Penyanyi dan penulis lagu Fiersa Besari membuka alasan di balik pencabutan laporan polisi yang sebelumnya dibuat atas kasus kecelakaan yang menimpa istrinya, Aqia. Pengemudi mobil yang menabrak Aqia saat menurunkan barang di Stasiun Gambir, Jakarta, sudah dikenakan sanksi tilang, sehingga Fiersa menilai proses hukum tersebut sudah cukup.
Melalui akun Instagram Story pribadinya, Fiersa menyampaikan bahwa pengemudi tersebut harus menjalani sidang pada akhir Januari 2026. Meskipun laporan resmi dicabut, Fiersa dan istrinya masih menyimpan rasa kecewa atas sikap pengemudi yang dianggap kurang empati. Pengemudi tersebut awalnya menawarkan penggantian kerugian hanya sebesar Rp 200.000, yang dinilai sangat tidak pantas.
Fiersa menegaskan pencabutan laporan bukan berarti mereka memaafkan tindakan pengemudi. Ia menjelaskan keputusan itu diambil secara ikhlas dan tanpa paksaan. Saat insiden terjadi, Fiersa mampu menahan emosinya berkat bantuan manajer yang mengingatkan agar tidak menggunakan kata-kata kasar. Hal ini penting karena ia adalah figur publik dan pengemudi yang menabrak istrinya sudah berusia lanjut.
Penyanyi lagu “Waktu yang Salah” ini menambahkan bahwa jika pengemudi tersebut lebih muda, mungkin reaksi yang diberikan akan berbeda. Ia menyebut bahwa emosi yang dirasakan sangat besar, tetapi mengedepankan sabar sebagai sikap terbaik saat kejadian tersebut. Kesadaran untuk menjaga sikap menjadi kunci agar kontroversi tidak melebar di ruang publik.
Dalam pernyataannya, Fiersa juga mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara terutama bagi pengemudi lansia. Ia mengimbau keluarga untuk memantau kondisi kesehatan para orang tua sebelum membiarkan mereka mengemudi sendiri. Menurutnya, jika ada indikasi yang mengganggu kemampuan berkendara, sebaiknya orang tua diberikan alternatif seperti diantar anak atau menggunakan moda transportasi umum.
Pesan yang disampaikan Fiersa kepada masyarakat adalah agar tidak memaksakan orang lanjut usia untuk mengendarai kendaraan secara mandiri. Ego atau keinginan mengemudi sendiri bisa berisiko membahayakan diri sendiri dan orang lain di jalan. Dengan memberi dukungan dan pengawasan tepat pada lansia, kecelakaan serupa bisa diminimalisasi.
Berikut alasan utama Fiersa Besari mencabut laporan kasus kecelakaan yang menimpa istrinya:
1. Pengemudi sudah dikenai sanksi tilang dan proses hukum berjalan.
2. Keputusan diambil secara ikhlas dan bukan karena paksaan.
3. Emosi dapat dikendalikan berkat dukungan pihak manajemen.
4. Pentingnya empati dan tindakan yang bermartabat, apalagi mengingat usia pengemudi.
5. Kesadaran keselamatan berkendara bagi pengemudi usia lanjut harus dijaga bersama.
Kasus ini menjadi refleksi penting bagi masyarakat akan kewaspadaan berkendara dan bagaimana sebaiknya sikap dalam menghadapi insiden di jalan raya. Fiersa Besari mengajak setiap keluarga untuk peduli pada kondisi orang tua dan memastikan keselamatan mereka maupun pengguna jalan lainnya. Pendekatan ini dinilai dapat mencegah kejadian tidak diinginkan sekaligus mengedepankan nilai kemanusiaan dalam penyelesaian masalah.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com