
Perkembangan tren interior pada tahun 2026 menunjukkan pergeseran yang signifikan menuju gaya yang lebih ekspresif dan berani. Tren ini didorong oleh generasi muda yang mulai membeli, menyewa, dan menata hunian pertama mereka dengan pendekatan yang sangat personal.
Generasi muda menggunakan rumah tidak hanya sekadar tempat tinggal, tapi menjadi medium ekspresi diri dan simbol status sosial. Aktivitas mereka di media sosial memperkuat penyebaran preferensi visual dan membentuk standar estetika baru dalam desain interior.
Gaya Interior yang Lebih Eksploratif dan Berani
Menurut desainer interior Eko Priharseno dari AEDI Design Bureau, rumah kini berfungsi sebagai ruang personal yang menarik secara visual, bahkan bagi penghuni kos atau apartemen kecil. “Rumah menjadi sebuah status. Walaupun tinggal di kos, mereka ingin punya sudut estetik untuk foto atau sekadar memperbarui story,” ujarnya.
Hunian dipandang sebagai tempat untuk melepas lelah dan mengisi ulang energi. Keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi membuat rumah menjadi area yang sangat penting secara psikologis.
Warna dan Material yang Kembali Menggeliat
Warna-warna aman seperti putih, hitam, dan earth tone mulai tergantikan oleh palet warna bold dan eksploratif. Misalnya, oranye, charcoal, biru tua, dan hijau vintage seperti olive kembali menjadi favorit. Warna primer dan pola cerah pun semakin sering digunakan untuk menambah kesan ekspresif.
Fenomena ini juga menandai kebangkitan gaya mid-century yang kuat, terutama dalam pemilihan furnitur dan material. Setelah warna hitam dan aksen bronze menurun popularitasnya, penggunaan stainless steel dan aluminium diprediksi kembali naik.
Keramik, terutama yang berukuran kecil seperti mosaik, mulai diminati kembali. Keramik tidak hanya diaplikasikan pada lantai dan dinding, tetapi juga merambah ke furnitur seperti kitchen set dan coffee table. Gaya mid-century tahun 1930-an hingga 1960-an memang terkenal dengan penggunaan keramik secara masif.
Pendekatan Maximalis dengan Sentuhan Personal
Tren interior 2026 bergerak dari gaya minimalis menuju gaya maksimalis yang lebih berani dan kaya karakter. Penghuni rumah semakin terbuka untuk menampilkan koleksi pribadi sebagai bagian dari dekorasi, baik melalui aksesori maupun furnitur.
Selain keindahan estetika, material yang ramah lingkungan juga menjadi fokus utama. Generasi muda semakin responsif terhadap isu keberlanjutan dan mulai memilih bahan daur ulang untuk elemen interior rumah mereka.
Material Daur Ulang dan Elemen Hijau
Material seperti limbah plastik, kain bekas, dan ampas kopi atau teh diolah menjadi panel ataupun furnitur. Penggunaan panel warna-warni berbahan limbah plastik bahkan menjadi elemen estetik yang menarik.
Elemen hijau berupa tanaman hias tetap menjadi bagian penting dalam desain interior. Tanaman monstera, indoor plants, dan jenis low-light populer terutama untuk penghuni apartemen yang minim akses ke cahaya alami.
Tanaman tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga membantu menyegarkan ruang. Khusus bagi hunian tanpa balkon, tanaman menjadi elemen estetika dan pencipta suasana yang menyenangkan.
Teknologi Rumah Pintar sebagai Standar Baru
Teknologi rumah pintar telah bertransformasi dari tren masa depan menjadi kebutuhan standar kenyamanan kini. Perangkat rumah tangga dan sistem keamanan semakin terintegrasi dan mudah dikendalikan melalui smartphone.
Integrasi teknologi ini melengkapi konsep hunian modern yang tidak hanya estetis dan fungsional, tapi juga personal serta adaptif terhadap kebutuhan penghuninya.
Berbagai perubahan ini menandai era baru dalam desain interior, di mana ekspresi diri dan keberlanjutan menjadi pijakan utama generasi muda dalam menata ruang tinggal mereka pada tahun 2026.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




