Boros Listrik Gara-Gara AC? Kenali 3 Kesalahan Fatal Penyebab Tagihan Meningkat Drastis!

Penggunaan AC yang tidak tepat sering menjadi penyebab utama membengkaknya tagihan listrik. Meski terasa sejuk dan nyaman, AC yang salah dalam pemakaian justru menguras listrik lebih banyak dari yang dibutuhkan. Banyak orang belum menyadari bahwa kebiasaan sepele di penggunaan AC bisa berdampak besar pada konsumsi listrik rumah tangga.

Boros listrik pada AC kerap terjadi tanpa disadari karena beberapa kesalahan fundamental dalam memilih dan mengoperasikan alat pendingin ruangan ini. Agar tagihan listrik terkendali, penting memahami faktor-faktor penyebab pemborosan dan cara menghindarinya.

1. Ukuran AC Tidak Sesuai dengan Luas Ruangan
Kesalahan paling umum adalah memasang AC dengan kapasitas tidak cocok untuk ukuran ruangan. Contoh, kamar kecil 2×3 meter sebaiknya menggunakan AC setengah PK saja. Jika ruangan besar 4×6 meter dipaksa memakai AC setengah PK, alat ini harus bekerja ekstra keras. Kompresor akan terus berjalan tanpa henti untuk mencapai suhu yang diinginkan, sehingga konsumsi listrik melonjak. Data dari para ahli menunjukkan bahwa AC yang terlalu kecil untuk ruangan akan meningkatkan beban kerja mesin hingga 30-40%, yang tentu membuat tagihan listrik membengkak.

2. Setting Suhu Terlalu Rendah (16-18 Derajat Celcius)
Banyak yang mengira semakin rendah suhu AC, semakin nyaman dan hemat listrik. Faktanya, di iklim tropis seperti Indonesia, suhu 16-18 derajat sulit tercapai. Akibatnya, AC terus bekerja maksimal tanpa henti, menghabiskan listrik tetapi ruangan tetap tidak dingin sesuai suhu target. Para pakar merekomendasikan pengaturan suhu ideal di kisaran 23-24 derajat Celcius. Dengan suhu ini, kenyamanan tetap terjaga dan konsumsi listrik bisa ditekan. Menurut studi dari VIVATechno (2025), menurunkan suhu AC di bawah 20 derajat justru membuat konsumsi daya naik signifikan hingga 25%.

3. Malas Membersihkan AC, Indoor dan Outdoor Kotor
Filter dan komponen AC yang kotor menghambat sirkulasi udara. Debu yang menumpuk pada evaporator dan kondensor memperberat kerja kompresor. Kondisi ini selain boros listrik juga mempercepat kerusakan mesin AC. Idealnya, AC wajib dibersihkan secara berkala minimal tiga bulan sekali. Dengan melakukan perawatan rutin, performa pendinginan tetap optimal dan konsumsi listrik bisa dijaga efisiensinya. Menurut teknisi AC, AC yang sering dibersihkan bisa menghemat konsumsi listrik hingga 15% dibanding AC yang jarang dirawat.

Bonus: Kebiasaan Lain yang Membuat AC Boros Listrik
Sejumlah kebiasaan tambahan juga berkontribusi pada pemborosan listrik. Misalnya menyalakan AC kembali segera setelah dimatikan menyebabkan beban listrik melonjak. Kompresor belum sempat istirahat tapi sudah dipaksa bekerja lagi. Selain itu, pemasangan AC dengan kapasitas daya listrik yang tidak sesuai juga menimbulkan masalah. AC 2 PK yang dipasang pada jaringan listrik dengan daya 900 watt menyebabkan MCB sering trip. Sebaiknya pastikan daya listrik di rumah cukup sebelum memasang AC berkapasitas besar.

Tips Setting AC Hemat Listrik dan Tetap Nyaman
Untuk pengaturan yang efisien, gunakan mode "cool" dengan suhu 23-26 derajat. Setting arah angin otomatis agar udara tersebar merata. Kecepatan kipas di posisi medium sudah ideal untuk kebanyakan kondisi. Jika menggunakan AC saat tidur, manfaatkan timer supaya AC menyala beberapa jam saja sampai ruangan cukup dingin. Dari data VIVATechno, metode ini mampu mengurangi konsumsi listrik sampai 20% tanpa mengurangi kenyamanan.

Dengan mengikuti panduan di atas, penggunaan AC bisa lebih ekonomis tanpa mengorbankan kesejukan dalam ruangan. Menghindari kesalahan fatal dalam pemakaian AC akan berdampak besar pada penghematan listrik rumah tangga. Penyesuaian sederhana ini layak dilakukan agar tagihan listrik tidak selalu bikin pusing setiap bulan.

Exit mobile version