Inara Rusli melaporkan dugaan pembocoran rekaman video intim di rumahnya kepada Bareskrim Polri pada 26 November 2025. Laporan tersebut terkait dugaan tindakan Illegal Access karena CCTV di rumah pribadinya terekam dan beredar tanpa izin.
Kasubdit I Siber Bareskrim Polri, Kombes Rizki Agung, memang mengonfirmasi adanya laporan tersebut, meskipun tidak mengungkap secara detail isi laporan maupun siapa yang dilaporkan. Inara melalui kuasa hukumnya, Andi Taslim, menegaskan bahwa CCTV yang bocor hanya bisa diakses oleh Inara dan pihaknya menindaklanjuti dengan melaporkan kejadian ini ke Mabes Polri.
Latar Belakang Laporan Inara Rusli
Insiden bocornya rekaman CCTV rumah Inara terungkap pada 22 November 2025. Andi Taslim menjelaskan bahwa Inara merasa terkejut karena video itu kemudian beredar luas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena rekaman tersebut diambil tanpa persetujuan dan menyebar ke publik.
Meski tidak disebutkan secara eksplisit siapa pihak terlapor, dugaan awal mengarah pada mantan suami Inara, Virgoun. Hal ini mencuat karena ada bukti percakapan yang mengindikasikan Virgoun mengetahui isi rekaman tersebut. Dalam sebuah chat yang sempat diperdengarkan, Virgoun mengirim pesan berbunyi, "Mudah-mudahan kamu sudah nikah siri ya, karena aku sudah ada bukti kamu hubungan badan di lantai 3."
Status Terkini dan Sikap Pihak Terkait
Sampai saat ini, Virgoun belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan keterlibatannya. Informasi terakhir menyebutkan dia sedang menghabiskan waktu bersama anak-anaknya di Jepara dan memilih tidak berkomentar. Sementara itu, Inara Rusli tetap fokus pada upaya hukum untuk menangani kasus ini.
Sebelumnya, kasus serupa sempat muncul, di mana Inara dan Insanul Fahmi, pria yang dikabarkan menikah siri dengannya, dilaporkan oleh Mawa, istri sah Insanul, atas dugaan perzinaan. Dalam laporan itu, Mawa menyerahkan rekaman CCTV sebagai bukti. Insanul pun mengakui bahwa video tersebut direkam saat mereka sudah menikah siri.
Langkah Hukum yang Dilakukan
- Inara Rusli melaporkan kasus pembocoran video CCTV ke Bareskrim Polri.
- Laporan difokuskan pada dugaan pelanggaran Illegal Access.
- Tim hukum Inara melakukan konferensi pers untuk menjelaskan situasi.
- Penegak hukum masih menyelidiki pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena terkait privasi dan keamanan data pribadi di era digital. Rekaman yang bocor tanpa izin tentunya melanggar hak privasi Inara dan dapat berimplikasi hukum serius bagi pelakunya.
Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap siapa yang bertindak di luar hukum dan memastikan perlindungan terhadap korban pembocoran data pribadi. Kasus ini juga menunjukkan pentingnya menjaga keamanan teknologi rumah dan perangkat elektronik agar tidak disalahgunakan.
Dengan adanya laporan resmi dari Inara Rusli di Bareskrim, proses hukum diharapkan dapat berjalan transparan dan adil. Publik pun menanti perkembangan terkait siapa pelaku pembocoran CCTV tersebut dan bagaimana proses hukum berikutnya.
Baca selengkapnya di: www.suara.com