Tren kerja hybrid dan WFH pada 2026 membuat banyak pekerja mencari perangkat yang lebih praktis daripada laptop konvensional. Di tengah kebutuhan itu, Samsung Galaxy Tab S10 Ultra muncul sebagai salah satu tablet premium yang paling banyak dilirik karena menawarkan layar besar, performa kencang, dan dukungan AI untuk kerja mobile.
Perangkat ini mulai dipandang sebagai pilihan serius bagi freelancer, content creator, hingga pekerja hybrid yang ingin tetap produktif tanpa harus membawa laptop ke mana-mana. Dengan bobot sekitar 718 gram dan ketebalan 5,4 mm, tablet ini menawarkan mobilitas yang lebih nyaman untuk aktivitas kerja harian.
Layar besar jadi daya tarik utama
Samsung membekali Galaxy Tab S10 Ultra dengan layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 14,6 inci. Panel ini memiliki refresh rate 120Hz, tingkat kecerahan hingga 930 nits, dan teknologi Vision Booster untuk membantu visibilitas di kondisi terang.
Samsung juga menambahkan teknologi anti-reflection untuk mengurangi pantulan cahaya saat dipakai di luar ruangan. Kombinasi tersebut membuat layar ini nyaman dipakai untuk meeting online, membuka banyak tab browser, editing dokumen, hingga menikmati hiburan setelah jam kerja selesai.
Ukuran layar yang besar juga penting bagi pengguna yang bekerja lama di depan perangkat. Bagi freelancer yang sering berpindah tempat kerja, ruang tampilan yang lega bisa membantu aktivitas multitasking terasa lebih efisien.
Chipset baru dorong produktivitas
Di sisi performa, Galaxy Tab S10 Ultra dibekali chipset MediaTek Dimensity 9300+. Samsung mengklaim chip ini membawa peningkatan performa CPU hingga 16 persen dan GPU hingga 27 persen dibanding generasi sebelumnya.
Peningkatan itu mendukung aktivitas seperti split screen, multitasking aplikasi harian, dan video conference agar berjalan lebih stabil. Untuk pengguna yang sering mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus, kombinasi layar besar dan tenaga prosesor ini menjadi nilai jual penting.
Samsung juga menyematkan Galaxy AI ke dalam ekosistem perangkat ini. Fitur seperti note assist, transkrip meeting, dan pencarian instan membantu pekerjaan mobile menjadi lebih cepat dan ringkas.
Pengganti laptop kedua yang makin masuk akal
Galaxy Tab S10 Ultra diposisikan sebagai perangkat produktivitas bagi hybrid worker, freelancer, content creator, dan pelajar. Kehadiran Samsung DeX membuat tablet ini bisa menghadirkan pengalaman yang mirip desktop saat dipasangkan dengan keyboard cover.
Bagi sebagian pengguna, kemampuan itu menjadi alasan utama untuk mempertimbangkan tablet AMOLED premium sebagai pengganti laptop kedua. Tablet ini tetap memberi pengalaman kerja yang fleksibel, tetapi dengan format yang lebih ringan untuk dibawa bepergian.
Dukungan S Pen IP68 juga menambah daya tarik untuk catatan cepat, sketsa, atau pekerjaan yang membutuhkan input lebih presisi. Dengan sistem operasi Android 14 dan One UI terbaru, perangkat ini juga masuk ke jajaran tablet yang disiapkan Samsung untuk produktivitas modern.
Baterai besar dan paket spesifikasi
Untuk mendukung penggunaan panjang, Samsung membekali perangkat ini dengan baterai 11.200mAh dan fast charging 45W. Kapasitas tersebut ditujukan agar pengguna bisa menjalani aktivitas kerja harian lebih lama tanpa terlalu sering mencari colokan.
Samsung Tab S10 Ultra juga hadir dengan RAM 12GB hingga 16GB dan storage 256GB hingga 1TB. Di sektor kamera, perangkat ini membawa kamera belakang 13MP + 8MP Ultra Wide serta kamera depan 12MP + 12MP Ultra Wide.
| Spesifikasi | Galaxy Tab S10 Ultra |
|---|---|
| Layar | 14,6 inci Dynamic AMOLED 2X 120Hz |
| Chipset | MediaTek Dimensity 9300+ |
| RAM | 12GB hingga 16GB |
| Penyimpanan | 256GB hingga 1TB |
| Kamera belakang | 13MP + 8MP Ultra Wide |
| Kamera depan | 12MP + 12MP Ultra Wide |
| Baterai | 11.200mAh |
| Pengisian daya | 45W |
| Sistem operasi | Android 14 dengan One UI terbaru |
| Fitur utama | Samsung DeX, Galaxy AI, S Pen IP68 |
Untuk pasar Indonesia per 24 Mei 2026, harga Galaxy Tab S10 Ultra varian 12GB/256GB mulai berada di kisaran Rp18 jutaan, tergantung promo dan kanal penjualan resmi Samsung. Posisi harga itu membuatnya berada di kelas premium, namun tetap relevan bagi pengguna yang ingin perangkat kerja ringan dengan layar besar dan kemampuan mendekati laptop.
