. Sambungan kabel yang buruk bisa mengakibatkan korsleting bahkan risiko kebakaran yang sangat berbahaya.
7. Proses Vakum Sistem AC Wajib Dilakukan
Vakum bertujuan mengeluarkan udara dan uap air di dalam sistem AC. Proses ini dilakukan selama 15-20 menit sampai tekanan mencapai -30 inHg, lalu dipertahankan 5 menit tanpa kenaikan tekanan.
Jika vakum tidak dilakukan, udara dan uap air yang terjebak akan menghambat kerja AC. Kompresor juga bisa mengalami kerusakan akibat oli yang menggumpal sehingga mesin jadi tidak optimal.
Menghindari ketujuh kesalahan fatal ini saat pemasangan AC split sangat penting. Pemasangan yang tepat tidak hanya menjaga performa AC, tetapi juga menghemat konsumsi listrik dan memperpanjang usia perangkat. Pastikan teknisi yang Anda pilih memahami standar instalasi profesional demi hasil yang maksimal dan tagihan listrik tetap terkendali.
