Kasus dugaan keterlambatan pembayaran gaji di industri hiburan Korea Selatan kembali memicu perhatian publik. Agensi One Hundred menjadi sorotan setelah muncul laporan dari media setempat yang menuding perusahaan belum membayar gaji pegawai maupun artis yang berada di bawah naungannya.
Isu ini ramai diperbincangkan warganet setelah media Korea Selatan, The Fact, melaporkan bahwa nominal tunggakan gaji di One Hundred dan label afiliasinya telah mencapai angka miliaran won. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi keuangan dan perlindungan hak sumber daya manusia di industri hiburan yang semakin tumbuh.
Respons Resmi One Hundred
Menanggapi pemberitaan itu, One Hundred melalui keterangan tertulis membantah tuduhan tidak membayar gaji kepada karyawan serta artis. Pihak agensi menyatakan proses pembayaran masih berjalan sesuai kontrak kerja serta aktivitas masing-masing artis. Otoritas agensi menilai pemberitaan The Fact tidak akurat dan dinilai menyesatkan publik.
One Hundred menyayangkan penyebaran informasi yang menurut mereka belum diverifikasi. Mereka juga menegaskan, hingga kini tidak ada permasalahan internal terkait hak pegawai maupun artis yang dinaungi.
Klaim One Hundred soal Tunggakan dan Hubungan Internal
Masih menurut pernyataan yang dikutip dari media Ilgan Sports, pihak One Hundred menegaskan, “Masalah ‘belum diselesaikan’ yang disebutkan dalam artikel tersebut tengah dibahas dan penyesuaian dilakukan berdasarkan ketentuan kontrak. Tidak ada konflik internal antara perusahaan, artis, serta pegawai.”
Agensi juga menegaskan bahwa perusahaan, beserta dua label afiliasinya, Big Planet Made Entertainment dan INB10, berdiri berkat investasi agresif dari pihak manajemen. Mereka membantah tudingan adanya masalah finansial dan memberi jaminan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan kondusif.
Tindakan Hukum dan Upaya Mediasi
Akibat pemberitaan The Fact yang dinilai merugikan nama baik perusahaan serta para artis, One Hundred secara tegas akan mengambil langkah hukum. Mereka menyatakan akan mengajukan permohonan mediasi ke Dewan Arbitrase Pers. Pihak agensi juga menuntut agar hak jawab diberikan secara seimbang sesuai praktik jurnalisme yang adil.
“Karena pemberitaan ini berpotensi merusak citra para artis kami, kami akan menempuh langkah hukum secara tegas,” tulis perwakilan agensi.
Rincian Dugaan Tunggakan dari The Fact
Sementara itu, laporan The Fact memuat sejumlah nama besar yang diklaim belum menerima honor. Dari data yang dikumpulkan, grup THE BOYZ disebut belum menerima pembayaran senilai sekitar 1 miliar won. Baekhyun EXO dikabarkan mengalami hal yang sama, sedangkan Chen dan Xiumin memiliki hak pembayaran hingga ratusan juta won.
Nama Taemin SHINee turut disebut dalam daftar artis yang belum memperoleh bayaran melebihi angka 1 miliar won usai menyelesaikan konser tur. Data juga memuat kabar belum dibayarnya gaji para pegawai, dengan total karyawan di lingkungan One Hundred dan label terkait lebih dari 100 orang. Biaya gaji bulanan bagi seluruh pegawai diperkirakan mencapai 4 miliar won.
Berikut daftar artis yang berada di bawah naungan One Hundred:
- THE BOYZ
- VIVIZ
- BADVILLAIN
- Ha Sung Woon
- Lee Mujin
- Be’O
- Ren
- Lee Seung Gi
- MC Mong
Selain itu, laporan The Fact menegaskan berita tersebut masih dapat diakses di beberapa portal berita Korea. Hingga saat ini, The Fact tetap mempertahankan pemberitaan mereka dan mengaku telah menghubungi agensi terkait sebelum publikasi, namun belum menerima balasan.
Dampak Bagi Ekosistem Industri Hiburan Korea
Kasus tudingan keterlambatan pembayaran gaji oleh agensi hiburan besar seperti One Hundred ini memunculkan kekhawatiran akan perlindungan hak profesional di industri hiburan Korea Selatan. Persaingan ketat dan besarnya investasi mendorong perusahaan melakukan berbagai upaya ekspansi, namun isu finansial semacam ini dapat mencoreng kredibilitas dan kepercayaan publik.
Topik ini juga memicu diskusi soal transparansi, mekanisme kontrak kerja, hingga kepatuhan hukum perusahaan hiburan di Korea Selatan. Dengan semakin besarnya sorotan publik, perkembangan kasus ini masih terus dinanti dan menjadi perhatian pelaku serta penikmat dunia industri hiburan Korea.





